Comments

Tampilkan postingan dengan label Budidaya Itik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Itik. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Cara Ternak Itik

Halo sobat, disela-sela pembahasan tentang budidaya ikan lele, Pak HaBe masuk ke budidaya baru nih, "Cara Budidaya Itik" atau juga bisa disebut "Cara Ternak Itik". Siapa diantara sobat yang tidak tau itik? Itik adalah salah satu jenis ternak unggas yang sudah sangat lama sekali dikenal oleh kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Di beberapa daerah, itik telah dikembangkan sebagai komoditas ternak yang mampu menopang kehidupan peternak. Bukan lagi sebagai usaha sampingan, tetapi sudah menjadi usaha pokok.

Cara Ternak Itik

Kota-kota seperti di Cirebon, Tegal, Brebes, dan Mojosari, sudah berkembang pusat peternakan itik, yang mana sebagian bahkan hampir mayoritas masyarakat yang ada pada desa-desa melakukan usaha budidaya atau peternakan itik. Pada pusat peternakan itik tersebut, usaha yang dilaksanakan warga pembudidaya itik sudah mengacu pada spesialisasi bidang usaha, yaitu dalam usaha penetasan, produksi telur konsumsi, produksi telur tetas, pembesaran itik, produksi telur asin, dan pemeliharaan itik petelur. Masing-masing segmen usaha tersebut memiliki peluang untuk dapat berhasil, namun masing-masing juga memiliki tantangan.

Bagi pemula, perlu mempertimbangkan sektor usaha mana yang akan ditekuni untuk terjun pertama di bidang usaha peternakan itik. Sebagai usaha pertama, tentunya dipilih yang mudah dilaksanakan, yaitu usaha yang cepat mengeluarkan hasil, dan mudah dalam memasarkan produk. Usaha tersebut adalah peternakan itik untuk menghasilkan telur konsumsi. Telur itik mudah dipasarkan, karena permintaannya masih tinggi, yaitu banyak digunakan sebagai telur yang langsung dikonsumsi atau sebagai bahan untuk keperluan suatu masakan atau produk tertentu, sementara produksinya masih belum begitu banyak.

Berdasarkan kenyataan yang ada pada jaman sekarang, perkembangan akan permintaan terhadap telur itik selalu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan adanya kecenderungan sebagian orang menganggap bahwa telur itik lebih berkhasiat untuk campuran jamu dibanding dengan telur ayam. Hal lain juga dalam pembuatan martabak, beberapa orang membicarakan telur itik wajib dibutuhkan dan bahkan ada juga yang berpendapat telur itik tidak dapat atau tidak boleh digantikan dengan telur ayam.

Produk yang lain yaitu telur asin yang banyak digemari oleh masyarakat. Telur asin adalah identik dengan telur itik, dan selama ini masyarakat belum bisa menerima telur asin dari telur lainnya. Dari sifat fisik dan kandungan zat gizinya, telur itik memang terdapat perbedaan dengan telur ayam, yaitu proporsi kuning telur serta kandungan lemaknya lebih besar dibandingkan telur ayam. Untuk informasi tambahan juga buat sobat, selain penggunaannya untuk konsumsi, telur itik dapat juga digunakan dalam bidang industri. Loh industri? Kok bisa? Industri yang biasanya menggunakan telur itik sebagai bahan produksi adalah industri dari bidang farmasi dan bidang kosmetik.

Sebenarnya pemeliharaan itik pada dasarnya tidak sulit kok sobat, yang perlu sobat butuhkan adalah ketekunan dan kecermatan. Itik lebih mudah dibudidayakan dibanding dengan ayam, selain itu dalam penyediaan dan pemberian pakannya juga lebih tahan terhadap serangan-serangan penyakit. Namun dalam setiap usaha pasti ada kelemahannya, untuk budidaya atau peternakan itik sendiri kekurangannya yaitu kotorannya berbau sangat menyengat dan suaranya yang bikin telinga mau pecah, haha. Jadi disarankan untuk pemeliharaan itik ini harus disediakan tempat yang jauh dari pemukiman warga.

Faktor utama dalam budidaya itik ini sobat harus benar-benar pintar dalam memanajemen pakan ternak, karena sebagian besar biaya produksi adalah dari pakan. Untuk itu, maka dalam pembahasan budidaya itik ini masalah pakan akan dibahas lebih banyak, terutama cara penyusunan pakan dan beberapa alternatif bahan pakan.

Itik gak ribet kok kalau dalam masalah pakan. Dari hasil pengamatan di berbagai peternakan itik, ternyata ada berbagai susunan jenis pakan yang bisa diberikan. Untuk lebih jelasnya nanti akan Pak HaBe share di postingan selanjutnya. Pokoknya ingat !! Untuk menekuni usaha bisnis budidaya atau ternak itik ini sobat hanya perlu ketekunan yang besar untuk mau belajar, belajar dan belajar. Jadi tetap semangat ya sobat :)

Loh Pak, dari tadi kok cerita? Mana cara ternak itiknya? Haha, sabar-sabar sobat, Pak HaBe sengaja memang nulis pengenalan awal dulu biar sobat-sobat yang mau bergelut di bidang budidaya ternak itik ini gak awam-awam banget. Oke langsung saja seperti biasanya, Pak HaBe akan bagi cara ternak itik ini ke dalam beberapa sub bab. Hal ini dikarenakan supaya pembahasan tentang bagian-bagian inti bisa benar-benar dikupas secara detail. Berikut adalah sub bab yang bisa sobat pelajari :
  1. Memulai Usaha Ternak Itik (Cara memilih itik)
  2. Jenis Itik Yang Cocok Untuk Diternakkan
  3. Pemilihan Lokasi Kandang Itik
  4. Menyeleksi Itik Yang Tidak Produktif 
  5. Kandang Itik
  6. Jenis dan Bahan Pakan Itik 
  7. Cara Pemberian Pakan Itik
  8. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit pada Itik 
Sudah lengkap kan sobat? Kalau ada dari sobat yang punya referensi artikel yang sekiranya bisa dibuat wacana untuk melengkapi artikel tentang cara ternak itik ini bisa dikirimkan ke Pak HaBe lewat email atau menghubungi lewat kotak kami yang ada pada label di atas.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit pada Itik

