Comments

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Lima Aplikasi Cuaca Wajib Coba di iOS

California - Aplikasi cuaca yang kini tengah populer adalah Yahoo! Weather. Lewat aplikasi tersebut, Anda bisa memperoleh informasi mengenai kondisi cuaca, serta suhu udara secara real time. Selain memberikan informasi cuaca di tempat Anda berada, Yahoo! Weather juga mampu mendeteksi kondisi di tempat lainnya.

Kesuksesan Yahoo! Weather, rupanya menarik perhatian pengembang aplikasi. Mereka pun berlomba-lomba menghadirkan aplikasi sejenis dengan desain yang beragam. Berikut pilihan aplikasi cuaca bagi Anda pengguna perangkat berbasis iOS, yang dilansir dari situs CNET, Rabu, 21 Mei 2014.

Dark Sky

Tidak seperti aplikasi informasi cuaca yang memberikan kondisi terkini. Dark Sky dapat memberikan prediksi mengenai cuaca buruk. Memprediksi cuaca bukan lagi menjadi tugas dari ilmuwan, melainkan bisa dilakukan lewat pendeteksian lokasi.

Ketika terdapat prediksi mengenai cuaca buruk, secara otomatis notifikasi akan muncul di telepon pintar atau sabak digital Anda. Sehingga, Anda tidak perlu lagi khawatir untuk bepergian keluar rumah. Untuk ukuran sebuah aplikasi, biaya unduhannya cukup mahal, yakni US$ 3,99 atau Rp 45.900.

Haze

Lewat aplikasi ini, Anda akan memperoleh gambaran lebih detail mengenai kondisi cuaca terbaru. Informasi terdiri dari arah dan kecepatan angin, bahkan prediksi mengenai kapan waktu matahari bersinar secara penuh.

Ketika Anda menyentuh pilihan menu temperatur yang terletak di bagian tengah layar, akan muncul lima lingkaran yang menunjukkan gambaran mengenai kondisi cuaca secara lengkap. Informasi tersebut juga dilengkapi dengan animasi.

Sayangnya, aplikasi ini tidak mendukung jika digunakan di tempat terpencil. »Ini hanya terbatas di digunakan di wilayah perkotaan,” tulis CNET. Biaya unduhannya yaitu US$ 2,99 atau Rp 34.400.

Perfect Weather

Aplikasi ini direkomendasikan jika Anda ingin mengetahui kondisi cuaca di banyak tempat. Ketika meninjau tempat Anda sedang berada, Anda juga akan otomatis memperoleh gambaran cuaca di kota sekitar Anda.

Tampilan informasi digambarkan dalam bentuk peta. Sayangnya, aplikasi ini hanya bisa digunakan untuk memperoleh informasi cuaca di wilayah Amerika Serikat.

Weather Line

Weather Line berfokus kepada informasi mengenai perubahan cuaca yang digambarkan melalui infografis. Anda bisa memperoleh update informasi cuaca per jam, per hari, bahkan per bulan. Meskipun menggambarkan secara detail, penampilan aplikasi ini terbilang sederhana dengan hanya didominasi warna putih, abu-abu, dan biru muda.

Anda bisa menambahkan kota mana saja yang ingin Anda ketahui kondisi cuacanya. Kota yang berada di luar negeri pun bisa ditambahkan. Namun tidak semua suhu udara ditampilkan di aplikasi ini. Untuk mengunduhnya, Anda harus membayar US$ 1,99 atau Rp 22.800.

Out Cast

Ini lebih tepat disebut sebagai aplikasi penunjuk. Selain mengutamakan kondisi cuaca terkini, Out Cast juga memberikan detail informasi mengenai kondisi cuaca selama 12 jam terakhir. Ada juga informasi mengenai ketinggian gelombang, jika Anda menggunakannya di wilayah yang dekat dengan laut.

Meskipun lengkap, sayangnya Out Cast tidak dapat menunjukkan kondisi cuaca di banyak tempat sekaligus. Anda harus membayar US$ 1,99 atau Rp 22.800 untuk mengunduhnya.

