Comments

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sony "Lens Camera" Akan Dinamai Sony Smart Shot?

Sony "Lens Camera" Akan Dinamai Sony Smart Shot? - Rumor tentang kehadiran aksesori kamera untuk smartphone dari Sony semakin hangat saja. Menjelang hari perilisannya yang diperkirakan akan digelar pada tanggal 4 September 2013 di ajang IFA yang diadakan di Berlin, Jerman perangkat ini kembali menampakkan dirinya. Namun jika sebelumnya aksesori yang konon dapat digunakan untuk perangkat Android dan iOS ini hadir dengan warna hitam, kini mereka hadir dengan warna putih yang membuatnya nampak sedikit lebih cantik.

Sony SmartShot
Aksesori yang sebelumnya dikenal dengan nama "Lens Camera" ini konon akan diperkenalkan dengan nama "Smart Shot" yang merupakan perpaduan dari nama Smart-phone dan Cyber-Shot. Menurut kabar dari Sony Alpha Rumors, aksesori untuk smartphone ini mampu merekam video HD 1080/30p dengan format MP4 dengan noise yang rendah meski merekam di tempat yang kurang pencahayaan. Pengguna dapat mengontrol (optical) zoom, exposure, white balance, dan fokus dari perangkat mobile yang anda gunakan.

Semua gambar yang diambil melalui aksesori ini akan disimpan pada memory smartphone dan memory pada kamera secara bersamaan. Berikut beberapa gambar penampakan dari Sony SmartShot dalam 2 versi, QX10 (berwarna putih) dan QX100 (berwarna hitam).
Sony SmartShot QX100
Aksesori kamera smartphone dari Sony
Sony SmartShot QX10
Sony SmartShot Putih
Referensi artikel dan sumber gambar : Sony Alpha Rumors

Kamis, 29 Agustus 2013

Cara Menghindari Dan Mencegah Malware Pada Android

Cara Menghindari Dan Mencegah Malware Pada Android - Virus atau malware sering kali menjadi issue yang dikaitkan dengan perangkat dengan sistem operasi Android. Konon gadget yang menggunakan sitem operasi yang memiliki icon robot hijau lucu ini sangat rentan terhadap serangan virus atau malware terutama bagi mereka yang telah melakukan rooting pada perangkat yang dimilikinya (BACA: Apa itu malware? & Apa itu root?).

Malware menyerang komputer (Ilustrasi)
Benarkah Android yang telah di root akan lebih mudah terkena virus? Hal ini masih menjadi perdebatan. Beberapa pihak menyatakan bahwa hal ini memang benar adanya, namun beberapa yang lain juga membantahnya karena bagi mereka justru rooting pada perangkat Android memberikan banyak keuntungan. Sebenarnya issue keamanan seperti ini sudah menjadi topik lama, bahkan salah satu OS yang mengklaim dirinya "kebal virus" sekalipun tetap bisa dimasuki virus. Untuk itulah mengapa diciptakan Anti Virus agar dapat memblokir atau melawan malware - malware berbahaya yang tentu saja tidak kita inginkan.

Intinya, untuk mencegah masuknya virus pada perangkat termasuk disini Android, yang paling penting dan berperan besar untuk melakukannya adalah sang pengguna sendiri. Karena yang bisa melakukan kontrol penuh terhadap perangkat adalah sang pemilik atau pengguna tentunya. Nah pada posting kali ini Dunia Gadget 558 akan memberikan sedikit tips tentang cara menghindari dan mencegah malware pada Android. Yuk kita langsung saja ke TKP :D

1. Gunakan Aplikasi Anti Virus

Antivirus sengaja diciptakan untuk melawan dan memblokir malware atau virus. Untuk itu dirasa perlu untuk menginstal aplikasi macam ini jika anda menginginkan keamanan lebih pada perangkat Android yang anda miliki. Silahkan kunjungi Google Play : Antivirus dan pilihlah salah satu yang anda inginkan. Belum mengerti cara install aplikasi di Android? Silahkan baca panduannya di halaman Cara menginstal aplikasi di Android.

Jika anda bertanya kepada saya "Antivirus mana yang terbaik", saya tidak akan menjawab karena itu adalah hal yang relatif, tergantung selera dan penilaian masing - masing. Selain itu saya belum pernah menguji coba semua Antivirus yang ada. Saya sendiri mempercayakan Avast untuk melindungi perangkat yang saya gunakan, karena aplikasi ini sangat ringan digunakan.

2. Pastikan untuk menginstal aplikasi dari situs terpercaya

Penting untuk anda ketahui! Biasanya malware atau virus dapat menginveksi perangkat yang kita gunakan melalui aplikasi yang kita install, sehingga sangat disarankan untuk berhati - hati dalam menginstall aplikasi. Saya sangat menyarankan untuk selalu menginstall aplikasi dari situs resmi toko aplikasi Android, yakni Google Play. Karena aplikasi yang tersedia disana tentunya sudah dilakukan serangkaian scan untuk meminimalisir hal - hal yang tidak diinginkan seperti contohnya virus.

Itu artinya, jika anda sering mengunduh aplikasi diluar Google Play, maka perangkat anda akan lebih rentan terkena virus seperti yang sudah pernah saya posting pada halaman peringatan bagi kamu yang suka menginstall aplikasi Android diluar Google Play. Karena tentunya mereka (situs selain Google Play Store) tidak memiliki sistem keamanan yang sama.

3. Bacalah permission atau izin yang diminta aplikasi

Meskipun Google Play memiliki sistem keamanannya sendiri, namun anda tetap disarankan untuk berhati - hati dalam menginstall aplikasi. Anda adalah antivirus terbaik untuk perangkat anda sendiri, sehingga anda harus pintar - pintar menyaring aplikasi apa saja yang akan diinstall. Ketahui terlebih dahulu apa saja fungsi dan fitur yang ditawarkan oleh aplikasi yang anda minati, lalu lihat dan baca izin apa saja yang dibutuhkan untuk dapat menginstallnya. Jika aplikasi meminta izin tertentu yang janggal atau tidak sesuai dengan fungsi dan fitur yang ditawarkan, sebaiknya anda batalkan saja penginstalannya karena kemungkinan aplikasi tersebut membawa malware.

Jika masih kurang jelas, silahkan baca pedoman yang lebih lengkap pada halaman tips memilih aplikasi Android. Dan khusus untuk pengguna yang sudah melakukan rooting pada Android nya, sebaiknya anda tidak sembarangan memberikan ijin akses "istimewa" SuperUser pada tiap aplikasi, karena jika aplikasi yang bersangkutan memiliki virus, akan sangat fatal akibatnya.

Nah itulah beberapa tips untuk menghindari aplikasi berbahaya atau malware pada Android. Jika anda termasuk pengguna baru perangkat Android, mungkin beberapa kumpulan artikel untuk pengguna baru Android akan bermanfaat untuk anda :)

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (3)

Kembali lagi untuk meneruskan bagian (1) dan (2), kali ini kita masuk ke dalam tahap terakhir sobat yaitu Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (3). Prosesnya nanti Pak HaBe uraikan dalam bentuk tabel yang disertai gambar, sama halnya pada bagian ke (2), jadi sobat perhatikan dengan baik-baik ya.