Ada kata-kata bijak "lebih baik mencegah dari pada mengobati", pernah denger kan sobat? Kata-kata tersebut ternyata juga berlaku untuk pemeliharaan hewan loh khususnya untuk jenis unggas. Namun yang Pak HaBe bahas kali ini tidak hanya pencegahan saja namun keduanya yaitu Pencegahan dan Pengobatan Penyakit pada Itik. Itik dikenal sebagai ternak yang lebih tahan penyakit dibanding ayam, sehingga pengelolaan kesehatan itik lebih mudah. Namun demikian itik mempunyai suatu kelemahan, yaitu tidak tahan terhadap racun jamur yaitu aflatoksin seperti yang sudah disinggung dalam pembicaraan pakan itik kemarin. Racun aflatoksin dapat menyebabkan kematian mendadak pada itik. Berdasarkan hal ini, maka langkah yang perlu dilaksanakan oleh peternak adalah memilih pakan atau bahan pakan yang tidak berjamur. Disamping itu, diusahakan tidak membiarkan pakan yang diberikan tersisa dalam kurun waktu yang lama, yang akhirnya akan memberi kesempatan tumbuhnya jamur.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit pada Itik


Langkah untuk mencegah jamur tumbuh, adalah menjaga agar suasana kandang kering dan tidak lembab. Kondisi kandang yang kering menjadi salah satu kunci keberhasilan peternakan itik, yaitu selain dapat merangsang produksi telur yang tinggi juga mencegah timbulnya jamur yang dapat mengganggu. Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kekeringan kandang sudah dibahas pada bagian di depan.
Penyakit yang sering menyerang itik, selain keracunan ada beberapa macam. Secara umum penyakit dibedakan berdasar penyebabnya, yaitu penyakit yang berasal dari parasit (binatang kecil), bakteri, dan virus.

A. Penyakit Protozoa
Penyakit ini disebabkan oleh protozoa, yaitu hewan yang sangat kecil, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan kematian. Contoh penyakit ini adalah koksidiosis atau berak darah. Pada penyakit ini, protozoa menyerang saluran pencernaan sehingga terjadi pendarahan dan menyebabkan gangguan proses pencernaan. Pengobatan penyakit protozoa umumnya menggunakan obat dengan bahan dasar sulfa.

B. Penyakit Viral
Penyakit viral adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang umumnya berbahaya untuk unggas. Namun demikian, itik mempunyai ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit viral ini. Dibanding dengan penyakit bakterial, penyakit viral menimbulkan dampak yang lebih cepat, serta kematian yang lebih tinggi. Penyakit viral pada itik di antaranya adalah penyakit New Castle Desease (ND) yang sering menyerang ayam dan yang cukup populer adalah Avian Influenza. Itik sebenarnya relatif lebih tahan terhadap penyakit ND dibanding ayam. Namun demikian, apabila ternak itik yang dipelihara cukup banyak, maka usaha pencegahan penyakit ND perlu dilakukan yaitu dengan program vaksinasi. Saat ini yang perlu lebih diwaspadai adalah penyakit Avian Influenza. Virus Avian Influenza adalah virus yang dapat menyebabkan sakit ringan sampai dapat bersifat fatal tidak hanya pada unggas tetapi juga pada manusia. Hal ini terbukti telah menyebabkan kematian yang sangat besar mencapai ratusan juta unggas, sehingga dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara, karena dapat mengakibatkan dampak yang multilateral. Diketahui bahwa virus Al tidak stabil, yaitu mudah berubah atau bermutasi. Walaupun termasuk berbahaya, sobat tidak perlu terlalu ketakutan, tapi harus waspada saja. Virus Al relatif mudah dimatikan, yaitu dengan desinfektan atau detergent, atau dengan pemanasan di atas 70°C

C. Penyakit Parasit
Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh hewan lain yang tumbuh dalam badan itik. Penyakit ini biasanya tidak menyebabkan risiko yang fatal, tetapi dapat menurunkan produksi. Parasit pada umumnya menggunakan gizi yang semestinya untuk itik, sehingga itik menjadi kekurangan gizi walaupun sudah makan dalam jumlah yang cukup. Salah satu contoh penyakit parasit adalah cacing. Berdasar hasil penelitian yang dilakukan di Brebes, penyakit parasit yang terdapat pada itik yaitu cacing terdapat 7 spesies. Ketujuh jenis cacing tersebut hidup di saluran pencernaan, hati, dan paru-paru. Parasit cacing pada itik tidak menyebabkan risiko kematian, tetapi mengurangi efisiensi pakan. Cacing yang ada dalam tubuh itik akan memanfaatkan zat gizi yang dikonsumsi itik, sehingga zat gizi yang semestinya untuk keperluan produksi menjadi berkurang. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi pakan perlu dilaksanakan program pengobatan cacing, baik secara tradisional maupun dengan obat modern yang dapat dibeli di toko-toko peternakan.

D. Penyakit Bakterial
Penyakit bakterial, adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Serangan penyakit bakterial ini secara fisik dapat dilihat perubahannya, yaitu dari itik yang sehat menjadi itik yang sakit. Perkembangan penyakit biasanya agak lambat, yaitu dimulai dengan berkurangnya nafsu makan, kemudian timbulnya gejala-gejala penyakit yang lain seperti kondisi yang lemah, kepala bengkak dan sebagainya. Contoh penyakit bakterial adalah New Duck Desease dan Coryza. Jenis bakteri yang banyak menyerang itik adalah Pasteurella anatipestifer. Bakteri tersebut menyebabkan penyakit New Duck Desease atau Duck Septicaemia dan biasanya menyerang terhadap itik kecil umur 1 - 8 minggu. Penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian tinggi pada anak itik, diare dengan kotoran berwarna hijau, penurunan berat badan dan penurunan produksi telur secara drastis pada itik betina dewasa. Penyakit ini bisa diobati dengan antibiotika.
Penyakit Coryza menunjukkan gejala muka mengalami pembengkakan dan lendir keluar dari saluran pernapasan. Itik mengalami penurunan nafsu makan, yang akan diikuti dengan penurunan produksi telur.

Penyebab penyakit coryza atau pilek, adalah bakteri Haemophilus gallinarum yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini secara umum tidak menyebabkan kematian dalam jumlah yang tinggi. Obat yang dapat digunakan adalah dari jenis antibiotika misalnya streptomisin, tetrasiklin dan sejenisnya. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah secepatnya memisahkan itik yang terserang penyakit ke kandang karantina agar tidak menulari itik yang masih sehat. Itik yang sudah terserang penyakit sebaiknya segera dikeluarkan, karena pengobatan belum tentu efektif, dan itik yang pernah sakit bila sembuh produktivitasnya kemungkinan tidak bisa kembali seperti semula.


Itulah sobat sedikit gambaran tentang Pencegahan dan Pengobatan Penyakit pada Itik yang perlu sobat ketahui sebelum memulai bisnis usaha budidaya atau ternak ini. Pengetahuan yang banyak ditambah pengalaman dalam hidup adalah faktor keberhasilan usaha sobat, so ayo perbanyak informasi, tentunya dengan sering-sering berkunjung ke tutorialbudidaya.blogspot.com untuk memperoleh info terbaru. Loh, loh, kok jadi promosi gini, haha.

