Comments

Senin, 06 Januari 2014

Sony Mengumumkan Xperia Z1 Compact, Perangkat Flagship "Mini" Dengan Kemampuan Maxi

Sony Mengumumkan Xperia Z1 Compact, Perangkat Flagship "Mini" Dengan Fitur Maxi - Setelah beberapa waktu lalu sebuah perangkat yang disinyalir adalah Sony Xperia Z1 "mini" menampakkan diri, akhirnya Sony secara resmi mengumumkan perangkat tersebut sebagai Xperia Z1 Compact (atau Z1s) pada ajang International CES 2014 yang saat ini (7 Januari 2014) sedang berlangsung di Las Vegas. Yup, sepertinya Sony enggan menyebutnya dengan kata "mini" jika mengingat kata mini tersebut digunakan oleh beberapa vendor lain untuk menyebut versi downgrade dari perangkat unggulannya.

Seperti yang pernah dibocorkan sebelumnya, Xperia Z1 Compact memiliki berbagai fitur dan spesifikasi yang identik atau sangat mirip dengan versi original nya termasuk prosesor Quad-core Snapdragon 800, kamera 20 megapixel serta kemampuan untuk tahan terhadap air dan debu. Hal yang paling membedakan perangkat ini dengan versi aslinya adalah tentu saja dari segi ukurannya. Z1 compact memiliki fisik yang lebih mungil dari Z1 versi original dimana ia "hanya" dibekali dengan bentang layar 4.3 inci (dibanding dengan versi original yang berukuran 5 inci) yang tujuannya untuk memudahkan penggunanya untuk menggunakan perangkat ini dengan satu tangan.

Spesifikasi powerful yang diusungnya membuat Z1 Compact menjadi salah satu produk flagship Sony. Dan hal ini juga memberikan keunggulan tersendiri bagi Z1 Compact dibanding dengan perangkat versi mini dari vendor lainnya karena tidak ada spesifikasi yang diturunkan kecuali resolusi layar dan baterai yang diciutkan untuk menyesuaikan bentuk fisiknya yang lebih mungil. Meski resolusi layarnya diciutkan (720p berbanding 1080p dari versi asli) namun perangkat ini tetap memberikan tampilan yang tajam (340 ppi) mengingat ukuran layarnya pun ikut menciut.

Perangkat ini juga dihadirkan dengan berbagai pilihan warna seperti hitam, putih, pink dan lime. Dan ini tentunya merupakan kabar baik bagi kamu yang tidak terlalu suka dengan perangkat yang memiliki layar terlalu lebar, namun tetap menginginkan performa dan kemampuan yang maxi. Untuk soal harga sepertinya Sony masih enggan untuk mengungkapkannya. Kabarnya perangkat ini akan mulai dipasarkan sekitar akhir Februari 2014.

Sumber : Engadget

Perawatan Tanaman Semangka bag. Pertama

Tujuan pemupukan susulan adalah untuk memacu pertumbuhan tanaman sehingga dapat tumbuh secara optimal. Berdasarkan cara pemberiannya, pemupukan susulan terdiri dari 2 macam, yakni pupuk daun dan pupuk akar.

1. Pupuk Daun
Pupuk daun yang digunakan dapat berupa pupuk cair ataupun berbentuk serbuk, asalkan kadar unsur makro tertentu sesuai dengan kebutuhan tanaman semangka (Kadar N-P-K nya). Kandungan unsur mikro pada setiap merk hampir sama, maka merk pupuk yang digunakan boleh sembarang merk.

Perlu diketahui bahwa pupuk daun mempunyai kandungan unsur makro (unsur Nitrogen, Pospor dan Kalium) yang berbeda kadarnya pada setiap merk dagang. Maka dari itu kita harus memilih salah satu merk pupuk yang mempunyai kandungan unsur makro sesuai dengan kebutuhan tanaman semangka.

Contoh jenis pupuk daun yang dapat sobat gunakan untuk tanaman semangka adalah:

* Pupuk daun padat (berbentuk serbuk ataupun tepung):
- Gandasil. - Vitabloom. - Topsil.
- Complesal. - Hyponex. - Shell foliar.

* Pupuk daun cair:
- Wuxak - Bayfolan. - Complesal.

Selain mengandung unsur makro, pupuk daun yang ada di pasaran juga ada yang mengandung unsur mikro sekaligus. Tetapi ada pula yang hanya mengadung unsur makro atau unsur mikro saja.

Unluk memudahkan pekerjaan, sebaiknya dipilih pupuk daun yang mengandung unsur mikro sekaligus unsur makro. Dengan demikian kita cukup membeli satu jenis (merk) pupuk. Bila kita membeli pupuk daun yang hanya mengandung salah satu unsur tadi. maka kita harus membeli dua jenis (merk) pupuk dan harus kita campur untuk dapat digunakan sebagai pupuk daun.

2. Pupuk Akar
Pupuk akar kita pakai dengan cara dicampur dengan air penyiram. Dengan cara demikian kebutuhan unsur hara tadi dapat tersedia dengan cukup. Tetapi karena sebelum penanaman kita telah melakukan pemupukan dasar, maka kita hanya tinggal menjaga jangan sampai kandungan unsur hara pupuk dasar tadi habis diserap oleh tanaman.