TAHAPAN KERJA
GAMBAR
1. Sobat siapkan bambu yang sudah dipotong-potong untuk dibentuk menjadi kerangka kolam ikan lele
2. Tancapkan bambu-bambu ke dalam tanah membentuk seperti persegi/persegi panjang

3. Bentuk kerangka menyerupai kotak, sobat bisa lihat gambar disamping
4. Lengkapi bilah-bilah kosong dengan bambu untuk memperkuat kerangka kolam
5. Sekarang waktunya untuk memasang pipa pembuangan. Lihat kembali gambar di samping
6. Setelah selesai, pasang terpal di kerangka kolam dan ikan bagian tepi-tepinya
7. Untuk bagian terpal yang dekat dengan bagian pipa pengeluaran, tekan lalu buat lubang di terpal seukuran lubang pipa pengeluaran menggunakan cutter.
8. Pasang pipa pengaturan yang sudah kita buat sebelumnya. Agar tidak bocor beri lem.
9. Dan kolam terpal siap dilaksanakan


Pembuatan kolam sudah rampung, tapi ada 2 hal perlu diperhatikan. Yang pertama terpal masih dalam keadaan baru, pasti ada bau-bau yang gak diinginkan ikan lele di sana. Untuk menetralisir isi kolam dengan air dan gosoklah dengan busa lalu keringkan. Dan yang kedua adalah pembuatan saluran pembuangan, jangan sampai air hasil pembuangan menggenangi daerah sekitar kolam. Sobat bisa membuat tempat saluran pembuangan sesuai kreatifitas sobat. Dan kolam terpal untuk budidaya ikan lele siap digunakan :)

Bagaimana sobat, ada yang dibingungkan dari bagian (1), (2) dan (3) dalam pembuatan kolam terpal untuk budidaya ikan lele ini? Perhatikan dengan benar step by step cara pembuatannya. Dari cara-cara di atas sobat bisa memodifikasi sesuai kreatifitas, jadi gak harus persis seperti tutorial di atas. Demikianlah tuntas sudah penjelasan tentang Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele. Semoga bermanfaat dan ketemu lagi di postingan selanjutnya. Bya bya :D

Rabu, 28 Agustus 2013

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (2)

Bersambung dari postingan Pak HaBe Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (1) sebelumnya, sekarang kita masuk ke bagian ke dua (2). Dimana sobat akan mempelajari tentang persiapan lokasi, persiapan bahan, dan bagaimana cara membuat pengaturan volume air serta pembuatan pipa saringan. Tapi bagian ini bukan bagian terakhir dalam tahap pembuatan kolam terpal kita nantinya loh sobat, masih ada bagian terakhir yaitu bagian ketiga (3). Jadi sobat harus bener-bener pelajari dan perhatikan tahap demi tahap ya. Gak usah ngobrol panjang deh sobat, soalnya Pak HaBe juga dikejar waktu nih, bentar lagi tepatnya tanggal 3 september besok mau ujian skripsi. Do’ain ya sobat :)

Berikut tahap selanjutnya dalam pembuatan kolam terpal :

Persiapan Lokasi
  • Pertama-tama jelas sobat harus siapkan tempatnya dulu, untuk kriteria tempat sobat bisa baca di Cara Memilih Lokasi Tempat Budidaya Ikan Lele
  • Setelah tersedia tempat yang cocok, sekarang sobat bersihkan daerah sekitar tempat yang akan di pakai sebagai pembudidayaan ikan lele nantinya. Bisa menggunakan cangkul atau alat apa lah yang sudah sobat siapkan sebelumnya.
  • Nah ini yang penting, sebelum pemasangan kolam terpal, sobat harus memberi alas atau bagian dasar tanah dengan sekam setebal kira-kira 10-15 cm. Pastinya seluas ukuran kolam yang akan dibuat.
Persiapan Bahan
  • Sobat harus menyiapkan terpal untuk kolam yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Sediakan bambu atau kayu laso yang digunakan untuk tiang penyangga utama yang panjangnya kira-kira 75 cm sebanyak 10 buah. Penyangga dinding yang bentuknya memanjang dengan ukuran kira-kira 300 cm sebanyak 4 buah. Penyangga dinding yang bentuknya melebar dengan ukuran kira-kira 200 cm sebanyak 4 buah.
  • Siapkan kayu reng yang digunakan untuk penyangga tambahan dinding-dinding yang bentuknya memanjang dengan ukuran kurang lebih 300 cm yang banyaknya empat buah. Serta penyangga tambahan yang bentuknya melebar dengan ukuran kurang lebih 200 cm yang banyakknya empat buah.
  • Siapkan paku jenis kaso dan paku jenis reng dengan banyaknya kira-kira segenggam tangan orang dewasa. Kalau masih ada yang tanya untuk apa paku ini Pak? Pak HaBe jawab, untuk DIMAKAN !!! Haha, ya buat maku donk sobat, maku kerangka yang akan dibentuk menjadi kolam nantinya.
  • Siapkan tali bisa benang, tali bol, tali rafia, tali rafi’i, rafi ahmad atau apalah yang pokoknya bisa buat nali bagian atas terpal.

Kalau hal di atas sudah tersedia, sekarang masuk ke pembuatan pengaturan volume air dan pembuatan pipa saringan. Sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya sobat harus siapkan dahulu alat untuk pengaturan volume air yang bisa dibuat dari pipa paralon. Dari tulisan yang Pak HaBe ketik sudah jelas, alat ini pastinya berfungsi untuk pengaturan secara otomatis dalam ketinggian air di kolam, hal ini sangat penting khusunya nih buat sobat yang memutuskan tempat budidayanya ikan lelenya yang diletakkan dibagian luar rumah yang sering terkena hujan pastinya. Loh emang boleh Pak budidaya ikan lele di dalam ruangan?? boleh donk, justru malah bagus. Besok-besok pasti Pak HaBe uraikan penjelasan secara detail tentang Budidaya ikan lele di ruang tertutup yang minim pencahayaan. Jangan sekarang ya, hehe. Oke kembali ke topik, selain hal fungsi yang sudah Pak HaBe sebutkan di atas. Fungsi lain dari pipa pengatur ketinggian volume air di dalam kolam ini adalah saat proses pengurasan kolam dan saat pemanenan, alat buatan ini akan sangat-sangat membantu mempercepat kerja sobat nantinya.