Diambil dari sumber: TEMPO.CO

Kamis, 30 Januari 2014

Perbedaan Paket Internet Berbasis Kuota & Unlimited (Untung Ruginya)

Perbedaan Paket Internet Berbasis Kuota & Unlimited (Untung Ruginya) - Belakangan ini kebutuhan akan konsumsi paket data internet semakin bertambah di tengah masyarakat. Hal ini tidak lepas dari peran berbagai jenis gadget yang banyak beredar di pasaran saat ini yang semakin memudahkan para pengguna gadget untuk mengakses dan berselancar di internet. Kebutuhan akan internet ini kemudian disadari oleh para operator atau provider seluler sebagai penyedia jasa komunikasi untuk menghadirkan berbagai pilihan paket internet yang sangat beragam.

Harga yang ditawarkan pun sangat bervariasi, dengan service atau paket yang juga berbeda mulai dari paket berbasis kuota hingga unlimited alias tidak terbatas. Sebagian besar masyarakat tentu akan memilih paket unlimited karena dianggap dapat memanfaatkan internet sepuasnya tanpa ada batasan apapun. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar karena paket data internet berbasis kuota pun juga memiliki kelebihannya sendiri. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari paket data berbasis kuota maupun unlimited?

Nah pada posting kali ini mimin akan coba memberikan sedikit penjabaran berdasarkan opini dari mimin sendiri tentang keuntungan dan kerugian dari memilih paket data internet, dimulai dari pilihan paket unlimited.

Paket internet unlimited


Meskipun dinamakan paket "unlimited" yang berarti "tidak terbatas", namun ternyata pilihan paket ini tetap memiliki batasan-batasan tertentu jika ingin menikmatinya. Terbatasnya kecepatan adalah salah satu kekurangan dari pilihan paket ini. Ya meskipun tidak ada batasan pada besaran bandwidth data, namun keterbatasan terletak pada kecepatan sehingga untuk mengakses suatu halaman web atau lainnya dibutuhkan waktu yang lebih lama. Maka tidak heran jika banyak pengguna paket data unlimited mengeluhkan lambat atau lemotnya kecepatan yang disajikan.

Namun beberapa operator atau provider GSM tetap memberikan kecepatan penuh pada pilihan paket data internet unlimited meski kita akan tetap dibatasi dengan FUP atau batas pemakaian wajar. Jadi setelah kita telah melewati FUP, maka kecepatan akses internet akan dikurangi dengan signifikan meskipun kita akan tetap dapat mengaksesnya sesuka kita. Bagi yang belum jelas atau belum mengerti soal FUP, silahkan baca artikel apa itu FUP pada paket internet.

Paket internet berbasis kuota


Meski dibatasi dengan kuota atau istilah awamnya "dijatah" (diberikan jatah tertentu), ternyata pilihan paket yang satu ini juga tidak sedikit. Hal ini karena harga yang ditawarkan relatif lebih murah sehingga dianggap sebagai pilihan yang cocok untuk menghemat biaya khususnya untuk masalah internet. Keunggulan dari paket jenis ini adalah kecepatan akses data yang dapat dinikmati tidaklah dibatasi seperti pada paket unlimited sehingga pengguna dapat mengakses internet dengan lebih cepat. Namun jika kita telah menggunakan keseluruhan jatah atau kuota yang ditentukan, maka kita akan dikenakan biaya tambahan yang besarnya bervariasi untuk tiap provider penyedia service internet. Selain cepat, kuota yang ditawarkan pun biasanya lebih besar jika dibandingkan dengan "jatah" FUP pada paket internet unlimited.

Kesimpulan


Jadi berdasarkan hal-hal yang mimin tulis diatas, tentu saja kedua pilihan paket tersebut memiliki untung rugi dimana memang disesuaikan untuk kebutuhan masing-masing pengguna. Pilihan paket berbasis kuota akan lebih menguntungkan jika kita tidak terlalu banyak menggunakan service internet (misalnya pengguna smartphone) karena lebih murah dan cepat. Namun pilihan paket ini tidaklah cocok untuk para pengguna yang "benar-benar hidup di internet" atau para penggila download dengan besaran bandwidth yang diatas rata-rata karena terbatasnya jatah dan akan dikenakan biaya tambahan jika telah melewati jatah tersebut.