Cara Pemberian Pakan Itik

Di postingan sebelumnya Pak HaBe sudah share tentang Jenis dan Bahan Pakan Itik kepada sobat semuanya. Sekarang untuk melengkapi pembahasan Pak HaBe berikan artikel cara pemberian pakan itik pada itik nya sekalian. Itik memerlukan pakan untuk memenuhi kehidupannya, yaitu untuk pokok hidup, pertumbuhan dan produksi telur. Unsur yang diperlukan adalah protein, karbohidrat lemak, mineral, dan vitamin. Jumlah kebutuhan unsur tersebut pada berbagai umur dan kondisi itik berbeda-beda, sehingga harus dipertimbangkan untuk memenuhinya.

Pemberian pakan pada itik


Pada dasarnya itik akan mengalami kesulitan bila mengonsumsi pakan dalam bentuk tepung yang kering. Dengan struktur paruh yang lebar, itik dapat mengambil makanan dalam jumlah yang relatif banyak, dan apabila makanan berbentuk tepung kering, kelenjar ludah tidak mampu membasahi seluruh makanan, sehingga menjadi lengket. Pada kondisi tersebut itik akan kesulitan untuk menelan, dan biasanya itik akan mencari air minum untuk membantu menelan. Pada waktu itik minum dengan kondisi paruh yang masih banyak terdapat makanan, maka makanan akan lepas ke tempat air minum, yang menyebabkan tempat air minum cepat kotor dan pakan banyak terbuang. Untuk mengatasi masalah tersebut ada dua hal yang bisa dilakukan yaitu memberikan pakan dalam bentuk pelet, atau dengan mencampur pakan dengan sedikit air sebelum diberikan, sehingga pakan berbentuk adonan pasta. Pencampuran dengan air sebaiknya tidak terlalu basah sehingga pakan penjadi lembek, asal cukup tidak berdebu saja.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan itik adalah mengenai pelaksanaan pemberian pakan yang konsisten dari waktu ke waktu. Pemberian pakan berasal dari bahan dan proporsi yang sama, waktu yang sama, orang yang sama, dan cara yang sama. Bahkan kalau mungkin mengenakan baju yang sama juga. Setiap perubahan dalam perlakuan pemberian pakan dapat berpotensi untuk menimbulkan stres, yang akibatnya dapat menurunkan produksi telur. Oleh karena itu, peternak harus memperhitungkan ketersediaan pakan atau bahan pakan sebelum memutuskan untuk memberikan pada itik. Berdasarkan hal tersebut, maka peternak itik harus mempunyai sifat rajin, sabar dan tekun, dan tidak mempunyai sifat gampang bosan.

Pemberian pakan untuk itik yang dipelihara secara terkurung, dapat dilakukan 2 atau 3 kali sehari. Peternak itik, umumnya memberi makan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Dalam pemberian pakan harus diperhitungkan jumlah kebutuhannya. Sebagai contoh, seekor itik yang telah bertelur, sehari membutuhkan pakan sekitar 160 sampai 200 gram. Jumlah kebutuhan ini biasanya terkait dengan kualitas pakan, yaitu pakan yang berkualitas baik akan dikonsumsi lebih sedikit dibanding pakan yang berkualitas jelek. Sebagai gambaran, itik yang dipelihara oleh seorang peternak dengan menggunakan bekatul yang kualitasnya baik, sehari mengonsumsi 180 gram/ekor, tetapi ketika bekatulnya diganti dengan yang berkualitas jelek, konsumsinya meningkat menjadi 200 gram/ekor.

Dalam menetapkan jumlah konsumsi pakan, bisa dilakukan dengan sistem coba-coba. Misalnya diperhitungkan kebutuhan pakan setiap ekor itik 180 gram per hari, dengan sistem pemberian 2 kali sehari. Bila diberikan 2 kali, maka kebutuhan untuk sekali makan = 90 gram per ekor. Setelah dicoba diberikan pada itik, dapat dilihat bagaimana respon itik dalam mengonsumsi makanan tersebut. Jika pakan yang diberikan ternyata langsung dikonsumsi habis seketika itu juga, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pemberiannya masih kurang, sehingga masih perlu ditambah. Pemberian pakan yang telah memenuhi kebutuhan apabila habisnya pakan dari tempat pakan sekitar 3 sampai 5 jam sebelum pemberian pakan berikutnya. Misalnya telah ditetapkan pemberian pakan pagi hari jam 7.00 dan pemberian pakan sore jam 15.00 maka pakan yang diberikan pada pagi hari baru habis pada jam 10.00 sampai jam 12.00. Apabila dipertimbangkan pakan yang dibutuhkan terlalu banyak, maka dapat diberi hijauan untuk menambah pakan pada jam-jam di antara waktu pemberian pakan. Pemberian hijauan, selain untuk menghemat pakan, juga dapat meningkatkan kualitas telur, terutama warna kuning telurnya lebih kuning. Hijauan yang dapat diberikan di antaranya adalah kangkung, bayam, daun ketela, daun pepaya, dan enceng gondok.

Pakan untuk itik yang baru menetas (men) sampai umur 2 minggu lebih baik menggunakan pakan jadi produksi pabrik. Pada umur tersebut, itik memerlukan pakan dengan kualitas yang baik, yaitu protein tinggi dengan zat gizi lain yang lengkap dan cukup. Pakan yang digunakan dapat berupa pakan broiler starter atau pakan ayam petelur starter. Setelah lebih dari 2 minggu, untuk menghemat biaya pakan, dapat diberikan pakan campuran sendiri dari bahan-bahan yang murah.

Apabila memberikan pakan dengan bahan pakan segar, maka jumlahnya harus diperhitungkan agar kebutuhan gizi itik terpenuhi. Bahan pakan segar yang biasa diberikan pada itik contohnya adalah ikan, bekicot, dan keong. Dasar perhitungan yang ditetapkan adalah kebutuhan protein. Konsumsi protein setiap hari untuk setiap ekor dapat dikalkulasi.

Sebagai contoh adalah peternak itik di daerah Brebes yang memberikan pakan berupa ikan segar, bekatul, dan nasi kering. Dengan pakan yang mengandung protein 17% konsumsi pakan 175 gram/ekor, maka konsumsi protein seekor itik dapat diperhitungkan sebesar 17% x 175 = 29,5 gram/hari. Berapa semestinya ikan segar yang diberikan jika peternak telah memberi bekatul dan nasi kering masing-masing 50 gram/ekor.
  • Bahan pakan: ikan segar, bekatul, dan nasi kering (aking)
  • Kandungan protein: ikan segar = 20%, bekatul = 12%, nasi kering = 7%
  • 50 gram bekatul mengandung protein = 7% x 50 gram = 6 gram
  • 50 gram aking mengandung protein = (7%) x 50 gram = 3,5 gram
  • Protein dari bekatul dan aking = 6 + 3,5 = 9,5 gram
  • Protein yang harus dipenuhi dari ikan segar = 29,5 - 9,5 = 20 gram. (Dengan kandungan protein ikan segar = 20 % maka untuk memenuhi protein 20 gram diperlukan ikan segar sejumlah 100 gram per ekor per hari.