Perawatan Tanaman Semangka


PENGGUNAAN FORMULA OBAT DAN PUPUK SECARA PERIODIK
Setelah kita memahami tentang pupuk daun dan insektisida fungisida, maka yang harus kita pahami berikutnya adalah cara penggunaan bahan tersebut. Dalam praktiknya selain ketiga bahan tersebut, masih ada bahan obat lain yang perlu sobat gunakan, yakni:
  • Hormon pertumbuhan tanaman (ZPT - Zat perangsang tumbuh). Dapat menggunakan beberapa macam merk obat serupa, misalnya: Atonik, abitonik, dekamon, sandovit dan lain-lain.
  • Bahan perata dan pelekat.
    Dapat menggunakan beberapa macam merk obat serupa, misal­nya: Agristik, sandovit, agral, tenac sticker, dan lain-lain.
  • Pupuk mikro (Pm) berbentuk cairan:
    Pupuk mikro kita pergunakan untuk menambah unsur mikro pada tanaman. Penggunaan pupuk mikro hanya beberapa kali saja pada setiap periode penanaman, sebab pupuk daun yang kita pakai juga mengandung unsur mikro. Tetapi apabila pupuk daun yang kita gunakan belum mengandung unsur mikro, maka pupuk mikro ini perlu ditambahkan secara lebih sering. Contoh pupuk mikro: Multi micro, metalik
Pada setiap periode penanaman sebaiknya disusun jadwal penyemprotan tanaman lengkap beserta jenis obat yang dipergunakan. Dengan cara demikian kita dapat mengatur pergiliran pemakaian bahan obat.

Kami sengaja menganjurkan untuk memakai 3 jenis insektisida dan fungisida pada jadwal periodik penyemprotan tanaman. Tujuannya adalah agar bila terjadi kekebalan zat obat oleh hama dan penyakit tertentu masih ada cadangan obat lain yang dapat digunakan. Sebenarnya apabila penyemprotan obat pencegahan hama dan penyakit ini kita lakukan teratur, misalnya menuruti jadwal di atas, hampir dapat dipastikan areal penanaman kita terbebas dari serangan hama dan penyakit.

Obat yang telah kita takar sesuai dosis masing-masing, kemudian kita larutkan sampai tercampur rata. Setelah itu baru kita semprotkan dengan menggunakan sprayer punggung (untuk areal penanaman yang relatif sempit) atau mesin penyemprot bertenaga diesel (untuk areal penanaman yang luas). Penyemprotan dapat dilakukan pada pagi atau pun sore hari.

PENYIRAMAN
Kebutuhan penyiraman tanaman semangka relatif tergantung pada kondisi lingkungan dan cuaca setempat. Jadi tidak bisa dibuatkan suatu jadwal penyiraman seperti halnya jadwal untuk penyem­protan tanaman. Menurut banyaknya jumlah air dan cara pengairannya, penyiraman tanaman semangka dibagi menjadi 2 kelompok, yakni:

1. Penyiraman ringan
Penyiraman ringan diberikan pada tanaman, apabila pada lubang tanam terlihat tanah di situ kekeringan. Padahal tanah di sekeliling areal penanaman masih terlihat cukup basah. Banyaknya air yang digunakan untuk menyiram sebanyak 1-2 liter untuk tiap tanaman. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gayung ataupun alat penyiram tanaman lain seperti gembor. Pada saat penyiraman seperti ini, dapat ditambahkan pupuk akar.

2. Penyiraman massal
Penyiraman demikian dilakukan bila kondisi areal penanaman tanahnya sudah mengering. Penyiraman demikian dilakukan dengan membuka saluran pemasukan air dari selokan menuju tempat pena­naman, sampai air tersebut menggenangi tempat penanaman, sampai mencapai tiga perempat tinggi bedengan. Kemudian air dibiarkan habis meresap ke dalam tanah. tanpa membuka saluran drainase. Penyiraman demikian mutlak diperlukan oleh tanaman. Apabila tanah yang kita tanami tidak mendapatkan cukup air, tanaman akan tumbuh kurang sempurna. Buah yang dihasilkan akan lambat perkembangannya. Hingga pada akhirnya buah akan berukuran kecil-kecil atau kurang padat daging buahnya (keropos). Sebaliknya air yang berlebihan akan membuat akar dan tanaman menjadi busuk dan akhirnya mati

PEMANGKASAN TANAMAN
Pertumbuhan batang (sulur) utama dan cabang lateralnya perlu kita atur dan kita batasi sedemikian rupa agar buah yang dihasilkan bermutu baik. Jika sobat menginginkan buah yang berukuran besar, dapat sobat usahakan dengan memelihara maksimum 3 atau 4 calon buah saja pada setiap tanaman yang masing-masing terletak pada satu cabang lateral dan dua calon buah pada batang utama.

Cabang-cabang yang tumbuh, setelah dipilih dari 2 cabang lateral terbaik yang ada, cabang yang sekiranya tidak dipakai sobat bisa pangkas dengan gunting, disisakan 5 cm dari cabang utama. Tujuan pemangkasan cabang yang berlebihan adalah untuk memaksa tanaman memusatkan hasil tenaga internalnya demi perkembangan buah. Pemangkasan cabang/ sulur tanaman perlu dilakukan.

Calon buah yang akan dipelihara dipilih dari calon buah yang paling bagus. Sobat usahakan untuk memilih calon buah yang bentuknya seragam, tampak luar sempurna dan segar serta tidak berkerut; letak calon buahnya dari pangkal batang utama berkisar antara 70 cm. Sisa calon buah yang tidak terpilih, kita buang dengan memotong tangkai buahnya pada bagian yang melekat pada calon buah untuk menghindari rusaknya batang.