Dan berikut adalah tahapannya dalam pembuatan pipa pengaturan ketinggian volume air dan pipa saringan di kolam terpal untuk pembudidaya ikan lele :

URUTAN MEMBUAT
GAMBAR
1. Sobat siapkan dulu alat-alatnya seperti pipa paralon, gergaji, palu, knee, serta bor tangan kecil.
2. Potong pipa paralon menjadi 3 bagian dengan ukuran masing-masing 50 cm, 50 cm, dan 100 cm
3. Buat lubang-lubang kecil seperti gambar di samping menggunakan bor. Letakkan lubang kecil tepat berada 30 cm dari pangkal lubang lalu tutup lubang atas pipa dengan papan yang seukuran dengan lubang paralon
4. Perhatikan gambar di samping. Gambar tersebut adalah gambar dimana pipa yang disambungkan dengan knee dan bagaimana cara meletakkannya.
5. Selanjutnya buat pipa saringan menggunakan sisa paralon yang berukuran 50 cm tadi. Buat lubang kecil seperti gambar disamping sampai ke pangkal pipa. Tutup juga bagian pangkalnya menggunakan papan yang seukuran
6. Jika disambungkan dengan knee sama halnya dengan nomer 4 di atas.Pipa saringan ini berfungsi hanya untuk digunakan saat menguras kolam atau saat panen saja.
7. Ada cara yang lebih praktis untuk tahap ke 6 Sobat bisa menggunakan pipa saringan. Perhatikan gambar disampingkan

Dan itulah tahap-tahap cara membuat kolam terpal untuk budidaya ikan lele bagian (2). Seperti yang Pak HaBe sebutkan di awal, tahap ini masih masih belum selesai, masih tahap terakhir yang sobat harus lakukan untuk menyempurnakan kolam terpal untuk budidaya ikan lele nantinya. Dan semua akan di paparkan di Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (3). Sekian dulu dari Pak HaBe, jangan lupa do’ain Pak HaBe lulus ujian skripsi dengan nilai yang memuaskan, amin… :)

Cara Mengetahui Ciri Android Sudah Di Root Atau Belum

Cara Mengetahui Ciri Android Sudah Di Root Atau Belum - Beberapa hari lalu teman saya baru saja membeli perangkat smartphone dengan sistem operasi Android. Ia masih tergolong awam atau newbie sehingga beberapa kali menanyakan hal - hal yang berkaitan dengan perangkat yang digunakannya seperti istilah - istilah pada Android termasuk juga tentang root pada Android serta keuntungan dan kerugiannya. Dan setelah ia mengetahui beberapa keuntungan dan kerugiannya, ia pun bertanya apakah perangkat yang digunakannya sudah di root atau belum, karena memang ia membelinya dalam keadaan bekas.

Ia khawatir akan kehilangan garansi jika ternyata perangkat yang dibelinya itu sudah di root, karena memang salah satu resiko atau kerugian dari Android yang sudah di root adalah kita akan kehilangan garansi dari produk yang bersangkutan. Nah jika anda termasuk salah satu yang ingin tau apakah perangkat yang anda beli sudah di root atau belum, anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini :
Read more »

Selasa, 27 Agustus 2013

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (1)

Pagi sobat, dilanjut lagi nih sama Pak HaBe. Sama halnya dengan yang kemarin-kemarin, Pak HaBe masih tetap akan membahas tentang Ikan Lele, pokoknya harus diselesaikan dulu semua sampai kelar baru dah pindah ke tutorial budidaya yang lain, oke? Untuk postingan kali ini kita sudah masuk ke tutorial bagaimana Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (1), yang pastinya kolam terpal ini akan digunakan untuk tempat pembudidayaan ikan lele nantinya. “Bentar Pak HaBe, ada yang ingin ditanyakan. Kenapa di judulnya kok ada tulisan angka satu dikurung?” Oh itu cuma pembeda kok, karena Pak HaBe akan membagi postingan Cara Pembuatan Kolam Terpal ini menjadi beberapa bagian. Kasian kalau dijadikan satu, selain memberatkan browsing sobat karena banyaknya artikel, bisa-bisa para pembacanya juga cepat jenuh nanti :D

Sebelum masuk ke inti pembuatan kolam terpal, sobat juga perlu tau dulu kenapa sih pembudayaan ikan lele ini harus menggunakan kolam terpal dan apa sih keunggulannya menggunakan kolam terpal? Dan berikut Pak HaBe sebutkan beberapa manfaat menggunakan kolam terpal yang digunakan untuk budidaya ikan lele:
  1. Murah dan Fleksibel
  2. Produktivitas tinggi
  3. Pemeliharaan lebih mudah
  4. Terhindar dari serangan atau serbuan predator dan hama
  5. Volume air mudah diatur
  6. Mutu ikan lele lebih baik
  7. Resiko kematian yang rendah
  8. Dapat digunakan di ruang gelap yang dapat meningkatkan produktivitas ikan lele
  9. de el el :)

Tuh, banyak beud kan manfaatnya (loh, Pak HaBe kok jadi alay gini >_< ). Atas beberapa manfaat di ataslah kenapa Pak HaBe di sini lebih konsen membahas tentang pembudidayaan ikan lele dengan menggunakan kolam terpal. Ngerti ora sob?

Ok, kembali ke topik. Dalam membuat kolam terpal, sobat gak perlu cari guru privat loh buat belajar bikinnya, karena pembuatan ini tidak memerlukan keahlian khusus atau pun jurus-jurus rahasia. Gak perlu orang satu kampung juga buat mbuatnya, sobat seorang diri pun juga bisa. Ah yang bener Pak?? ya iya lah, masak Pak HaBe bohong, tapi klo sobat merasa kesusahan sobat bisa kok memanggil bala bantuan. Yaaaa, sama aja donk. haha.

Perlu diketahui untuk sobat, ada 3 tahapan dalam pembuatan kolam terpal untuk pembudidayaan ikan lele, yang pertama yaitu pembuatan kerangka, yang kedua pemasangan terpal, dan yang ketiga adalah pemasangan pengaturan volume air secara otomatis pada kerangka yang telah dibuat. Untuk menghematan penggunaan biaya, kerangka kolam yang akan kita buat nanti adalah berbahan dasar dari kayu atau bambu. Mudah dicari dan didapat disekitar sobat kan? Bahan utama lain adalah sejumlah paku, tali nilon dll (nanti akan disebutkan di bawah).

Bahan :
  • Terpal
  • Bambu
  • Pipa paralon yang berukuran 1,5 inci, kalau panjangnya, emm, sekitar 2 meteran aja lah
  • Knee dengan diameter 1,5 inci
  • Kayu reng
  • Lem karet
  • Tali nilon
  • Paku reng 0,5 (setengah) kg
  • Paku kaso 1 kg
  • terakhir adalah sebuk gergaji atau sekam
Knee Pipa
Knee. Sumber gambar : www.google.co.id

Sekam
Sekam. Sumber gambar : www.google.co.id

Terpal
Terpal. Sumber gambar : www.google.co.id

Alat :
  • Cangkul
  • Linggis
  • Mesin bor tangan
  • Pensil
  • Meteran
  • Cutter
  • Palu
  • Golok
  • dan gergaji
Mesin Bor Tangan. Sumber gambar : www.google.co.id

Bagaimana?? Sudah tersedia semua?? Tuh Pak HaBe sediakan gambarnya juga untuk alat dan bahan, tapi cuma yang aneh-aneh aja namanya, yang kira-kira sobat gak pernah liat dan gak pernah tau bentuknya bagaimana. Kalau seperti cangkul, gergaji, paku, atau bambu masak sih sobat gak ngerti >_<. Oke, Pak HaBe kasih waktu dulu buat sobat untuk mempersiapkan alat dan bahannya. Jika sudah postingan Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (1) ini akan dilanjutkan ke Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele (2).