Sedangkan untuk pilihan paket unlimited sangat cocok bagi mereka yang "hidup dengan internet" karena "daya jelajah" mereka tidak dibatasi, namun mereka harus sedikit bersabar untuk menunggu "loading" karena kecepatan yang dibatasi. Jadi yang manakah paket internet yang cocok untuk kamu? Keputusan sepenuhnya ada di tanganmu. Semoga bermanfaat :D

Rabu, 11 September 2013

Jika BBM Hadir Di Platform Lain (Android & iOS)

Jika BBM Hadir Di Platform Lain (Android & iOS) - Kabar tentang akan hadirnya aplikasi chatting populer BlackBerry Messenger pada dua platform populer yakni iOS dan Android menuai banyak respon bagi para pengguna smartphone, khususnya untuk pengguna Android, iPhone dan BlackBerry sendiri. Banyak yang antusias menyambut kedatangannya, namun tidak sedikit pula yang tidak menyukainya karena menganggapnya sebagai hal negatif.
BBM untuk iPhone dan Android

Hari - hari menjelang peluncurannya pun semakin dekat dan sudah banyak yang tidak sabar untuk segera "mencicipi" nya. Disadari atau tidak, memang kehadiran aplikasi chatting ini menjadi sebuah kontroversi bahkan sebelum BlackBerry memutuskan untuk merilisnya untuk platform Android dan iOS. Dan apa yang akan terjadi jika sekiranya aplikasi ini benar - benar muncul di Android dan iOS? Berikut akan saya kemukakan pendapat saya tentang hal ini baik dari sisi positif maupun negatif :

Sisi positif


1. Tidak perlu membeli BlackBerry untuk menikmati fitur BBM

Ini menjadi hal pertama yang menurut saya positif. Mengapa? Fakta yang saya temui di lapangan adalah sebagian besar pengguna BlackBerry saat ini dengan "terpaksa" memiliki BB untuk keperluan pekerjaan atau kantor. Karena memang BBM masih menjadi aplikasi chatting favorit banyak orang.

Hadirnya BBM ke Android dan iOS akan "membebaskan" mereka dari "keterpaksaan" menggunakan perangkat BB karena mereka dengan leluasa dapat menikmatinya pada perangkat smartphone dengan OS Android (versi 4.0 ke atas) dan iOS (versi 6 keatas) mengingat perangkat BB juga tidak terlalu smart dan tidak cukup tangguh untuk mengerjakan hal - hal yang biasa di lakukan di perangkat iPhone atau Android.

2. Memperlancar komunikasi dengan teman pengguna BB

Selama ini saya sendiri agak terkendala untuk berkomunikasi dengan teman yang menggunakan perangkat BB. Memang rata - rata pengguna BB hanya memanfaatkan aplikasi chatting bawaannya itu untuk berkomunikasi karena berbagai alasan, salah satunya adalah mereka takut perangkatnya akan lebih lemot dari sebelumnya. Memang dengan memasang aplikasi chatting tambahan dengan dukungan lintas platform, perangkat BB akan semakin terasa "berat" sehingga mereka merasa enggan dan memilih untuk tidak menggunakannya.

3. Memperlancar komunikasi khususnya untuk bisnis (maybe?)

Seperti yang saya tulis pada point pertama, aplikasi ini begitu populer di masyarakat, dan memang memiliki nilai "gengsi" tersendiri bagi beberapa orang khususnya para remaja. Dan bagi sebagian orang yang sudah berpengalaman, BBM merupakan "ladang" untuk meraup keuntungan dengan bisnis online nya. Hadirnya apps ini pada perangkat populer ber-OS Android dan iOS akan memperluas pasar para pebisnis online yang memanfaatkan BBM.

Sisi Negatif


1. Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh

Pernahkah ketika anda mengobrol dengan teman, ia malah asyik BBM-an? Ya seperti itulah gambarannya kira - kira. Ini akan membuat sebagian orang (termasuk saya) merasa sangat risih jika lawan bicara tidak terfokus pada pembicaraan dan malah asik sendiri dengan "pembicaraan" online dengan orang yang sesungguhnya jauh. Dan semakin banyak orang yang merasa tidak dihargai kerena diperlakukan demikian.