Jadi pakan lengkapnya adalah:
  • Bekatul = 50 gram
  • Aking = 50 gram
  • Ikan segar = 100 gram

Peternak umumnya menetapkan jumlah pakan segar hanya coba-coba saja, sehingga terkadang jauh melebihi kebutuhan, padahal produktivitasnya sudah tidak dapat meningkat lagi. Pemberian pakan itik yang melebihi kebutuhan pada dasarnya adalah pemborosan yang tidak perlu.

Jenis dan Bahan Pakan Itik

Pakan adalah faktor produksi utama yang paling besar biayanya dalam bidang usaha peternakan itik. Biaya pakan biasanya berkisar antara 70-85 % dari keseluruhan biaya produksi. Oleh karena itu, di dalam penyediaan dan penyusunan pakan nantinya, harus memperhitungkan dan mempertimbangkan dengan cermat. Kalau sekarang Pak HaBe tanya, apakah di daerah tempat usaha peternakan sobat sudah ada cukup tersedia bahan pakan itik atau tidak? Kalau tersedia, bagaimana dengan kontinyuitas dan harganya?. Semua hal itu harus dipikirkan sobat, akan lebih baik jika di suatu daerah tersedia bahan pakan yang melimpah dan harganya murah.
Pakan Itik

Pakan yang digunakan untuk itik ada berbagai macam. Di tiap-tiap daerah, terdapat berbagai variasi jenis pakan maupun bahan pakan yang diberikan. Bahkan di satu wilayah yang sama, antara peternak satu dengan yang lainnya bisa berbeda-beda. Pakan dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu:
  1. Bahan pakan
  2. Konsentrat pakan
  3. Pakan jadi 
  4. Suplemen pakan

 
1. Bahan Pakan
Bahan pakan itik cukup banyak, dan di setiap daerah bervariasi. Pemilihan bahan pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi itik, terutama apabila itik dipelihara secara intensif. Bahan pakan itik di antaranya seperti :
Limbah RotiKeong mas segar
Tepung keong masBekicot rebus
Tepung bekicotTepung kepala udang
Bungkil kelapaBungkil kedelai
Tepung ikanKonsentrat grower (Broiler)
Konsentrat layerNasi kering (aking)
JagungBekatul

Bahan pakan itik secara umum sama dengan bahan pakan untuk ayam, namun itik mempunyai kemampuan untuk mencerna makanan dengan serat yang lebih tinggi dibanding ayam. Ukuran paruh itik yang lebih lebar, memungkinkan itik untuk makan makanan dengan ukuran yang lebih besar dengan sekali telan, misalnya ikan utuh.

Saat ini, bekatul masih menjadi bahan pakan yang banyak digunakan oleh peternak itik. Disamping itu, peternakan itik memerlukan pakan alternatif yang murah yang terdapat di suatu daerah, misalnya ikan kecil (rucah) untuk daerah Cirebon, Brebes, dan Tegal, sisa roti afkir untuk daerah Mojosari, dan udang gasing untuk daerah pantai selatan Yogyakarta. Prinsip penyediaan bahan pakan untuk itik adalah adanya bahan pakan sumber protein dan bahan pakan sumber energi. Bahan pakan sumber protein, yang terutama adalah bahan-bahan hewani, yaitu ikan, kepiting kecil, bekicot, keong, dan cacing, serta dari bahan nabati, yaitu: bungkil kedelai, bungkil kacang, dan bungkil kelapa. Namun apabila menggunakan bungkil harus hati-hati, yaitu apabila dalam bungkil tersebut terdapat jamur yang mengandung racun aflatoksin. Itik sangat peka terhadap jamur tersebut.

Bahan pakan dapat diberikan secara terpisah atau dicampur menjadi satu dengan bahan-bahan lain. Apabila diberikan dalam ukuran yang relatif besar, dapat diberikan secara terpisah. Sebagai contoh adalah pemberian ikan oleh peternak di Brebes. Namun agar ikan dapat dikonsumsi dengan mudah oleh itik, ikan yang ukurannya relatif besar hendaknya dipotong ataupun dicacah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Bekicot dan keong mas, sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk mentah atau segar, karena lendirnya cukup banyak. Lendir itu dapat mengganggu proses pencernaan sehingga dapat menurunkan efisiensi pakan. Oleh karena itu ada dua alternatif pemberian bekicot dan keong mas, yaitu dengan direbus terlebih dahulu atau dibuat tepung.

2. Konsentrat Pakan
Konsentrat pakan adalah campuran bahan pakan yang mempunyai kandungan protein tinggi dan penggunaannya untuk itik perlu dicampur dengan bahan pakan lain, misalnya bekatul dan jagung. Konsentrat pakan adalah produksi dari pabrik dan selalu berbentuk tepung. Sering terjadi salah pengertian bahwa pakan jadi produksi pabrik yang berbentuk pelet disebut dengan konsentrat, yang sebenarnya itu merupakan pakan jadi atau pakan komersial. Secara umum ada dua jenis konsentrat, yaitu konsentrat untuk grower dan konsentrat untuk petelur. Konsentrat grower mengandung protein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 37-39%, dengan mineral yang lebih rendah, digunakan untuk itik muda yang dalam pertumbuhan. Bila tidak tersedia konsentrat grower untuk itik, bisa digunakan konsentrat untuk ayam broiler. Sedangkan konsentrat petelur kandungan proteinnya lebih rendah, yaitu sekitar 30-33% dengan mineral yang lebih tinggi, digunakan untuk itik petelur. Kandungan mineral yang tinggi, terutama kalsium (zat kapur) diperlukan untuk produksi kulit telur.
Kosentrat Pakan Itik


3. Pakan Jadi
Pakan jadi adalah pakan yang bisa langsung diberikan pada ternak tanpa dicampur dengan bahan yang lain, yang biasanya diproduksi oleh pabrik pakan. Sering juga disebut pakan komersial. Umumnya pakan ini mempunyai kualitas yang terjamin, terutama kandungan gizinya.