Senin, 26 Agustus 2013

Cara Melegakan Internal Memory Android Dengan Link2SD

Link2SD
Link2SD
Cara Melegakan Internal Memory Android Dengan Link2SD - Beberapa pengguna smartphone Android pasti pernah mengalami memory yang penuh pada internal memory perangkat nya, terutama untuk perangkat yang memiliki kapasitas penyimpanan internal yang kecil. Meskipun semua aplikasi telah dipindahkan ke SD card, namun tetap saja tidak banyak membantu melegakan internal memory. Perlu anda ketahui bahwa aplikasi tetap akan membuat atau menulis file pada internal memory meskipun aplikasi tersebut telah anda pindahkan ke SD Card. Jadi bagaimana mengakali internal memory yang kecil tersebut agar bisa menginstal banyak aplikasi?

Ini dia satu lagi keuntungan lain dari perangkat Android yang sudah di-root. Jika device anda sudah di-root, maka aplikasi yang bisa anda gunakan untuk mengatasi memory internal yang penuh adalah Link2SD. Terdapat beberapa fitur handal yang bisa dimanfaatkan dari aplikasi ini. Selain dapat memindahkan aplikasi ke SD Card dengan metode biasa (Move to SD), aplikasi ini juga dapat memindahkan aplikasi dengan cara lain, yaitu Link to SD.

Apa perbedaan Link to SD dengan Move to SD? Dengan metode Move to SD anda dapat memindahkan sebagian data aplikasi ke SD card, namun aplikasi yang telah dipindahkan akan tetap menulis sebagian file di memory internal, sedangkan Link to SD dapat memindahkan aplikasi secara penuh ke SD Card  dengan syarat SD Card tersebut sudah di partisi atau dibagi menjadi beberapa bagian. Aplikasi yang sudah di Link to SD akan dipindahkan  ke partisi kedua dari SD Card yang seolah olah bekerja sebagai internal memory. Dengan demikian, file yang seharusnya ditulis atau disimpan pada internal memory akan disimpan pada partisi kedua dari SD Card, sehingga internal memory tetap aman meskipun anda menginstal banyak aplikasi. Selain 2 fitur diatas, aplikasi ini juga dapat menghapus aplikasi system yang mungkin pengguna tidak pernah memakai atau menginginkannya.

Nah setelah mengetahui keunggulan aplikasi Link2SD, sekarang kita mulai saja cara menggunakan Link2SD tersebut, kita mulai dengan cara memindahkan data apps ke SD card terlebih dahulu :
  • Syarat pertama dan yang paling penting adalah perangkat anda sudah di-root
  • Pastikan microSD yang anda gunakan sudah di partisi. Jika belum, lihat caranya pada halaman Cara partisi SD card
  • Jika kedua syarat diatas sudah terpenuhi, silahkan instal Link2SD dari Google Play

Memindahkan data aplikasi ke SD card dengan Link2SD


1. Setelah semua syarat diatas, silahkan jalankan aplikasi Link2SD. Jika aplikasi meminta ijin SuperUser (root), pilih Allow. Untuk pertama kali (jika microSD anda sudah di partisi) akan muncul pilihan file system yang digunakan pada partisi kedua dari microSD anda (ext2, ext3, ext4, FAT 16/32) pilih sesuai dengan jenis file system yang anda gunakan pada partisi kedua microSD anda.

2. Anda akan diminta untuk merestart perangkat anda, restart dan jalankan kembali Link2SD. Jika terjadi eror mount script, ulangi proses partisi.

3. Jika sudah, pilih aplikasi yang akan anda pindahkan ke partisi kedua dari SD Card, sentuh softkey (tombol pilihan), lalu pilih multi select. Anda dapat langsung memilih semua aplikasi (Select All) atau anda juga dapat memilih satu persatu dengan mencentang tanda rumput di sebelah kiri aplikasi. (System App tidak bisa dipindahkan)

Link2SD di Android
Multi Select
4. Setelah memilih aplikasi yang di inginkan, sentuh softkey, lalu pilih create link. Pastikan anda mencentang ketiga pilihan yang ada lalu pilih OK

Cara memanfaatkan Link2SD
Create Link

Memindahkan seluruh data aplikasi ke SD card
Confirm (OK)
5. Tunggu hingga proses selesai dan lihat perbedaannya! Anda dapat melihat memory yang terpakai dengan menyentuh softkey dan pilih storage info

Mengecek ruang pada memory Android
Storage Info

Keterangan : Aplikasi yang telah di Link to SD tidak perlu lagi dipindahkan ke SD Card (Move to SD) karena sebenarnya aplikasi tersebut telah ditempatkan pada SD Card 2nd Part. (perhatikan gambar diatas)

Nah setelah memindahkan data, anda juga dapat menghapus aplikasi bawaan atau system apps pada perangkat anda untuk lebih melegakan internal memory dari perangkat Android anda. Berikut langkah - langkahnya:

Menghapus aplikasi system dengan Link2SD

Cukup mudah untuk menggunakan fitur ini. Cukup memilih system app yang ingin anda uninstall, lalu pilih action

Menghapus aplikasi bawaan Android
Uninstall System App
Setelah itu akan muncul menu pilihan dan pilih uninstall

Menghapus system app Android
Uninstall
Pilih ok saat aplikasi meminta konfirmasi

Menghapus aplikasi sistem Android
Pilih OK
Warning!! : Hati-hati dalam menghapus atau uninstall system app. Jika anda menghapus aplikasi yang vital, bukan tidak mungkin device anda akan bermasalah seperti beberapa fungsi atau fitur pada device tidak dapat berjalan dengan semestinya, bootloop atau bahkan mungkin mati total (brick). Pastikan anda mengetahui fungsi dari aplikasi yang akan anda uninstall.

Nah itulah cara menggunakan Link2SD untuk melegakan internal memory serta menghapus aplikasi bawaan Android. Semoga bermanfaat :D
Tested on my LWW :D

Sabtu, 24 Agustus 2013

Cara Menggunakan Link2SD Untuk Mengatasi Memory Internal yang Penuh

Link2SD
Cara Menggunakan Link2SD Untuk Mengatasi Memory Internal yang Penuh - Link2SD adalah salah satu aplikasi yang "wajib punya" untuk gadget Android terutama untuk gadget atau smartphone dengan kapasitas memory internal yang kecil. Seperti yang kita tau, aplikasi di Android sangatlah melimpah jumlahnya, serta besarnya ukuran file dari aplikasi tersebut tentunya akan membebani perangkat dan membuat memory internal akan cepat penuh karena data atau file dari hampir setiap aplikasi akan disimpan di memory internal.