Proses Penanaman Bibit Semangka

Jenis bibit yang telah kita pilih perlu diserahkan terlebih dahulu. Bibit hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) mem­punyai kulit biji yang cukup keras, sehingga bila langsung disemaikan terkadang tudung akarnya tidak mampu membuka kulit biji dan tidak bisa berkecambah. Maka untuk mempertinggi daya perkecambahan benih, perlu kita selenggarakan suatu upaya guna mendorong terjadinya perkecambahan dari benih tersebut. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Peregangan kulit biji
Peregangan biji memerlukan alat bantu berupa gunting kuku bentuk segitiga panjang berukuran kecil. Bagian gunting yang digunakan untuk meregangkan biji adalah bagian sisi gunting, mata gunting yang digunakan untuk memotong kuku. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut:

Gunting kuku untuk peregangan biji
Gunting kuku untuk peregangan biji

Biji yang telah dipersiapkan dibuka wadah kemasannya dan ditampung dalam suatu wadah kecil berpermukaan lebar. Sebaiknya pengeluaran benih dari wadah tadi dilakukan sedikit demi sedikit, tergantung kecepatan perlakuan peregangan, untuk menghindari melembeknya kulit biji akibat terkena udara, mengingat kemasan biji demikian dibuat secara khusus dan kedap udara.

Biji dipegang pangkalnya (bagian biji yang membulat) dengan ibu jari dan telunjuk tangan yang kiri. Bagian ujung biji dijepit dengan bagian sisi gunting kuku, seperti tergambar, dengan tekanan tuas gunting secukupnya hingga terdengar bunyi tanda meretaknya kulit biji. Untuk mencegah terjadinya tekanan yang berlebihan, jari telun­juk tangan kanan diletakkan di bawah tuas gunting kuku seolah-olah menjadi semacam bumper pengerem

Penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan biji teregang terlalu lebar yang dapat menyebabkan keping biji retak ataupun patah hingga tidak dapat berkecambah.

Biji-biji yang sudah diregangkan ditampung pada wadah lain untuk menghindari terlewatnya peregangan terhadap biji ataupun kemungkinan terjadinya biji teregang lebih dari satu kali.

2. Perendaman biji
Biji yang telah diregangkan kita rendam dalam suatu larutan obat yang kita ramu dari bahan-bahan:
  • Air hangat, bersuhu antara 20-25° Celcius, sebanyak 1 liter.
  • 1 sendok teh hormon pertumbuhan tanaman
  • 1 sendok teh peres fungisida (obat anti jamur)
  • 0,5 sendok teh peres bakterisida, misalnya: Agrept 25 WP.
Keempat bahan tersebut diaduk merata dalam suatu wadah, kemudian digunakan untuk merendam biji semangka yang sudah diregangkan. Lama perendaman antara 10 sampai 30 menit. Perendaman biji tidak boleh terlalu lama sebab dapat menimbulkan lebih banyak biji yang cepat busuk.

Apabila dipandang pelarutan bahan terlalu banyak, mengingat kebutuhan larutan perendam hanya sedikit, formulasi campuran dapat disesuaikan menurut kebutuhan. Sebaliknya bila jumlah larutan tersebut tidak mencukupi, formula tadi bisa kita lipat gandakan jumlahnya.

Setelah perendaman dianggap cukup, biji diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi, kemudian bibit siap ditambahkan.

3. Pengecambahan biji
Untuk mengecambahkan biji yang telah direndam dengan larutan obat, kita membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:
  • Wadah plastik ataupun bahan lain berbentuk persegi ataupun bulat, tinggi sekitar5 cm, ukuran besar sesuai dengan banyaknya benih yang akan dicambahkan.
  • Kertas koran bersih atau bahan lain (misalnya: Kertas tissue, kertas merang, dll.) secukupnya.
  • Handuk mandi yang besarnya dapat mencukupi apabila digunakan untuk menyelimuti wadah plastik yang kita pergunakan.
  • Fungisida.
  • Air hangat secukupnya.
Biji yang telah dicambahkan
Biji yang telah dicambahkan

Cara pengerjaan pengecambahan biji adalah sebagai berikut:
  • Kertas koran dibasahi dengan larutan fungisida (obat anti jamur) secukupnya sampai basah merata.
  • Kertas koran basah ini kemudian diatur dalam wadah plastik yang kita persiapkan secara merata pada dasar dan sisi wadah setebal 3-6 lapis kertas.
  • Biji yang sudah ditiriskan beberapa saat dihamparkan di atas permukaan lapisan koran basah tadi, jangan terlalu berjejal supaya tidak menyulitkan kita sendiri, mengingat nantinya akan keluar akar muda yang pasti akan rusak apabila biji yang berjejalan kita ambil.
  • Di atas hamparan biji kita lapiskan kembali koran basah sebagai penutupnya setebal 3-6 lapis.
  • Kemudian wadah kita selimuti dengan handuk yang dibasahi air hangat bersih satu atau dua lapis.
  • Wadah yang sudah diselimuti diletakkan pada tempat yang berair dan terlindung dari sinar matahari atau hal-hal yang dapat merusak. Yang paling aman adalah menyimpan wadah tadi pada suatu lemari kecil yang diterangi bola lampu pijar 10 watt, hingga suhu di dalam ruang lemari kecil tadi cukup hangat. Suasana demikian dapat mendorong daya perkecambahan yang lebih cepat dan lebih banyak biji yang berhasil berkecambah. Lama pengecambahan maksimum 2 x 24 jam.
  • Setelah tenggang waktu 2 x 24 jam, biji sudah terlihat mulai berakar, walaupun baru beberapa mm saja. Selanjutnya benih- benih tersebut siap dipindahkan ke kantong pendederan
4. Penyemaian benih
Sebelum menyemaikan benih yang telah dicambahkan, perlu dipersiapkan kantong semaian yang terbuat dari kantong plastik ketebalan 0,2 atau 0,3 mm dengan ukuran: panjang 12 cm dan lebar 9 cm sebanyak benih yang kita butuhkan. Setiap kantong semaian tadi hanya ditanam satu benih saja.
Kantong plastik tadi kita potong sudut-sudut bawahnya supaya kelebihan air siraman dapat keluar dari kantong. Setelah itu kantong kita isi dengan campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang) dengan formulas sbb.:
  • 1 bagian tanah kebun.
  • 1 bagian kompos/humus yang sudah matang.
  • 1 bagian pupuk kandang domba yang sudah matang.
Pupuk kandang yang paling cepat menumbuhkan bibit tanaman yang kita semai adalah pupuk organik yang berasal dari kandang domba. Tetapi bila kesulitan mendapat pupuk kandang tersebut, kita dapat menggunakan pupuk kandang lain sebagai penggantinya dengan dosis formulas yang sama.