Pakan jadi mempunyai 3 bentuk, yaitu:
  • Pelet : Pakan berbentuk butiran, yaitu hasil dari pemadatan pakan pada mesin pelet.
  • Crumble : Pakan berbentuk butiran yang lebih kecil, yaitu hasil pemecahan pelet agar dapat dimakan oleh anak ayam yang masih kecil. Untuk anak itik tidak ada masalah mengonsumsi pelet, karena mulutnya lebar.
  • Mash : Pakan berbentuk tepung dari hasil pencampuran berbagai bahan pakan.
Pakan jadi umumnya harganya relatif lebih mahal, sehingga penggunaannya harus dipertimbangkan dengan hasil produksinya, agar peternak tidak rugi. Pakan jadi biasanya hanya digunakan untuk pemeliharaan anak itik (meri), yaitu sampai umur 2-3 minggu saja.
Pakan jadi yang khusus diproduksi untuk itik relatif sulit diperoleh, karena tidak banyak peternak yang menggunakannya. Untuk pemeliharaan anak itik, pakan jadi yang dapat digunakan adalah pakan yang biasanya digunakan untuk ayam broiler atau pakan ayam petelur starter. Dalam memilih pakan tersebut, yang terpenting adalah kandungan proteinnya terpenuhi dan kualitasnya terjamin.

4. Suplemen Pakan
Suplemen pakan adalah bahan yang ditambahkan untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang berasal dari bahan pakan. Zat gizi yang sering kurang dari bahan pakan, antara lain mineral dan vitamin. Suplemen vitamin dan mineral tersebut di pasaran dikenal dengan sebutan premix, yaitu suatu campuran dari berbagai mineral dan vitamin yang disusun berdasarkan kebutuhan unggas. Bagi peternak yang akan menggunakan cukup mudah, yaitu dengan melihat label dalam kemasan, disitu dicantumkan penggunaan premix tersebut untuk berapa kg pakan. Khusus untuk memenuhi kebutuhan mineral kalsium, bahan yang paling murah adalah batu kapur. Seekor itik setiap hari memerlukan kalsium murni sekitar 5-6 gram per ekor, sebagian besar di antaranya adalah untuk mencukupi kebutuhan proses pembuatan kerabang telur, yang sebagian besar memang tersusun dari kalsium. Suplemen mineral kalsium dapat diberikan secara terpisah yaitu pada kompleks kandang diberikan grit batu kapur atau grit dari cangkang kerang. Apabila itik merasa kekurangan, maka mereka akan mengambil dengan sendirinya.

Minggu, 08 September 2013

Kandang Itik

Ada beberapa bagian yang bisa Pak HaBe share ke sobat sekalian yang membahas khusus tentang kandang itik, mulai dari pemilihan lokasi kandang itik(sudah dibahas dipostingan sebelumnya), bahan membuat kandang itik, jenis-jenis kandang itik, dan yang terakhir adalah pengelolaan kandang itik.

Kandang Itik


A. BAHAN MEMBUAT KANDANG
Bahan kandang itik bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Secara umum, bambu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk kandang itik. Apabila menggunakan bambu, hendaknya dipilih yang benar-benar sudah tua, sehingga daya tahannya dapat lebih lama. Bambu dapat digunakan untuk membuat rangka bangunan, dinding lantai, dan pagar.

Seperti terlihat pada bahan bambu mendominasi pembuatan sebuah kandang itik. Selain bambu, bahan kandang dapat juga menggunakan kayu bekas, yang harganya murah serta bahan cor beton untuk rangka bangunan memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya, dan kalau bisa dengan pengeluaran serendahnya.
Sebagai contoh, untuk membuat kandang itik menggunakan rangka bambu seadanya dengan atap rumbai, mungkin menghabiskan biaya sekitar 3 juta rupiah, sedangkan jika menggunakan rangka kayu dengan atap genting menghabiskan biaya sekitar 10 juta rupiah.

Tetapi kandang dengan atap rumbai hanya bisa tahan untuk 2 tahun sobat sedangkan kandang dengan atap genting tahan untuk 18-20 tahun kedepan. Bila dihitung dengan nilai penyusutannya, justru kandang dengan atap rumbai yang lebih besar.

Dari gambaran tersebut, untuk peternak dengan modal terbatas. tentunya memiiih alternatif pertama, yaitu membangun kandang dengan atap rumbai, sedangkan peternak yang mempunyai cukup modal akan memilih alternatif kedua, yaitu membangun kandang dengan atap genting. Pada beberapa daerah, peternak mempunyai alternatif lain untuk memperoleh bahan atap kandang yang murah tetapi cukup tahan lama.

Sebagai contoh beberapa peternak di Brebes menggunakan bahan semacam fiber atau plastik tebal bekas untuk atap kandang. Dengan pengalaman ini, maka peternak dapat mencari alternatif bahan kandang yang tersedia di daerah masing-masing dengan prinsip harganya relatif murah dan memenuhi fungsinya sebagai bahan kandang.

B. JENIS KANDANG ITIK
Ada beberapa jenis kandang itik yang perlu sobat tau sebelum memulai usaha ternak itik. Dan masing-masing mempunyai fungsi berbeda, diantaranya yaitu:
  1. Kandang Boks = Digunakan untuk memelihara itik yang baru menetas sampai umur 2-4 minggu.
  2. Kandang Postal = Kandang yang umumnya digunakan untuk memelihara itik selepas dari kandang boks, yaitu sekitar umur 4 minggu sampai menjelang bertelur.
  3. Kandang Batere = Kandang berbentuk sangkar yang digunakan untuk memelihara itik 1 atau 2 ekor tiap kotak sangkar. Pemeliharaan itik pada kandang batere ini mempunyai keunggulan yaitu itik lebih bersing karena kotoran dapat langsung jatuh ke bawah kandang, dan itik tidak banyak bergerak, sehingga lebih efisien dalam penggunaan energi pakan.
  4. Kandang Ren = Kandang itik yang dilengkapi dengan tempat umbaran. Jadi lebih terlindungi untuk telur dan induknya.

C. MENGELOLA KANDANG ITIK
Kandang yang kering, bersih dan segar, menjadi syarat yang mutlak apabila itik dikehendaki mampu berproduksi dengan baik. Jika kandang itik becek dan lembab, dapat dipastikan itik tidak dapat bertelur dengan baik. Hal ini akan terlihat pada saat musim hujan datang, produksi telur itik akan menurun dengan drastis dari sebelumnya. Selain kontruksi kandang, usaha yang bisa dilakukan untuk menjaga kekeringan dan kebersihan kandang adalah dengan memberi alas dengan bahan yang kering dan mudah menyerap air, antara lain dengan menggunakan jerami padi atau jerami jagung yang telah kering. Alas kandang tersebut, apabila sudah kelihatan basah, harus segera diganti.

Secara berkala, kandang juga harus diperiksa, setiap ada kerusakan harus segera diperbaiki, supaya tidak sampai mengganggu produksi itik. Kerusakan yang harus segera ditangani adalah apabila atapnya bocor, terutama pada saat musim hujan. Hal ini berkaitan dengan penjelasan di atas, bahwa itik tidak dapat berproduksi dengan baik jika kandang tempat istirahat itik becek dan lembab.