Nah fungsi utama dari aplikasi Link2SD ini adalah dia mampu memindahkan data aplikasi tersebut ke External Memory. Namun berbeda dengan metode memindahkan aplikasi seperti biasa, Link2SD membutuhkan sebuah partisi khusus pada SD card untuk dijadikan tempat penyimpanan dari data aplikasi yang seharusnya disimpan di internal memory perangkat.
Read more »

Cara Memilih Lokasi Tempat Budidaya Ikan Lele

Sekarang kita sudah masuk ke persiapan usaha budidaya ikan lele nih sobat, tepatnya kita akan membahas tentang cara memilih lokasi tempat budidaya ikan lele. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sobat dalam usaha budidaya ikan lele adalah faktor tempat. Gak boleh sembarangan memilih lokasi tempat berkembangnya bibit ikan lele atau indukkannya. Jika lokasi tempat budidaya ikan lele tidak aman dalam artian banyak faktor pengganggu seperti ular, katak, atau hewan-hewan lainnya yang bisa mengancam keselamatan jiwa si lele (ngomong apaan sih Pak HaBe ini) maka lokasi tempat itu dinyatakan tidak layak, jangan sampai dipaksa kalau gak mau merugi. Faktor pengganggu lain misal susahnya dalam pengontrolan tempat lokasi budidaya, susahnya dalam mencari pakan si ikan lele, atau sumber airnya yang sulit dan kotor, de el el dah sobat. Dan sekali lagi, JANGAN DIPAKSAKAN kalau sudah tau banyak faktor yang kurang mendukung !!!

Cara Memilih Lokasi Tempat Budidaya Ikan Lele


Nah ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan buat para pembudidaya yang sering menganggap hal ini sebagai hal sepele. Penempatan lokasi untuk pembuatan tempat budidaya ikan lele hendaknya di tempatkan ditempat yang teduh, namun jangan diletakkan di bawah pohon yang mempunyai daun yang mudah rontok, bisa kotor semua tempatnya nanti sobat. Untuk penempatan ikan lelenya bisa menggunakan kolam terpal atau kolam tanah biasa. Tapi saran Pak HaBe pergunakan kolam terpal aja sobat, kalau masih belum mengerti gambaran penggunaan kolam terpal untuk budidaya ikan lele sobat bisa berkunjung ke postingan Pak HaBe yang lalu tentang Pengenalan Budidaya Ikan Lele Di Tempat Sempit

Rabu, 21 Agustus 2013

Tips Memotret Jarak Dekat Di Android Agar Foto Menjadi Fokus

Tips Memotret Jarak Dekat Di Android Agar Foto Menjadi Fokus - Smartphone yang beredar di pasaran saat ini sudah dipastikan memiliki fitur kamera untuk mengabadikan momen - momen anda. Tidak tanggung - tanggung, beberapa bahkan memiliki fitur yang canggih serta resolusi tinggi dengan kualitas yang tidak kalah dengan hasil jepretan kamera digital (Meskipun perlu dicatat bahwa kamera dengan resolusi lebih tinggi belum tentu menghasilkan gambar yang lebih baik), sebut saja kamera dari 4 smartphone populer yang menurut saya memiliki kualitas kamera terbaik, yakni Nokia Lumia Series, Sony Xperia, HTC dan iPhone.

Hal ini secara tidak langsung telah menggeser popularitas kamera digital karena orang lebih suka memotret dengan menggunakan kamera dari smartphone yang dimilikinya. Saya sendiri juga mulai menyukai fotografi dengan menggunakan kamera smartphone khususnya untuk mengambil gambar dengan modus macro.

Apa itu macro? Dalam fotografi, istilah ini berarti fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail gambar yang tinggi tanpa menggunakan alat pembesar optik seperti mikroskop misalnya (sumber referensi: Wikipedia). Nah pada posting kali ini, saya akan membagikan tips sederhana untuk mengambil foto macro pada perangkat smartphone dengan sistem operasi Android.

Cara mengambil foto macro di perangkat Android cukup mudah, namun tentunya cara dan hasilnya akan berbeda dengan saat mengambil dengan kamera DSLR. Berikut beberapa tipsnya :

1. Ubah pengaturan pengambilan gambar (foto) menjadi touch focus agar anda dapat menentukan objek mana yang ingin anda fokuskan. Untuk mendapatkan detail objek yang lebih baik tentunya. Caranya adalah dengan membuka aplikasi kamera seperti biasa, lalu sentuh softkey (tombol pilihan) maka akan muncul beberapa pilihan seperti yang nampak pada gambar dibawah ini. Pilih menu capturing method (metode pengambilan gambar) seperti yang ditunjukkan oleh panah berwarna merah.
Cara mengambil foto makro di Android

2. Lalu pilih touch capture seperti yang ditunjukkan oleh kotak berwarna biru pada gambar dibawah ini.
Cara memfokuskan objek foto di Android

3. Nah untuk mengambil gambar dan menentukan objek yang ditentukan, sentuhlah layar anda, maka akan muncul kotak berwarna hijau seperti pada gambar diatas. Kotak hijau tersebut adalah area dimana kamera akan fokus secara otomatis. Jika anda sudah menentukan area (objek) mana yang akan difokuskan, anda tinggal mengangkat jari anda dari kamera dan kamera akan mengambil gambar tersebut.

Namun perlu dicatat bahwa cara ini tidak akan efektif jika anda mengambil gambar pada objek yang datar seperti pada kedua contoh gambar diatas (baju). Cara ini akan efektif pada objek yang memiliki "jarak" antara objek satu dengan yang lainnya dan objek yang lebih kecil seperti bunga, atau gantungan kunci misalnya. Untuk lebih jelasnya berikut saya berikan contoh gambar yang saya ambil dengan menggunakan metode ini pada kamera smartphone saya.

Foto Macro Kamera Android
Pada gambar diatas, saya mengarahkan fokus pada gantungan kunci berbentuk biskuit "oreo". Hal ini memungkinkan kita untuk mendapatkan detail pada objek biskuit tersebut, sedangkan objek dibelakannya akan menjadi sedikit buram / kabur / blur. Lalu bedakan dengan gambar dibawah ini.
Mengatur fokus kamera smartphone Android

Pada gambar contoh kedua diatas, saya mengarahkan fokus kamera pada objek dibelakangnnya (lautan dan langit) sehingga gambar objek yang berada di depannya akan menjadi buram / kabur / blur. Nah dengan kedua contoh ini apakah anda sudah mendapatkan gambaran? Oke kita lanjut ke tips berikutnya.