Benih yang telah berkecambah kita letakkan mendatar dengan akar mengarah ke bawah apabila terlihat akar yang tumbuh sudah cukup panjang (biasanya akar demikian akan membengkok). Waktu penyemaian terbaik adalah sebelum akar tumbuh terlalu panjang, mengingat kondisi akar yang mudah patah apabila kita tidak hati-hati dalam menyemaikannya. Panjang akar yang ideal untuk disemaikan adalah 1 sampai 2 mm.

Setelah benih kita masukkan ke dalam kantong semaian, permukaannya kita taburi dengan campuran tanah seperti media kantong semaian itu sendiri sampai henih tertanam kira-kira 3 sampai 5 mm.

5. Perawatan semaian
Kantong semaian yang telah berisi benih, kita deretkan pada suatu tempat yang terkena sinar matahari penuh sejak matahari terbit sampai terbenam. Di atas deretan kantong kita buatkan penutup (pelindung) dari lembaran plastik transparant yang diberi rangka sedemikian rupa hingga menjadi semacam rumah kaca mini. Salah satu ujungnya kita biarkan terbuka untuk ventilasi udara.

Selama 5 hari pertama sejak bibit disemaikan, di atas deretan kantong semai harus ditambahkan penutup dari dedaunan untuk menjaga kelembaban benih. Di atas lembaran plastik atap semaian juga perlu ditambahkan dedaunan atau bahan lain untuk meredam (sementara) sinar matahari. Dua hari kemudian de­daunan penutup di atas kantong semai dapat kita ambil sekaligus. Menyusul secara berangsur-angsur penutup atap kita ambil, yang biasanya berlangsung selama 5 hari.

Selama masa penyemaian (berlangsung 14 hari). Kebasahan tanah pengisi kantong semaian harus selalu diperhatikan. Tanah semaian yang terlihat mulai mengering harus segera disiram dengan air biasa dengan bantuan alat penyemprot yang dilepas ujung sprayernya agar tanah pengisi kantong semaian tidak berantakan. Selain itu secara periodik bibit semaian perlu disemprot dengan larutan pupuk daun dan obat anti hama dan jamur yang dapat dilihat pada bagian pemeliharaan bibit. 12-14 hari sejak bibit ditanam, bila bibit telah berdaun 2-3 helai berarti siap dipindahkan ke areal penanaman

Penanaman Bibit Semangka

Setelah bibit yang kita semaikan berdaun 2 atau 3 lembar atau berumur sekitar 14 hari, kita sudah bisa memindahkannya ke areal penanaman yang telah kita siapkan. Selama 14 hari kita menunggu bibit tumbuh cukup besar, lahan yang kita pupuk sudah menjadi tanah malang dan sudah siap untuk ditanami. Proses penanaman bibit pada lahan penanaman adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan lubang tanam
Lubang tanam harus dibuat seminggu sebelum bibit dipindahkan, mengingat baris tanam terletak pada tempat yang kita tutup de­ngan plastik mulsa, hingga ada kemungkinan timbul gas-gas akibat pembongkaran pupuk yang dapat meracuni (membakar) tanaman bila lubang tanam dibuat bersamaan dengan waktu penanaman bibit.

Lubang tanam dibuat berderet sepanjang bedengan, kira-kira jaraknya 20-30 cm dari tepi bedengan. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 80 sampai 100 cm, tergantung tebal tipisnya tanah bedengan (tinggi bedengan). Supaya pembuatan lubang terlihat rapi dan memudahkan pengawasan tanaman, bagian yang akan dilubangi diberi tanda terlebih dahulu. Mengingat lubang tanam yang akan dibuat terletak pada tempat yang ditutup dengan mulsa plastik, maka perlu dipersiapkan alat bantu pelubangan plastik yang terbuat dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg seperti berikut ini:

Alat pelubang plastik mulsa
Alat pelubang plastik mulsa
Cara penggunaan alat tersebut adalah dengan bara api arang atau bahan lain (sekam, kayu, dll.), secukupnya hingga kaleng alat pelu­bang tersebut menjadi panas. Selanjutnya alas kaleng tadi kita tempelkan pada bagian yang akan kita lubangi selama beberapa detik hingga bila kaleng tersebut kita angkat akan timbul lubang pada plastik yang besarnya dapat seragam dan rapi.

Sehari sebelum bibit ditanam pada lubang tanam tadi, perlu dibuat lubang sebesar kantong semaian. Pelubangan dapat menggunakan kayu bulat ataupun bambu (sebesar diameter kantong semaian) berujung runcing yang kita hujamkan pada tempat yang kita kehendaki, dengan kedalaman sekitar 8-10 cm.