2. Gangguan broadcast 4l4y

Ini sudah menjadi penyakit lama bagi para pengguna BBM. Berbagai macam broadcast bertebaran mulai dari yang penting hingga sama sekali tidak penting. Tidak jarang pula berbagai pesan HOAX bertebaran melalui broadcast ini. Sangat mengganggu sekali. Setidaknya mereka harus tau etika broadcast di aplikasi messenger sebelum memutuskan untuk menyebarkan pesan.

3. Semakin banyak ditemui orang yang berjalan sambil menunduk

Saya sering sekali menemui siswa yang berjalan sambil menunduk, memandangi perangkat BB nya untuk membaca dan membalas pesan BBM. Bahkan tidak jarang saya menemui orang yang mengendarai motor sambil memandangi ponselnya itu untuk chatting.

Hal ini bisa saja menular pada pengguna perangkat selain BB jika aplikasi BBM benar - benar dirilis untuk platform lain.

4. Akan semakin banyak orang yang menderita sakit kepala

Sebagian pengguna BB pasti pernah mengalami sakit di bagian belakang kepala dekat leher. Hal itu terjadi karena mereka terlalu lama menunduk dan berfokus pada ponselnya. Mengingat pengguna aplikasi BBM cenderung lebih banyak "mengoceh" dibandingkan dengan pengguna apps chatting lain sehingga "lawan bicara" di BBM akan dipaksa untuk terus berfokus pada pesannya. Karena tidak jarang pengguna akan menggunakan fitur PING!!! yang terkut*k itu jika pesannya tidak segera dibalas.

Tambahan, sisi negatif bagi perusahaan BlackBerry sendiri


Akan menghancurkan bisnis perangkat keras (ponsel) mereka

Kehadiran aplikasi BBM ke platform lain secara tidak langsung akan menurunkan minat masyarakat untuk membeli perangkat BlackBerry. Orang akan berpikir "untuk apa beli BlackBerry jika BBM ada di perangkat yang lebih canggih?" Toh memang alasan utama orang membeli perangkat BB agar bisa menikmati fitur BBM.

Meski demikian saya yakin ini justru adalah langkah untuk menyelamatkan perusahaan mereka mengingat perangkat andalan mereka dengan OS yang baru (BB10) tidak terlalu laku dipasaran. Bagaimana bisa mereka menyelamatkan perusahaan dengan cara ini? Hal tersebut sudah pernah saya bahas jauh sebelumnya pada posting BBM for Android & iOS, Gerakan untuk menyelamatkan BlackBerry.

Ada pendapat lain? Silahkan berkomentar.

Kamis, 23 Mei 2013

BBM Untuk Android & iOS, Gerakan Untuk Menyelamatkan BlackBerry

BBM Untuk Android & iOS, Gerakan Untuk Menyelamatkan BlackBerry (Analisa, Prediksi & Opini DG558) - Berita tentang akan tersedianya fitur chatting terkenal BlackBerry Messenger atau disingkat dengan BBM pada platform Android dan iOS kian hangat diperbincangkan dan dipertanyakan. Setelah saya memposting tentang BBM cross platform untuk Android & iOS, saya mulai penasaran apa yang sebenarnya maksud dibalik semua ini? Karena tidak mungkin bukan seorang CEO mengambil sebuah keputusan besar tanpa ada maksud dibelakangnya?

BBM untuk Android & iOS
Sumber gambar: kompas.com
Apakah ini sebuah langkah "bunuh diri" bagi BlackBerry? Atau "gerakan putus asa"? Ya, kedua hal itulah yang membuat saya penasaran dan memicu saya untuk membahas masalah tersebut pada posting ini. Untuk pertanyaan pertama saya rasa tidak mungkin, tapi untuk pertanyaan kedua? Mungkin saja. Jika dilihat dari masalah penjualan hardware atau handset dari BlackBerry sendiri yang mengalami penurunan, mungkin saja memang langkah ini adalah langkah "hidup atau mati" bagi mereka atau seperti yang saya sebut diatas, ini adalah gerakan putus asa. Hal ini didukung dengan beberapa fakta di lapangan yang menunjukkan gagalnya sistem operasi terbaru mereka BB10 untuk mendongkrak penjualan handset BlackBerry secara signifikan, dimana mereka pernah mengatakan bahwa "tidak ada rencana B, BB10 adalah harapan kami" seperti itu kira - kira bunyi pernyataan yang pernah mereka lontarkan sebelum merilis OS BB10.
Read more »