Jadi dapat ambil kesimpulan bahwa kunci keberhasilan peternakan itik dari segi perkandangan adalah dapat menyediakan kandang dalam kondisi kering, bersih, tidak lembab dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Mengenai bahan dan konstruksinya sangat fleksibel, namun diusahakan yang harganya murah tetapi kuat dan tahan lama.

Dan itulah sobat sedikit pembahasan Pak HaBe tentang bahan membuat kandang itik, jenis-jenis kandang itik, dan pengelolaan kandang itik.

Menyeleksi Itik Yang Tidak Produktif

Telah dijelaskan di postingan sebelumnya bahwa secara genetik, kualitas itik sangat bervariasi. Berdasar hal tersebut, pengelolaan ternak itik memerlukan ketrampilan yang tinggi agar dapat menghasilkan keuntungan. Mengelola peternakan itik mempunyai nilai seni tersendiri loh sobat, dalam artian bahwa peternak harus terlibat total dan untuk memerhatikan setiap kondisi yang berkaitan dengan penampilan dan produksi itik.

Pada peternakan itik, peternak harus melakukan seleksi setiap saat, yaitu jika menemukan itik yang tidak produktif, maka harus segera dikeluarkan. Pada sekelompok itik yang berjumlah 100, kemungkinan ada sekitar 30 ekor berproduksi sangat baik, 40 ekor berproduksi sedang dan 30 ekor berproduksi rendah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah secepat-cepatnya sobat mengeluarkan itik yang tingkat produksinya rendah atau bahkan justru tidak berproduksi sama sekali. Itik yang tidak pernah bertelur dapat dilihat dari lubang anusnya yang sempit (kloaka sempit), sedangkan yang pernah atau sering bertelur pasti akan terlihat lebih lebar. Ciri lain dari itik yang tidak atau jarang bertelur secara fisik biasanya terlihat lebih gemuk, dan kondisi bulunya masih bagus mengkilap. Itik tersebut sangat merugikan, karena makannya banyak tetapi tidak bertelur. Ngabis-ngabisin duit ya sobat? haha.

Menyeleksi Itik Yang Tidak Produktif


Untuk memudahkan proses seleksi, itik sebaiknya ditempatkan pada kandang yang bersekat, dan setiap kelompok paling banyak 50 ekor. Itik yang dikandangkan dalam kelompok besar, akan menyulitkan dalam proses seleksi, kecuali apabila peternak sudah mahir untuk mengamati itik mana yang tidak produktif.

Cara yang bisa dilakukan untuk menentukan apakah itik bertelur atau tidak bertelur adalah dengan memeriksanya pada sore hari menjelang itik tidur. Itik akan bertelur pada saat fajar pagi. Pada sore hari, telur itik sudah terbentuk di dalam saluran reproduksi di perutnya. Telur yang sudah terbentuk tersebut dapat diraba dari luar. Jadi untuk memeriksa apakah itik besok bertelur atau tidak, pegang itik tersebut, kemudian raba pada bagian perutnya. Apabila terasa ada bulatan telur di perutnya, berarti itik tersebut besok akan bertelur. Itik yang bertelur sebaiknya diberi tanda, sehingga setelah beberapa hari jika ditemukan itik yang tidak pernah bertelur dipisahkan tersendiri, dan kalau memang tidak produktif lebih baik segera dijual atau diapakan dah sobat yang sekiranya tidak menambah jatah pengeluaran nantinya. Lebih baik memelihara itik 60 ekor tetapi produksinya 55 butir daripada memelihara 100 ekor produksinya 60 butir. Benar gak sobat?? :)

Pemilihan Lokasi Kandang Itik

Kandang itik sangat bervariasi dalam bentuk dan bahan yang digunakan. Pada dasarnya kandang itik berfungsi untuk memberikan lingkungan yang nyaman bagi itik yang menempatinya, untuk tempat istirahat, tempat bertelur dan tempat untuk makan minum.

Dalam membuat kandang itik, kadang terdapat salah persepsi dari masyarakat. Itik memang merupakan hewan yang menyukai air, dari bentuk tubuhnya juga menunjukkan bahwa itik merupakan binatang yang akrab dengan air, yaitu adanya selaput renang pada kaki dan bentuk paruh yang cocok digunakan untuk mencari makan dalam air. Namun demikian, pada kenyataannya, apabila lingkungan itik basah, becek dan lembab, dapat dipastikan bahwa produksi telurnya tidak banyak

Kandang Itik 3

Pada musim hujan, produksi telur juga lebih rendah dibanding pada musim kemarau. Secara logis dapat dijelaskan bahwa pada kondisi basah dan lembab, baik karena lingkungan kandang maupun dari aktivitas berenang, maka itik memerlukan ekstra energi untuk melakukan aktivitas renang, ataupun untuk mengeringkan tubuhnya yang basah. Dengan demikian, maka energi pakan banyak digunakan untuk aktivitas tersebut, sehingga untuk keperluan produksi telur akan berkurang.

Berdasarkan uraian di atas maka apabila membangun kandang itik harus dibuat kontruksi agar kondisi kandang tetap kering dan bersih. Air bagi pemeliharaan itik secara intensif, hanya diperlukan untuk minum saja. Itik tidak perlu disediakan air untuk aktivitas berenang, kecuali apabila itik mendapat kesempatan untuk mendapat makanan tambahan dari air tersebut misalnya air dari sungai atau selokan yang mengalir, sehingga terdapat ikan-ikan kecil, keong, lumut, ganggang, dan Iain-Iain.

Namun demikian, perlu diperhatikan jika membuat kandang itik dengan menggunakan bagian dari sungai atau selokan. Hal ini terkait dengan sifat itik yang suka mencari makanan di tebing sungai atau selokan yang berair, sehingga sering merusak tebing tersebut dengan paruhnya.

Untuk pemelihan lokasi kandang itik Pak HaBe sarankan sebaiknya di daerah yang jauh dari kawasan pemukiman. Seperti yang sudah ditulis di postingan "Memulai Usaha Ternak Itik", kotoran itik yang lumayan berbau kurang sedap dan juga suara ribut dari gerombolan itik dapat menimbulkan gangguan dengan tetangga sekitar.

Kandang Itik 1


Oleh karena itu sobat disarankan tidak memelihara itik di kawasan pemukiman padat penduduk, namun pengecualian jika di daerah itu warga sekitarnya banyak yang sedang beternak itik. Salah satu tips buat sobat agar bau yang dihasilkan dari itik tidak begitu menyengat, sobat harus biasakan untuk tidak terlambat dalam pemberian pakan dan menjaga agar kandang dalam kondisi kering jangan sampai becek.

Disamping itu, hal yang perlu dipertimbangkan adalah sirkulasi udara. Perlu dipertimbangkan apakah di lokasi yang akan dibangun kandang itik terdapat aliran udara yang cukup lancar. Jangan membangun kandang itik di lokasi yang "mati angin" yaitu pada daerah yang tidak ada hembusan angin, contohnya di daerah cekungan dan di antara bangunan-bangunan tinggi.