2. Irigasi massal pertama
Tiga hari sebelum bibit ditanam pada bedengan, areal penanaman perlu diairi secara massal untuk membasahi tanah supaya siap menerima penanaman bibit. Air dari saluran irigasi dialirkan sampai menggenangi areal penanaman setinggi sekitar tiga perempat tinggi bedengan, baru saluran pemasukan air kita tutup rapat. Air genangan tadi kita biarkan meresap sampai habis dengan sendirinya, saluran drainase keluar areal penanaman tidak perlu kita buka (dalam keadaan tersumbat).

Irigasi massal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan memperingan pekerjaan pemindahan bibit beberapa hari kemudian. Bila irigasi massal ini tidak dilakukan, maka areal penanaman tersebut perlu disiram air yang cukup banyak pada setiap lubang-lubang tanam. Tujuan lain dari irigasi massal ini adalah untuk melarutkan pupuk buatan yang mungkin masih belum terurai. Dengan cara demikian efek buruk pada bibit tanaman dapat dihindari.

3. Perendaman kantong semaian
Beberapa saat sebelum kantong semaian berisi bibit kita pindahkan pada bedengan, kantong semaian tersebut kita rendam dalam larutan obat. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan bibit sewaktu kita lepas kantong plastik pembungkusnya, sekaligus sebagai semacam langkah imunisasi.

Lamanya perendaman dalam larutan obat demikian adalah 5-10 menit. Untuk menghemat tenaga dan waktu, perendaman dapat dilakukan secara massal pada suatu ember berpermukaan lebar yang kita isi larutan obat dan beberapa kantong bibit kita benamkan di situ sekaligus. Setelah beberapa kali perendaman, air perendam yang berkurang karena diserap oleh tanah dari kantong semai kita tambahkan dengan larutan yang sama sampai seluruh kantong semai terendam seluruhnya.

Larutan obat perendam kantong semai tersebut kita susun dari bahan sebagai berikut:
  • 1 sendok teh peres hormon pertumbuhan tanaman berbentuk cairan, misalnya: Atonik, abitonik, dekamon, menedael, dll.
  • 1 sendok teh peres bakterisida berbentuk tepung, misalnya: Agrept 25 WP, Agrymicyn 1,5 WP.
  • 1 sendok teh peres fungisida bcrbentuk serbuk atau tepung, misalnya: Benlate, Dithane M 45, Daconil dll.
Ketiga macam bahan sejumlah tersebut dapat dilarutkan pada setiap satu liter air pelarut. Jadi untuk merendam semua kantong semaian, perlu diketahui atau diperkirakan berapa banyak obat perendam yang harus dipersiapkan. Kemudian campuran bahan-bahan tersebut kita aduk sejumlah kelipatan larutan perendam sesuai dengan kebutuhan. Pengadukan ketiga bahan obat, harus sampai rata benar. Baru larutan siap untuk digunakan. Kantong semaian yang telah cukup terendam diangkat dan ditiriskan beberapa saat, kemudian ditanam pada lubang tanam.

4. Penanaman bibit
Kantong semaian yang sudah cukup lama kita tiriskan, hingga air rendaman sudah berkesempatan mengalir keluar kantong, kita taruh dalam lubang tanam terlebih dahulu. Untuk mempercepat pengerjaan penanaman sebaiknya pekerjaan tersebut dilakukan oleh beberapa orang sekaligus. Setiap petugas diberi tugas yang diatur sedemikian rupa hingga proses penanaman bibit dapat cepat selesai dengan hasil yang rapi dan sempurna tanpa adanya kerusakan bibit. Misalnya ada

Deretan bibit yang siap dipindah untuk ditanam pada bedengan
Deretan bibit yang siap dipindah untuk ditanam pada bedengan
tenaga perendam bibit yang khusus menangani perendaman bibit, ada tenaga pengangkut bibit dan meletakkan pada lubang tanam dan yang paling penting tenaga pembuka kantong semaian yang bertugas menanam bibit pada lubang tanam. Tenaga kerja yang terakhir ini harus benar-benar faham akan teknik-teknik pertanian, supaya dapat menjalankan tugasnya dengan teliti, rapi dan cekatan, sebab penanaman bibit semangka harus selesai sebelum matahari naik terlalu tinggi yang sinarnya mampu membakar bibit yang belum kita tanam. Cara penanaman bibit pada lubang tanam adalah sebagai berikut:
  • Kantong plastik dirobek dengan pisau atau gunting dengan hati-hati hingga akar tidak rusak atau patah.
  • Tanaman beserta tanah pengisi kantong tadi kita masukkan ke dalam lubang tanam.
  • Celah-celah lubang kita tutup dengan tanah yang kita persiapkan untuk keperluan tcrsebut.
  • Lubang tanam yang telah selesai ditanami dan ditutup tanah, kita siram dengan sedikit air agar tanah media bibit menyatu dengan tanah di sekelilingnya tanpa ada rongga yang tersisa.