Jumat, 18 Januari 2013

Perbandingan BlackBerry (Orlando) dengan Android (SE wt19i)

BlackBerry vs Android
Perbandingan BlackBerry (Orlando) dengan Android (SE wt19i) - Posting kali ini saya akan membahas tentang perbandingan handphone BlackBerry dengan smartphone Android berdasarkan pengalaman pribadi saya. Sebenarnya saya tidak terlalu suka membandingkan seperti ini, karena saya berusaha untuk bersikap netral, namun karena banyak permintaan dan pertanyaan dari teman saya tentang perbandingan saat saya menggunakan BlackBerry dulu dengan sekarang menggunakan smartphone Android, akhirnya saya memutuskan untuk membuat posting ini agar mereka yang bertanya bisa langsung membaca review saya di posting ini, sekaligus jadi ajang curhat saya. Hehehe :P

Jujur saja saya tidak pernah merasa puas saat menggunakan BlackBerry. Waktu itu saya memutuskan membeli BlackBerry atas saran teman saya, alasannya tidak lain adalah agar bisa BBM-an, disamping itu banyak kenalan dan teman saya yang memakainya. Dan waktu itu saya berpikir handphone itu akan bisa membantu dalam memudahkan pekerjaan saya karena beranggapan bahwa itu adalah sebuah "smartphone". Namun setelah membeli dan menggunakannya beberapa hari, saya sudah dibuat kecewa, karena saat sedang menerima kiriman lagu via bluetooth, tiba² saja hp saya itu hang. Namun saya tidak menganggap itu sebagai hal besar. Namun yang membuat saya jengkel, belum 1 bulan saya beli, handphone itu sudah mengalami error (error JVM ***) dan tidak berhenti disitu, selama 3 bulan saya menggunakannya, handphone itu error hingga 9 kali, meskipun saya "hanya" membawanya ke tukang service 2 kali dan ke service center sekali (karena terlalu parah, pertama error JVM, kdua bootloop, trakhir error JVM lagi). Untunglah yang terakhir kali saat klaim garansi di service center masih bisa dan saya putuskan untuk langsung menjualnya. Entah saya terlalu memaksa menggunakannya atau bagaimana hingga error seperti itu.

Akhirnya uang hasil jual BlackBerry itu (Orlando, Curve 9380) saya gunakan untuk membeli Smartphone Android yang saya gunakan saat ini (Xperia™ Live With Walkman) kesan pertama sungguh memuaskan, mengingat perbandingan harga antara keduanya cukup jauh pada saat itu (Orlando 3.350, LWW 1.9) namun kualitas yang saya rasakan sampai saat ini sangatlah jauh lebih baik dibandingkan dengan BlackBerry tersebut. Oke, ini dia perbandingannya :

Layar : layar terasa jauh lebih responsif pada LWW, terutama setelah upgrade ke Android versi 4.0

Kamera : Keduanya memiliki kapasitas yang sama, yakni 5 megapixel. Namun kamera di LWW terasa sedikit lebih baik dari segi kecepatan, LWW dapat mengambil gambar lebih cepat terutama jika menggunakan fitur sleep to snap nya (Setelah upgrade ke Android 4.0)

Loud speaker : sekali lagi nilai tambah untuk LWW. Double speaker nya mampu menyajikan suara yang berkualitas meski di perdengarkan dengan volume yang keras.

Earphone / Headset : salah satu aksesoris penting bagi saya, earphone bawaan LWW terasa jauh lebih bertenaga dan berkualitas, terutama jika menyajikan musik keras dengan detail indah seperti Dream Theater dan DragonForce.

Browsing : sangat tidak nyaman browsing menggunakan BlackBerry, terasa terlalu berat dan lelet. Berbeda dengan LWW yang cukup responsif meskipun menggunakan browser berat seperti Firefox.