4. Atur jarak antara objek dan kamera. Untuk mendapatkan fokus, tentunya kita harus melakukan pengambilan gambar dari jarak dekat bukan? Namun anda tetap perlu mengatur jarak agar objek tidak terlalu dekat dengan kamera karena akan membuat kamera smartphone anda menjadi sulit untuk melakukan fokus pada objek. Jarak yang ideal adalah sekitar 10 - 15cm.

Namun perlu dicatat bahwa tidak semua smartphone Android mampu melakukan fokus atau memiliki fitur touch focus seperti pada contoh yang saya sebutkan tadi. Sehingga anda harus mengakalinya sendiri dengan melakukan fokus manual, yakni dengan mengatur jarak antara kamera dengan objek yang ingin anda ambil untuk mendapatkan tingkat fokus yang tepat. Biasanya jarak ideal untuk cara ini adalah sekitar 30cm. Memang, objek akan terlihat kecil, namun anda bisa mengedit dengan melakukan crop gambar agar objek telihat lebih besar dan jelas meskipun sudah pasti akan menurunkan kualitas gambar itu sendiri.

5. Carilah pencahayaan yang baik. Perhatikan contoh kedua objek "oreo" yang saya sematkan diatas. Saya mengambil gambar dengan membelakangi cahaya (matahari) agar objek (oreo) dapat terlihat jelas. Tentukan sudut dimana anda akan mengambil gambar agar anda tidak menutupi arah datangnya cahaya yang akan menimbulkan bayangan.

6. Gunakan modus macro. Jika anda menggunakan perangkat Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) dan diatasnya, gunakan modus foto macro untuk mendukung modus pengambilan gambar jarak dekat seperti ini (silahkan cari di pengaturan kamera). Namun biasanya perangkat akan mensetting mode pengambilan gambar ini secara otomatis sehingga rasanya setting seperti ini tidak terlalu dibutuhkan.

Nah itulah beberapa tips memotret jarak dekat menggunakan kamera perangkat Android agar foto menjadi fokus. Anda juga bisa melakukan beberapa editing hasil gambar yang anda inginkan dengan menggunakan beberapa aplikasi seperti AfterFocus, Snapseed, atau Pixlr Express. Semoga bermanfaat :D

Photo diambil dengan kamera dari Sony (Xperia) Live With Walkman.

Senin, 19 Agustus 2013

Cara Mematikan Auto Update Aplikasi Android

Cara Mematikan Auto Update Aplikasi Android - Melimpahnya aplikasi yang tersedia pada perangkat dengan sistem operasi Android ternyata tidak selamanya menguntungkan dan menyenangkan. Karena banyaknya aplikasi yang tersedia (dan gratis) tersebut membuat para pengguna perangkat yang dibekali OS Android beramai - ramai untuk menginstall banyak aplikasi sekaligus pada satu perangkat. Padahal tidak semua aplikasi yang di install tersebut berguna bagi sang penggunanya sendiri. Ditambah lagi, tidak semua perangkat memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk menampung semua apps yang tersimpan, sehingga akan beresiko untuk menurunkan performa perangkat secara drastis atau biasa kita sebut dengan lemot (BACA: kenapa android mulai lemot).

Belajar android : Mematikan auto update aplikasi
Selain lemot, hal ini juga akan membuat perangkat menjadi sangat boros kuota internet karena kita harus meng-update tiap - tiap aplikasi yang rata - rata memiliki ukuran file yang cukup besar. Meskipun melakukan update pada sebuah aplikasi bukanlah sebuah keharusan, namun terkadang pada beberapa perangkat aplikasi - aplikasi yang sudah terinstall tersebut akan secara otomatis mengupdate sendiri sehingga kita tidak bisa mengontrolnya. Untuk itu kita perlu mematikan auto update tersebut untuk mencegah pemborosan kuota pada perangkat.

Bagaimana cara menghentikan aplikasi yang update secara otomatis? Dan apakah kita bisa melakukannya? Tentu saja bisa, dan ini sebenarnya sangat mudah. Hanya dibutuhkan beberapa langkah kecil untuk melakukannya. Nah pada posting ilmu dasar Android kali ini saya akan membahas tentang cara mematikan auto update aplikasi Android agar tidak terlalu membebani kuota internet pada perangkat. Berikut langkah mudahnya :

1. Bukalah aplikasi Google Play Store pada perangkat anda (pastikan sambungan internet dalam keadaan aktif). Lalu setelah masuk ke halaman utama (home page), sentuh / tekan softkey pada perangkat anda (tombol pilihan) dan akan muncul beberapa pilihan seperti pada gambar dibawah ini. Sentuh pilihan settings (setelan) seperti yang ditunjukkan oleh panah berwarna merah.
Cara mematikan auto update aplikasi Android

2. Akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini (sebelah kiri). Pada pilihan Auto-update apps (update otomatis aplikasi) pilihlah Do not auto-update apps (jangan update aplikasi secara otomatis) seperti yang ditunjukkan oleh panah berwarna merah.
Cara menghentikan aplikasi yang update otomatis

Maka aplikasi yang teristall tidak akan lagi melakukan update secara otomatis. Sangat mudah bukan? Memang cara ini cukup efektif untuk menghemat kuota internet atau paket data pada Android, namun tidak cukup efektif untuk mencegah penurunan performa seperti yang sudah saya sebut di awal.

Dengan demikian sangat disarankan untuk membatasi aplikasi pada tiap - tiap perangkat agar performa dapat terjaga dengan baik. Namun jika anda ingin tetap mempertahankan aplikasi serta performa secara bersamaan, anda pun bisa memilih opsi lain (selain menghapus aplikasi). Opsi lainnya adalah dengan mengatur autorun dari tiap aplikasi agar tidak terlalu membebani perangkat yang bisa anda lakukan dengan cara mengistall aplikasi Gemini App Manager untuk mengatur autorun tiap aplikasi agar apps tersebut tidak terlalu membebani perangkat terutama saat selesai booting (baru dinyalakan). Anda bisa membaca cara menggunakan Gemini App Manager pada halaman cara mengatur autorun dengan Gemini App Manager.

Semoga bermanfaat :D

Jenis Ikan Lele Yang Cocok Untuk Dibudidayakan


Ternyata sebelum memulai usaha budidaya Ikan lele kita harus tau dulu loh jenis ikan lele apa yang cocok untuk dibudidayakan. Jadi gak asal pilih bibit, beli bibit, bawa pulang, terus langsung dibudidayakan sobat. Nah oleh karena itu Pak HaBe kali ini akan membahas tentang jenis ikan lele yang cocok untuk dibudidayakan, dalam hal ini kita spesifik ke lahan sempit. Mungkin yang belum tau bisa baca-baca dulu di postingan Pak HaBe sebelumnya tentang Pengenalan Budidaya Lele Di Tempat Sempit. Jenis ikan lele yang cocok untuk dibudidayakan di lahan sempit adalah geng ikan lele jenis sangkuriang dan geng ikan lele jenis phiton. Kok geng sing Pak?? hehe, kan gerombolan ikan lele, makanya Pak HaBe sebut geng. Dua jenis ikan lele di atas dikelompokkan ke dalam varietas yang sangat unggul karena lebih cepat tumbuh besar, tingkat produksi telur yang sangat banyak jika dibandingkan dengan jenis ikan lele yang lainnya, serta yang pasti adalah mempunyai daya tahan tubuh dan hidup yang tinggi.