ASUS Transformer Book Duet Diperkenalkan, Tablet Hybrid Dengan Dual Boot

ASUS Transformer Book Duet Diperkenalkan, Tablet Hybrid Dengan Dual Boot - Ajang International CES 2014 yang berlangsung di Las Vegas ini sepertinya ingin benar-benar dimanfaatkan ASUS untuk unjuk kebolehan. Betapa tidak, di ajang ini mereka sekaligus memperkenalkan beberapa produk andalan baru mereka di segmen mobile device. Setelah sebelumnya mereka memperkenalkan ASUS ZenFone yang merupakan andalan baru ASUS di segmen smartphone, di saat yang hampir bersamaan mereka juga memperkenalkan ASUS Transformer Duet.
ASUS Transformer dengan dual boot

Bagi kamu yang sedang bingung mencari mobile device dengan dual boot, sepertinya pencarianmu akan segera berakhir setelah diperkenalkannya perangkat hybrid ini. Ya, perangkat dengan bentang layar 13.3 inci yang bisa difungsikan sebagai laptop dan tablet ini secara default sudah mendukung untuk dual boot OS (Android dan Windows). Seperti halnya perangkat dengan embel-embel "Transformer" lainnya, ASUS Transformer Duet juga sudah dibekali dengan keyboard dock agar dapat difungsikan sebagai laptop. Yang istimewa dari keyboard dock ini adalah ia juga telah dibekali dengan tambahan hard drive nya sendiri serta tambahan beberapa port untuk memudahkan konektivitasnya.
ASUS transformer duet

Baik dalam mode tablet atau laptop, perangkat ini dapat dengan mudah berganti dari Android 4.1 ke Windows 8.1atau sebaliknya. Layar yang diusungnya memiliki resolusi 1080p, dimana ia juga telah dibekali dengan prosesor handal dari Intel Core i7 ditambah dengan kapasitas penyimpanan SSD (Solid State Drive) sebesar 128 GB. Dan jika disatukan dengan dock keyboard, kamu akan mendapatkan ruang penyimpanan ekstra hingga 1 TB ditambah dengan konektivitas USB, Ethernet dan HDMI. Perangkat ini kabarnya juga akan tersedia dengan varian yang memiliki prosesor Intel Core i3.

Sumber : Engadget

Toughpad FZ-M1, Tablet 7 Inci "Tangguh" Dari Panasonic

Toughpad FZ-M1, Tablet 7 Inci "Tangguh" Dari Panasonic - Jika kita melirik ke pasar gadget, sepertinya sebuah tablet sudah bukan lagi dipandang sebagai hal yang asing atau "istimewa" karena memang sudah banyak sekali perangkat tablet yang beredar saat ini. Namun bagaimana dengan tablet dengan kemampuan lebih? Ya hal itulah yang coba ditawarkan oleh Panasonic di produk terbarunya yang baru saja diperkenalkan pada ajang International CES 2014 yang berlangsung di Las Vegas.

Sebuah tablet dengan bentang layar 7 inci dan dibekali dengan sistem operasi Windows 8.1 ini memiliki desain yang sedikit unik karena memang dirancang khusus agar memiliki "ketahanan" yang jauh melebihi tablet biasa yang beredar pada umumnya. Adalah Toughpad FZ-M1 nama yang diberikan oleh Panasonic untuk tablet tangguh ini. Sudut-sudut dari tablet ini sedikit membulat dan dibagian luarnya dikelilingi oleh karet yang cukup tebal untuk melindungi body nya.
Panasonic Toughpad FZ-M1

Selain body nya yang nampak kokoh dan tangguh, tablet yang diklaim memiliki kemampuan tahan air, debu dan benturan ini juga telah dibekali dengan "jeroan" yang tidak bisa dianggap remeh. Ia dibekali dengan prosesor Intel Core i5 vPro untuk memastikan sistem operasi Windows 8.1 Pro (64-bit) yang diusungnya berjalan dengan mulus. Sayangnya belum ada keterangan lebih lanjut soal spesifikasi lengkapnya. Selain tahan air debu dan benturan, tablet ini juga diklaim mampu bertahan pada cuaca extreme sekalipun.

Untuk urusan konektivitas, Panasonic Toughpad FZ-M1 ini sudah terintegrasi dengan konektivitas tingkat tinggi 4G LTE. Selain itu terdapat beberapa fitur konektivitas pendukung lainnya seperti port USB 3.0, microSDXC slot, WiFi, Bluetooth, GPS, NFC dan beberapa konektivitas lainnya.

Sumber : Engadget

ASUS Memperkenalkan ZenFone, Smartphone Android Dengan Chip Intel

ASUS Memperkenalkan ZenFone, Smartphone Android Dengan Chip Intel - ASUS bukanlah sebuah vendor yang dikenal sebagai pembuat smartphone. Di pasar gadget mereka lebih dikenal sebagai pembuat PC tablet. Namun hal itu tidak membuat mereka malu untuk memperkenalkan beberapa produk mobile device berjenis smartphone yang diberi nama ZenFone. Tidak tanggung-tanggung, ASUS memperkenalkan 3 produk ZenFone sekaligus pada ajang International CES 2014 yang sedang berlangsung di Las Vegas.

Tiga dari perangkat yang menggunakan sistem operasi Android 4.3 itu adalah ZenFone 4, 5, dan 6 yang semuanya menggunakan prosesor Dual-Core dari Intel Atom lengkap dengan berbagai pilihan warna. Hal yang sedikit membuatnya berbeda dari perangkat berbasis Android lainnya adalah dari segi tampilan antarmuka atau UI (ZenUI) yang nampak simple namun enak dipandang.
ASUS ZenFone

Selain dari segi ukuran layar, hal yang membedakan antara ketiganya adalah spesifikasi yang diusung masing-masing perangkatnya. ZenFone 4 memiliki bentang layar 4 inci beresolusi 800x480 pixel. Ia dibekali dengan prosesor Intel Atom dengan clockspeed 1.2 GHz serta kamera 5 megapixel di bagian belakang plus kamera VGA di bagian depan. Untuk ZenFone 5 yang memiliki bentang layar 5 inci (resolusi 720p), kamu akan menemukan prosesor yang lebih besar didalamnya, yakni Intel Atom dengan clockspeed 2.0 GHz. Selain itu terdapat peningkatan pada segi kamera yang mengusung resolusi 8 MP di bagian belakang, serta 2 MP di bagian depan.