Perpesanan / Chat : disinilah banyak orang tergoda oleh BBM. Padahal jika dibandingkan, messenger Android memiliki banyak pilihan. Saya sendiri menggunakan catfiz untuk messenger, sangat cepat, hampir tidak ada pending (sering kali pending terjadi karena pengguna lain sedang offline) ditambah lagi tidak perlu biaya langganan tertentu hanya untuk menggunakan fitur chat catfiz.

Multitasking : Anda bisa melihat sendiri di screenshot ini (bagian atas) saya menggunakan LWW untuk menulis artikel ini (meskipun editing tetap menggunakan PC), mendengarkan musik, menerima e-mail, membalas twitter, chat di catfiz dan FB, dan tidak ada kendala meski terkadang terasa sedikit lag jika ditambah harus browsing dengan smarphone ini. Pada BlackBerry terlalu berat untuk menjalankan lebih dari 3 aplikasi
Screenshot

Baterai : disinilah nilai lebih dari BlackBerry. Saya tidak pernah puas dengan kinerja.baterai di LWW saya, di BlackBerry masih lebih baik.

Push mail : Satu lagi nilai lebih untuk BlackBerry. E-mail dapat diterima secara real time untuk semua layanan e-mail. Namun jika saya menggunakan fitur autosync untuk gmail di LWW saya, hal ini akan seimbang antara keduanya (hanya berlaku untuk gmail).

Game : untuk yang satu ini, tentu lebih asik bermain game di LWW. Device ini sudah mampu memainkan game berat seperti Real Racing 2 meskipun harus mematikan (force stop) banyak aplikasi untuk bisa memainkannya dengan lancar (posisi stock ROM ICS). Game lain seperti Angry Bird Space sangat lancar disini. BlackBerry? Saya tidak menyarankan untuk bermain game di perangkat ini.
Screenshot Real Racing 2 Pada LWW
Screenshot Real Racing 2 Pada LWW

Download aplikasi : Sangat mudah download aplikasi di Android, serta banyak pilihan tersedia. Kecepatan downloadnya pun mengagumkan bagi saya. Pernah saya mengupdate satu aplikasi dengan ukuran file 25 mb+ yang selesai hanya dalam beberapa detik! Di BlackBerry, untuk membuka app world saja cukup lama, dan sering kali dibuat kecewa saat mendownload dengan kecepatannya yang super lemot. Aplikasi dengan ukuran file hanya 3-6 mb bisa memakan waktu lebih dari 10 menit (bisa dibuktikan sendiri) Belum lagi jika gagal, akan membuat perangkat semakin lemot.

Autotext : siapa bilang yang bisa autotext cuma Bebe? Ħăª ˚⌣˚Ħăª ˚=D ˚ Ħăª ˚⌣˚Ħăª ˘•=)) ™ meskipun keunggulan di BB adalah di perangkat BB sudah terinstall unicode yang membuat BB bisa membaca banyak jenis font. CMIIW

Kesimpulan : menurut saya pribadi, kualitas hardware BB sangaatlah jauh tertinggal. ex-BB saya dengan harga jauh lebih tinggi hanya bisa digunakan untuk BBM, e-mail dan telepon (mungkin karena saya tidak mampu memaksimalkannya) sedangkan LWW saya dengan harga jauh lebih rendah memiliki performa yang jauuuh lebih baik dan bisa digunakan untuk banyak hal sekaligus. LWW ini juga telah menggantikan fungsi modem saya sehingga tidak perlu 2 kali membeli paket data. Ditambah lagi saya jadi lebih mandiri karena bisa mengatasi sendiri masalah pada smartphone saya seperti bootloop dll karena utak atik nya yang tergolong mudah dan menyenangkan, yang pada BB tidak bisa saya lakukan karena caranya yang ribet (untuk flashing dll).

Sekali lagi ini hanya opini sekaligus curhat saya, jadi mohon maap ya jika ada kata yang tidak berkenan, terutama buat pengguna bebe. Jika anda tidak percaya, silahkan buktikan sendiri :) Ada yang mau menambahkan atau menyanggah? Silahkan tinggalkan komentar :)