Daerah ideal adalah apabila daerah tersebut sehari-hari ada hembusan angin namun anginnya tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat, serta angin mengarah menjauh dari wilayah pemukiman penduduk. Fungsi aliran udara adalah menjaga kesegaran kandang, yaitu dengan memasukkan udara bersih ke dalam kandang dan membuang gas pengganggu yang dihasilkan oleh kotoran ke luar kandang. Apabila dibangun kandang yang panjang, akan lebih baik jika panjang kandang memotong arah angin. Jika arah angin setiap hari ke arah utara-selatan, maka kandang dibuat membujur ke arah barat-timur.

Pada lokasi kandang, sebaiknya terbuka dan tidak terdapat naungan yang terlalu rimbun. Lokasi kandang, terutama bagian umbaran, harus terbuka, sehingga panas matahari dapat langsung memancar, sehingga cepat kering. Apabila terdapat naungan yang rimbun, maka kondisi halaman kandang akan lembab. Lebih baik apabila lahan yang ditempati kandang berupa tanah berpasir.

Kandang Itik

Dengan tanah yang berpasir, maka air di permukaan tanah akan cepat meresap ke dalam tanah dan tidak lengket. Berbeda apabila terdiri dari tanah liat, apabila hujan atau terdapat tumpahan air minum, halaman kandang akan cepat becek dan lengket sehingga air susah meresap ke dalam tanah.

Dan kaki itik yang mempunyai selaput renang yang cukup lebar akan membawa tanah liat yang lengket merata ke seluruh kandang. Itik akan selalu bergerak dari tempat makan ke tempat minum. Aktivitas gerak itik inilah yang mempercepat dan meratakan kandang menjadi becek.

Sabtu, 07 September 2013

Jenis Itik Yang Cocok Untuk Diternakkan

Ternyata gak semua jenis itik cocok untuk diternakkan loh sobat. Jenis Itik petelur lokal yang cocok yang biasanya banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya ada tiga jenis. Yang pertama itu Itik Jawa yang biasanya orang-orang nyebutnya dengan istilah Indian Runner. Itik jenis dikembangkan di daerah Jawa. Yang kedua yaitu Itik Bali, sesuai dengan namanya itik ini berkembang di pulau Bali. Serta yang ketiga adalah Itik Alabio yang kebanyakan ada di pulau Kalimantan bagian Selatan. Tiga jenis itik yang Pak HaBe sebutkan barusan terkenal dikalangan peternak dan pembudidaya sebagai itik yang mempunyai tingkat produksi telur yang relatif atau bahkan bisa dikatakan tinggi.

Sampai saat ini yang masih menjadi kendala dalam pembibitan itik lokal adalah belum adanya hasil usaha pembibitan yang dapat menyediakan bibit komersial dalam jumlah yang banyak seperti pada ayam potong maupun ayam petelur. Oleh karena itu, pernyataan bahwa suatu jenis itik lokal lebih unggul dibanding itik lokal yang lain, boleh dikatakan masih sangat kondisional, yaitu tergantung dari asal masing-masing itik yang dibandingkan, serta daerah dimana dan oleh siapa itik-itik tersebut dikembangkan.

1. Itik Jawa

Itik Jawa
Itik Jawa
Itik petelur yang terdapat di Indonesia ada beberapa jenis. Di pulau Jawa itik petelur umumnya berasal dari jenis Indian Runner, yaitu itik dengan bulu berwarna variasi antara coklat, hitam, dan putih. Itik tersebut, dalam perkembangannya menurunkan beberapa jenis itik, di antaranya adalah Itik Tegal, Itik Cirebon atau Itik Karawang, Itik Mojosari, Itik Magelang, dan Itik Bantul atau Itik Turi. Namun jenis itik ini sekarang telah tersebar luas di seluruh Indonesia.

Secara umum itik-itik lokal mempunyai bentuk yang mirip seperti: posisi berdiri tegak, bentuknya seperti botol dengan telur berwarna biru kehijau-hijauan. Itik tersebut biasanya gesit dan lincah.
Keadaan lingkungan serta kesenangan peternak akan warna dan bentuk tertentu menjadikan itik terseleksi, dan berkembang sesuai lingkungan daerahnya masing masing.

Ukuran tubuh dari masing-masing jenis menjadi berbeda, demikian pula penampilan fisik juga terdapat perbedaan. Sebagai contoh, Itik Magelang mempunyai ciri fisik yaitu terdapat "kalung" di lehernya, yaitu warna putih yang melingkar di leher, yang jarang terdapat di daerah lain, serta tubuhnya lebih besar.
Itik Turi, yang juga dikenal juga sebagai Itik Mataram, mempunyai proporsi tubuh lebih besar dibanding Itik Mojosari, lehernya lebih panjang, paruh lebih cembung, dan mata lebih besar. Namun demikian dalam perkembangannya, beberapa peternak antara satu daerah dengan daerah lain saat ini sudah tidak fanatik dengan itik daerahnya. Sebagai contoh, peternak Itik Tegal, banyak yang mengambil bibit itik dari Cirebon. Peternak di Bantul mengambil bibit di Mojosari, serta pembibit di Mojosari mengambil bibit di Tegal.

2. Itik Bali

Itik Bali
Itik Bali
Sesuai dengan namanya, Itik Bali berkembang di pulau Bali. Secara fisik, Itik Bali terlihat berbeda dengan Itik Jawa, yaitu ukuran tubuh reletif lebih besar, warna bulunya lebih terang (putih) dan terdapat jambul di kepalanya. Warna paruh dan kaki Itik Bali kebanyakan adalah kuning. Warna kerabang telur juga bebeda, yaitu biru muda, mendekati warna putih. Sebagaimana Itik Jawa, Itik Bali mempunyai tingkat produksi telur sekitar 200-270 butir per tahun.

3. Itik Alabio

Itik Alabio
Itik Alabio
Itik Alabio berkembang di daerah Kalimantan Selatan, tepatnya di sekitar 190 km arah utara kota Banjarmasin. Di daerah asalnya, itik ini banyak dikembangkan di daerah rawa-rawa atau sungai dengan kandang terapung yang biasa disebut dengan lanting.
Ciri spesifik: badannya relatif besar dengan sikap berdiri tidak terlalu tegak. Paruh dan kaki berwarna kuning, baik jantan maupun betina. Warna bulu didominasi warna coklat keabuan dengan tutul agak kuning pada betina dan tutul hitam pada jantan di sekitar punggung. Ujung sayap berwarna biru kehijauan pada betina, sedangkan pada jantan biru jingga. Pada jantan bulu ekor berwarna hitam dengan beberapa helai mencuat ke atas. Puncak kepala berwarna hitam. Dengan tubuh yang besar, Itik Alabio mengkonsumsi pakan lebih banyak, sedangkan telurnya relatif kecil dibanding telur itik lainnya. Oleh karena itu, di wilayah lain, kurang disukai oleh peternak.