Sedangkan untuk perangkat yang lebih besar yakni ZenFone 6, peningkatan kamera bahkan lebih besar lagi yakni 13 MP dibagian belakang meskipun pada bagian layar masih mengusung resolusi 720p. Belum ada keterangan resmi kapan ketiga perangkat ZenFone ini akan dipasarkan. Yang pasti ketiga perangkat ini memiliki banderol harga yang cukup terjangkau yakni $99 untuk ZenFone 4, serta $149 - $199 untuk ZenFone 5 dan 6. Tertarik untuk menunggu kehadirannya?

Sumber : Engadget

Jumat, 03 Januari 2014

Pemeliharaan Bibit Semangka

Di samping penyiraman dengan air secara rutin, bibit harus dijaga jangan sampai kering. Oleh karena itu perlu diupayakan pemupukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit. Di samping itu perlu juga disemprot dengan larutan obat penjaga mutu bibit bersamaan dengan pupuk daun tadi. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dengan menggunakan penyemprot yang berujung semprotan halus hingga air yang disemprotkan akan berbentuk kabut air. Usahakan penyemprotan dapat mengenai seluruh tanaman yang ada sampai basah. Penyemprotan hendaknya dilakukan secara periodik setiap 3 hari sekali. Bibit yang mendapat penyemprotan secara rutin akan cepat berkembang sehingga dalam usia 14 hari sudah dapat dipindahkan ke lapangan.

Pemeliharaan Bibit Semangka

Formula pupuk dan obat yang digunakan pada tiap kali periode penyemprotan adalah sebagai berikut:

PUPUK DAUN

  • Berupa kristal ataupun serbuk:
    Dosis: Tiga perempat sendok makan untuk setiap 14-17 liter air pelarut.
  • Pupuk daun cair:
    Dosis: 8 cc untuk setiap 14-17 liter air pelarut.

Pupuk daun dapat dipilih dari berbagai macam merk, yang mempunyai kandungan unsur N (Nitrogen) tinggi.

INSEKTISIDA
Insektisida dapat dipilih dari berbagai macam merk, baik berupa insektisida kontak maupun insektisida sistemik yang berbentuk cairan ataupun serbuk.
Dosis: 10 cc setiap 14-17 liter air pelarut.

FUNGISIDA
Fungisida dapat dipilih dari berbagai macam merk, baik yang berbentuk serbuk maupun cairan.
Dosis:
Fungisida serbuk : 1 sendok makan peres untuk setiap 14-17 liter air pelarut.
Fungisida cairan : 2 sendok makan peres untuk se­tiap 14-17 liter air pelarut

Ketiga macam bahan tadi kita aduk terlebih dahulu dalam sebuah ember kecil, kemudian kita masukkan ke dalam tangki sprayer dan kita tuangi dengan air bersih sampai jumlahnya 14-17 liter, tergantung kapasitas tangki sprayer (biasanya tangki sprayer punggung berkapasitas muat antara 14-17 liter air). Kemudian dosis obat atau pun pupuk disesuaikan dengan kapasitas sprayer tadi.

Penggunaan obat untuk setiap kali penyemprotan sebaiknya menggunakan obat yang berlainan untuk menghindari kemungkinan adanya kekebalan hama dan penyakit terhadap salah satu bahan aktif dari obat. Sebagai patokan penyemprotan, Pak HaBe sajikan contoh formulasi obat untuk penyemprotan bibit sebagai berikut:

Usia bibit 6 hari.
Untuk setiap 14-17 liter air pelarut dapat dilarutkan bahan:
  • 10 cc (ml) insektisida cair Lannate L.
  • 2 sendok makan peres fungisida cair Ditblalhan 4 F.
  • 7 sendok makan pupuk daun serbuk Topsil D.
Usia bibit 9 hari.
Untuk setiap 14-17 liter air pelarut, dilarutkan bahan:
  • 10 cc (ml) insektisida cair Supracide 45 EC.
  • 1 sendok makan peres fungisida serbuk Benlate.
  • 4 sendok makan pupuk daun serbuk Topsil D.
Usia bibit 12 hari.
Untuk setiap 14-17 liter air pelarut dapat dilarutkan bahan:
  • 10 cc (ml) insektisida cair Hostalhion 40 EC.
  • 1,5 sendok makan peres fungisida bubuk dilhane 45 M.
  • 5 sendok makan pupuk daun serbuk Topsil D.
Perlu diketahui, pada masa pembibitan ini, penyemprotan yang dilakukan belum menggunakan bahan perata dan pelekat, sebab kondisi tanaman yang masih rapuh. Pemaksaan penggunaan bahan tersebut terkadang justru menyebabkan rusaknya bibit yang kita tanam.

Bila benih yang akan ditanam pada areal penanaman dipilih dari benih semangka jenis triploid (non biji) dianjurkan pula untuk menanam juga sedikit semangka jenis haploid (berbiji). Mengingat bunga jantan semangka jenis triploid, tepung sarinya tidak mengandung bibit (mandul), sehingga untuk perkawinan buatan nanti kita harus menggunakan bunga jantan lain yang tepung sarinya tumbuh sempurna (ferlil). Bunga jantan demikian dimiliki oleh semangka jenis Haploid. Banyaknya kebutuhan benih semangka haploid adalah sebanyak 0,5% dari banyaknya benih triploid yang disiapkan.

Daya tumbuh tanaman semangka jenis haploid lebih pesat pertumbuhannya, maka masa pembibitan benih ini hendaknya berselang 7 sampai 10 hari setelah benih triploid disemaikan. Jadi tidak bersamaan waktu penyemaiannya. Dalam praktik di lapangan, ternyata tanaman semangka jenis haploid juga kurang bertahan bila penanamannya diatur berseling dengan jenis tanaman semangka triploid.