Lele Sangkuriang

Ditelisik dari mbah google, ternyata ikan lele jenis phiton dan jenis sangkuriang adalah merupakan hasil rekayasa genetika perbaikan kualitas induk ikan lele (Indonesia punya loh yang menemukan, hehe). Ikan lele jenis phiton merupakan hasil rekayasa genetika perbaikan kualitas ikan lele yang dikembangkan secara kreatif oleh petani ikan lele dari Banten, tepatnya di Pandeglang. Sedangkan untuk ikan lele jenis sangkuriang merupakan hasil kreatifitas dari Balai Air Tawar Sukabumi.

hasil Perpaduan silang lele sangkuriang

Coba perhatikan skema silang di atas. Perbaikan genetik induk ikan lele jenis sangkuriang ternyata di dapat dari hasil rekayasa perpaduan silang antara induk jantan generasi keenam (F6) dengan induk betina generasi kedua (F2) lele dumbo. Namun terdapat perbedaan dengan ikan lele jenis sangkuring, untuk ikan lele jenis phiton didapat dari perpaduan silang induk jantan lele dumbo F6 dengan induk lele betina X Thailand (lele D89F2). Sobat bisa perhatikan skema di bawah ini.

hasil Perpaduan silang lele phiton

Jadi sekarang sobat tau jenis ikan lele apa yang cocok untuk dibudidayakan. Sekarang tinggal take action aja untuk memulai usaha. Cari-cari dulu informasi tentang tempat penjualan indukan atau bibit ikan lele dari kedua jenis di atas, jika sudah ketemu tinggal dibudidayakan deh. Tapi dengan catatan sobat sudah harus tau bagaimana cara membudiyakan ikan lele jenis ini. Di postingan selanjutnya Pak HaBe akan bahas secara detail, sabar ya sobat. hehe..

Minggu, 18 Agustus 2013

Pemasaran dan Potensi Pasar Budidaya Ikan Lele


Masih membahas seputar Ikan berkumis tipis si Lele, hehe. Banyaknya orang yang cinta terhadap makanan bergizi nan lezat yang satu ini membuat permintaan terhadap ikan lele tidak pernah sepi, malah justru cenderung meningkat dari bulan ke bulan sobat. Justru dapat dikatakan, sumber produksi yang tersedia saat ini masih belum bisa memenuhi permintaan pasar yang ada. Dari info yang dapat dipercaya yang sudah melakukan survey di daerah Jawa Barat, di sana perharinya permintaan pasar mencapai 77 ton ikan lele siap konsumsi. Untuk konsumsi ikan lele se-nasional pada tahun 2003 meningkat sampai 19,1%, yakni sekitar kurang lebih 58.325 ton per tahunnya dan di prekdisikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Wihh?? Jadi dapat sobat bayangkan betapa banyaknya kebutuhan dan permintaan ikan lele disekitar lingkungan sobat, baik itu untuk konsumsi daerah domestik ataupun masalah ekspor ke luar. Apa yang ada dikepala sobat sekarang ini?? Bisnis?? Yup, ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan dan bisa sobat jalankan sekarang juga :)

Pemasaran dan Potensi Pasar Budidaya Ikan Lele

Mungkin banyak yang sudah bertanya-tanya di kepala sobat masing-masing, bagaimana sih caranya memasarkan ikan lele? Sulit atau Tidak? Pak HaBe cuma mempunyai jawaban: ‘Sangat sulit’ bagi yang tidak mau usaha, ‘Sangat Mudah’ bagi yang kerja keras dan pintar menangkap peluang. Jika kita misalkan sobat sudah memulai usaha budidaya ikan lele ini dan siap untuk dipasarnya, biasanya ikan lele akan dibeli oleh pengumpul(pengepul) atau pembeli keliling di daerah sobat yang biasa mencari ikan lele. Bagi sobat yang pembudidayaan ikan lelenya sudah memasuki skala besar, biasanya sudah banyak pembeli tetap atau langganan setia. Namun, bagi yang pembudidayaannya berskala kecil atau newbie (pemula) biasanya akan menghadapi kerikil-kerikil kecil dalam proses pemasaran atau promosi.

Eiittsss, Jangan loyo dulu donk sobat. Masih inget pepatah kuno bilang, “Banyak Jalan Menuju Pulau Bali” kan?? eh kok Bali yah?? haha. Banyak cara yang bisa dilakukan atau dikerjakan agar bisa memasarkan hasil budidaya ikan lele yang sobat miliki. Contoh nih yah, dengan membuat pengumuman di papan kecil yang isinya menginformasikan bahwa sobat menjual ikan lele dalam bentuk bibit atau ikan lele yang sudah siap konsumsi. Cara lain sobat bisa mencoba memasarkan sendiri dengan menitipkan ke warung-warung tempat menjual ikan-ikan atau sayur-mayur. Masih kurang puas? Cara lain lagi sobat dapat membuat selebaran informasi yang disebar ditempat-tempat umum yang mudah terlihat oleh banyak orang atau juga bisa ditempel ke tembok, asal jangan ditempel ke muka orang aja, bisa dilempar sepatu nanti sobat, haha.

Coba sobat survey di daerah lingkungan sobat, tanya tetangga atau siapa lah yang deket di situ. Tanya ke mereka ‘Pak bu mbak mas, ada yang gak suka ikan lele??’ Pasti semua njawab “ SAYA GAK SUKA !!! ”, loh??? iya bener memang, “ GAK SUKA NOLAK “ hehe. Selain enak dikonsumsi karena mempunyai gizi yang tinggi, untuk masalah harganya pun murah meriah bagi semua kalangan masyarakat umum. So, sobat gak perlu khawatir ataupun resah ataupun gundah ataupun GALAU kalau ikan lele hasil proses budidaya sobat tidak laku dipasaran. Yang ada malah sobat jadi pusing sendiri gara-gara gak bisa memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi. Nah lohh, gimana kalau sudah gitu?? haha.