4. Itik Impor

Itik Khaki Campbell
Itik Khaki Campbell
Disamping itu, terdapat beberapa jenis itik impor yang mempunyai kemampuan produksi lebih baik dibanding itik lokal. Itik impor telah mengalami seleksi dan pengembangan yang intensif sehingga dihasilkan bibit yang terjamin produktivitas dan kualitasnya. Namun demikian, itik impor tersebut kurang diminati oleh peternak, karena warna telurnya lebih terang, mendekati warna putih. Contoh itik yang pernah diimpor di Indonesia adalah Itik Cherry Valey 2000 INA dan ftik Khaki Campbell.

5. Itik Persilangan
Dalam jumlah yang masih minim, Itik silangan lokal di antaranya adalah Itik Ratu, yaitu silangan Itik Alabio dengan Itik Mojosari, dikembangkan oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul Domba Kambing dan Itik Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, juga telah mengembangkan itik silangan, yaitu antara Itik Tegal, Itik Alabio, dan Itik Khaki Champbell dengan berbagai variasinya. Itik persilangan diketahui memiliki produksi telur yang lebih tinggi dibanding itik lokal, tetapi sampai saat ini keberadaannya masih sulit ditemukan, karena masih dalam jumlah terbatas.

Jumat, 06 September 2013

Memulai Usaha Ternak Itik

Untuk memulai usaha ternak itik, langkah awal yang harus sobat lakukan adalah memilih apakah akan memulai dengan memelihara anak itik atau biasa disebut (meri) atau langsung membeli itik yang sudah siap untuk bertelur. Bagi pemula Pak HaBe sarankan sebaiknya memulai usaha dari itik yang sudah siap bertelur.

Dalam proses memelihara itik dengan start awal adalah anak itik (meri), sobat sangat butuh yang namanya kesabaran dan ketekunan yang tinggi, selain pengetahuan tentang tata cara pemeliharaan yang benar dan baik, dan mempertimbangkan perhitungan ekonominya. Dalam masa pertumbuhannya, itik sangat memerlukan pakan yang lumayan banyak, sehingga kemungkinan besar peternak atau pembudidaya yang baru menekuni usaha itik akan kaget melotot-lotot dengan besarnya biaya pakan ternak yang diperlukan sampai itik bisa berproduksi. Itik memerlukan waktu sekitar kurang lebih 6 bulan untuk sampai pada periode produksi. Dengan waktu yang panjang tersebut, apabila tidak didukung dengan ketersediaan sumber pakan yang murah, maka peternak dapat kehabisan modal akibat besarnya biaya pakan yang dikeluarkan.

Apabila sobat memutuskan untuk memulai usaha budidaya atau ternak itik dengan itik dara (bayah), maka hal yang diperlukan sobat yaitu pengetahuan tentang ciri-ciri itik yang baik dan yang cukup umur (kurang lebih sekitar 5 sampai menjelang 6 bulan). Bagi pemula (newbie) disarankan untuk mencari informasi dari peternak itik yang benar-benar sudah berpengalaman. Kalau bisa minta bantuan untuk mendampingi dalam memilih itik yang akan dibeli. Tentu saja apabila meminta bantuan harus yakin bahwa orang tersebut mempunyai pengalaman serta kemampuan yang memadai serta dapat dipercaya.

Memulai Usaha Peternakan Itik

Dari ciri-ciri dan bentuk fisiknya, seekor itik bisa diprediksi apakah itik tersebut dapat bertelur atau dalam bahasa Jawa ”Ngendog”dengan baik atau tidak. Sehingga agar mendapatkan itik yang baik perlu meluangkan sedikit waktu untuk memilih satu per satu itiknya. Berikut Pak HaBe tuliskan ciri-ciri itik yang baik agar sobat gak salah pilih, di antaranya adalah:
  • Tubuh terlihat padat.
  • Berukuran tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus seperti kurang gizi
  • Mempunyai bulu yang halus, kering, dan lembut.
  • Untuk bentuk paruh lebih cembung dan sedikit panjang.
  • Mata terlihat besar, bersinar, sehat , dan berbentuk bulat.
  • Mempunyai leher yang kecil dengan tubuh belakang lebih besar
  • Terlihat bulu-bulu halus untuk itik yang masih belum pernah bertelur

Itik biasanya mulai bertelur pada kisaran umur enam bulanan sobat, akan tetapi harus disediakan waktu dalam penyesuaian dengan lingkungan baru, seperti pakan ataupun kandang

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah saat memulai usaha beternak. Harga itik di pasaran mempunyai fluktuasi yang tajam, kadang murah, kadang juga sangat mahal. Selain terkait dengan penawaran dan permintaan, maka faktor harga pakan juga mempengaruhi harga itik. Fenomena yang umum adalah pada saat harga bahan pakan mahal, maka harga pasaran itik murah, sedangkan pada saat harga pakan murah, harga itik menjadi mahal. Salah satu harga bahan pakan yang cukup berpengaruh adalah harga bekatul, karena bekatul merupakan bahan pakan yang banyak digunakan oleh peternak itik. Pada saat panen raya, di mana harga bekatul murah, maka harga itik mahal. Hal ini dapat dimaklumi, karena dengan murahnya harga bahan pakan, akan menarik peternak untuk meningkatkan jumlah ternaknya. Karena banyak yang memerlukan bibit, maka wajar jika harga itik menjadi lebih mahal. Sebaliknya pada saat harga pakan mahal, tidak banyak yang berminat untuk membeli itik. Atas dasar gambaran tersebut, sobat pasti tau kapan sebaiknya memutuskan untuk memulai usaha?

Disamping hal di atas, yang perlu dijadikan pertimbangan adalah jenis itik yang akan dipelihara. Di Indonesia terdapat beberapa jenis itik lokal maupun eks impor, yang masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. (Untuk postingan selanjutnya Pak HaBe akan tuliskan artikel jenis-jenis itik yang biasanya digunakan untuk budidaya atau peternakan). Bagi peternak pemula, langkah yang perlu diperhatikan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya terutama dari peternak itik yang sudah lama menjalankan usahanya di daerah di mana akan dilaksanakan pemeliharaan.

Masing-masing jenis itik yang ada di suatu daerah, biasanya sudah mengalami penyesuaian dengan lingkungan di mana itik tersebut dikembangkan, disamping peternak setempat sudah mempunyai keterikatan karena kebiasaan dalam memilih itik. Hal ini dapat mempengaruhi harga pasaran itik, yaitu itik yang biasa dikenal dan sudah menjadi favorit untuk kalangan peternak setempat mempunyai harga yang lebih mahal.