Pak HaBe bagi sedikit tips nih yang mungkin bisa sobat gunakan. Misalkan sobat sudah menjalankan bisnis budidaya ikan lele ini, dan dari hasil budidaya ternyata mendapatkan hasil yang lumayan namun masih kebingungan dalam proses pemasaran. Caranya yaitu sobat sediakan aja drum berukuran sedang yang bisa menampung ikan lele hasil budidaya. Titipkan drum-drum tersebut ke beberapa masyarakat yang mempunyai tempat tinggal strategis untuk berjualan. Infokan kepada orang yang sobat titipi drum yang pastinya nanti akan diisi ikan lele, untuk menjual ikan lele tersebut dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Dari penjualan ikan lele tersebut akan ada bagi hasil keuntungan yang bisa sobat dan orang bersangkutan musyawarahkan untuk persentasenya. Lakukan penitipan-penitipan penjualan ikan lele dibeberapa tempat, jangan hanya satu tempat. Dan perlu digarisbawahi untuk pemilihan tempat harus bener-bener sobat pikirkan agar tidak terjadi perang harga antar penitipan yang satu dengan penitipan yang lainnya. Praktekkan cara ini dalam beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan. Analisis keuntungan yang didapat, apakah meningkat atau justru menurun? Pak HaBe yakin pendapatan sobat pasti akan meningkat sangat drastis :)

Ok, sekian dulu untuk postingan yang membahas Pemasaran dan Potensi Pasar Budidaya Ikan Lele ini. Semoga dapat menginspirasi sobat dan jangan lupa tetap semangat dalam berwirausaha ya sobat :). Lanjut ke postingan selanjutnya di lain kesempatan, caw caw…

Manfaat Ikan Lele


Halo sobat, ketemu lagi dengan postingan Pak HaBe. Sobat pada tau gak manfaat Ikan Lele umumnya dalam kehidupan kita sehari-hari? Ikan lele banyak dimanfaatkan orang untuk kebutuhan makan/konsumsi dan memenuhi gizi tubuh. Apalagi untuk anak kecil yang sedang menuju proses pertumbuhan, kandungan gizi proteinnya yang sangat tinggi berpengaruh besar. Selain itu, ikan lele juga sering dimanfaatkan dalam mengatasi kekurangan gizi, seperti kelemahan fisik, korengan, dll.


Ikan lele yang peliharaannya di letakkan di sawah dapat digunakan sebagai alat yang handal untuk pemberantasan hama padi seperti serangga air atau hama lainnya. Kenapa serangga? Karena serangga adalah termasuk menu wajib makanan favorite yang sangat disukai ikan lele, (hehe kayak manusia aja ya pake menu favorite segala). Manfaat lain dari ikan lele adalah bisa dimanfaatkan untuk bahan-bahan tradisional pengganti obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Beberapa contoh penyakit yang bisa disembuhkan dengan bantuan ikan lele ini adalah penyakit asma, kencing berdarah, hidung berdarah atau juga untuk gangguan yang biasanya dialami perempuan yaitu datang bulan tidak teratur.

Bagi pecinta makanan ternyata Ikan lele juga dapat dijadikan abon loh sobat, rasanya gurih dan pastinya enak, nyam nyam nyam (jadi laper, hehe). Ikan lele yang berukuran besar yang dagingnya tebal bisa dimasak menjadi daging ikan tanpa tulang atau biasa disebut Filet ikan lele. Filet ikan lele ini sangat digemari oleh orang-orang barat seperti warga negara Amerika, Belanda, dan sebagian bangsa di Eropa. Jadi buat sobat yang minat dalam berbisnis ekspor ke luar negeri, Filet ikan lele ini dapat dijadikan alernatif sebagai tambahan pemasukan income sobat.

Kamis, 15 Agustus 2013

Tanggal Rilis Xperia i1 Honami Dan QX "Lens Camera" (Rumor)

Tanggal Rilis Xperia i1 Honami Dan QX "Lens Camera" (Rumor) - Beberapa kabar akan kehadiran "Camera Phone" dari Sony yang memiliki kode nama "Honami" terus bermunculan. Meski demikian, hingga saat ini masih belum ada kepastian kapan perangkat smartphone camera tersebut akan resmi dirilis. Baru - baru ini sebuah situs bernama The Phoblographer mengklaim telah menerima sebuah undangan resmi dari Sony. Dalam undangan tersebut tertera bahwa pihak Sony akan mengungkap beberapa hal (produk?) yang berhubungan dengan digital imaging, computer, televisi dan audio. Undangan tersebut berlaku untuk acara yang rencananya akan berlangsung tanggal 4 September 2013.
Tanggal rilis Xperia i1 Honami

Beberapa pihak meyakini bahwa undangan tersebut adalah tanggal rilis dari Xperia i1 Honami yang memang ada hubungannya dengan kategori yang disinggung disana (digital imaging) mengingat Honami merupakan "Camera Phone" yang tentunya mengedepankan fungsi kamera yang dimilikinya. Selain itu, pihak lain juga meyakini bahwa pada acara yang akan berlangsung di New York, Amerika Serikat itu Sony juga akan memperkenalkan aksesori kamera untuk smartphone yakni QX "Lens Camera" (baca) yang juga memang ada hubungannya dengan digital imaging.

Referensi artikel dan sumber gambar : The Phoblographer

Senin, 12 Agustus 2013

(Rumor) Penampakan Aksesori Kamera Untuk Smartphone Dari Sony

(Rumor) Penampakan Aksesori Kamera Untuk Smartphone Dari Sony - Aksesori untuk smartphone yang tak biasa kabarnya tengah di persiapkan oleh Sony. Bukan softcase atau garskin tentunya, melainkan sebuah lensa kamera "eksternal" yang konon dapat dipadukan dengan smartphone. Aksesori "Lens Camera" ini adalah sebuah lensa normal yang memiliki sensor, Bionz processor, konektivitas WiFi / NFC dan slot untuk SD Card. Untuk dapat menggunakan lensa ini, kita dapat menempelkannya dibagian belakang smartphone, dihubungkan secara wireless melalui WiFi (setelah diselaraskan dengan teknologi NFC) sehingga anda dapat menggunakan smartphone anda sebagai controller untuk mengambil gambar seperti yang nampak pada contoh gambar dibawah ini.
Aksesori kamera dari Sony

Konon, akan hadir 2 varian lensa jenis ini yang akan dirilis Sony dalam waktu dekat, yakni DSC-QX10 dan DSC-QX100. Satu dari dua varian lensa ini akan memiliki fitur sensor seperti pada Sony RX100MII dengan Zeiss lens. Dan versi lainnya (seperti yang nampak di gambar) akan memiliki fitur 10x Optical Zoom, yang memiliki resolusi 18 Megapixel (1/2.3 inch, dengan lensa f/3,3-5.9). Ini merupakan sensor dan lensa yang sama pada Sony WX150.

Sepertinya Sony ingin membawa pengalaman fotografi level tinggi ke ranah smartphone, dimana memang saat ini Sony sedang fokus dalam dua hal, yakni kamera dan smartphone yang juga dapat dilihat dari tersiarnya rumor akan kehadiran Xperia Honami i1 yang merupakan smartphone yang mengedepankan fungsi kamera. Kedua lensa ini dikabarkan akan dapat digunakan pada perangkat dengan sistem operasi Android dan iOS.
Kamera eksternal untuk smartphone dari Sony
Sony Lens Camera

Referensi artikel dan sumber gambar : Sony Alpha Rumors