Penanaman yang diatur demikian justru sering menularkan bibit penyakit pada tanaman triploid yang masih dalam masa pertumbuhan buahnya. Berdasarkan kenyataan tersebut, sebaiknya tanaman se­mangka haploid ini ditanam secara tersendiri pada suatu bedengan khusus yang terletak di pinggir areal penanaman. Sedangkan cara pembenihan biji sama halnya dengan cara pembenihan yang telah Pak HaBe uraikan sebelumnya.

Pemilihan pestisida dan fungisida yang akan dicampur, hendaknya disesuaikan dengan petunjuk pada wadah masing-masing obat.

Kamis, 02 Januari 2014

Persiapan Lahan Untuk Budidaya Semangka bag. Kedua

Bedengan berbaris tanam tunggal dengan turus
Bedengan berbaris tanam tunggal dengan turus
Keterangan gambar:
Panjang bedengan : Sama panjangnya dengan areal penanaman.
Lebar bedengan : 120-130 cm.
Tinggi bedengan : 40- 60 cm.
Tinggi turus : 220 cm di atas permukaan tanah.
Kedalaman penanaman kaki turus: minimal 10 cm.
Tinggi rak buah : 50-70 cm di atas permukaan bedengan.

Keuntungan dari bentuk bedengan seperti di atas adalah adalah:
  • Perawatan tanaman mudah dilakukan dan mudah dikontrol, karena dedaunan tanaman dan buah terletak pada tempat yang mudah dilihat.
  • Pada areal lahan penanaman yang sempit, relatif lebih banyak dapat menampung tanaman. Biasanya 2 kali lipat dari bentuk bedengan yang lainnya.
  • Risiko rusaknya tanaman akibat teknis dan gangguan hama pada buah relatif kecil. Sebab, tanaman tidak akan terinjak saat melakukan penyerbukan buatan dan buah tidak terletak di atas per­mukaan tanah yang sangat disenangi hama dan penyakit.
Kerugian pola bentuk bedengan demikian adalah:
  • Biaya operasional yang harus dikeluarkan relatif lebih banyak karena harus menyediakan turus dan rak buah.
  • Pembuatan turus dan rak buah membutuhkan waktu dan tenaga ekstra yang berarti menambah biaya pula.
  • Hanya dapat dipelihara 2 cabang pada dap tanaman.
Dari beberapa pola bentuk bedengan yang kami utarakan, bentuk yang paling banyak dipergunakan adalah bentuk bedengan berbaris tanam ganda. Bentuk bedengan demikian lebih efisien baik dari segi waktu pembuatan maupun perawatan, dan secara ekonomis lebih murah. Bentuk bedengan hendaknya juga disesuaikan dengan kondisi areal penanaman dan keuangan yang ada.

3. Tahap penghalusan dan perataan bongkahan tanah
Tanah pada sisi bedengan, tempat untuk penanaman semangka harus kita hancurkan dengan menggunakan cangkul, sehingga bong­kahan tadi hancur menjadi remah. Bagian tengah bedengan (bagian landasan buah) pada bentuk bedengan non turus, kita ratakan sekedarnya saja, tidak perlu sampai menjadi remah. Pada bagian tersebut nantinya untuk dijadikan tempat perambatan tanaman dan alas peletakan tumbuhnya buah. Bagian ini kita lapisi jerami kering untuk perambatan semangka dan pelelakan buah.

4. Tahap pengapuran
Jenis kapur yang sobat dapat gunakan untuk pengapuran adalah kapur pertanian yang mengandung unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat di dalam tanah.

Dari beberapa jenis kapur pertanian yang ada di pasaran, kapur yang biasa dipergunakan pada areal penanaman semangka adalah kapur yang bahannya dari batuan kapur yang dihaluskan tanpa melalui proses pembakaran atau dalam bahasa kimianya biasa disebut kapur karbonat. Di pasaran, kapur karbonat dijual dengan 2 bentuk merk, yang membedakan hanya pada kandungan unsurnya.

Berdasarkan kandungan unsur magnesium yang cukup besar tersebut, kapur dolomit lebih banyak dipilih untuk dipakai pada lahan penanaman semangka. Sedangkan banyaknya kapur yang perlu dileburkan bergantung pada hasil pengukuran pH tanah. Berikut ini disajikan Tabel dosis penggunaan kapur pada lahan penanaman semangka.

Misalnya pada jarak 90 cm dari tepi bedengan menuju ke tengah bedengan, bukan untuk ditaburkan secara merata pada seluruh areal penanaman. Maka cara penebaran kapur tersebut adalah sebagai berikut: Kapur disebarkan pada baris tanam secara merata, kemudian tanah yang telah ditaburi kapur tadi diaduk dengan cangkul supaya tercampur secara merata pada sisi be­dengan yang kelak akan ditanami semangka. Supaya kapur yang telah teraduk di dalam tanah dapat menyatu dan bereaksi dengan tanah, maka bedengan tersebul dibiarkan dulu selama 2-4 hari, kemudian baru dilakukan pemupukan dasar di atas bagian yang telah dikapur tadi.

5. Tahap pemupukan dasar
Pupuk yang lazim digunakan unluk areal penanaman semangka adalah pupuk organik dan pupuk buatan atau hanya pupuk buatan saja. Pupuk kandang yang lazim digunakan untuk penanaman semangka adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi ataupun kerbau. Pupuk kandang tersebut harus dipilih yang sudah matang.

Beberapa ciri pupuk kandang yang bisa dikatakan matang adalah sebagian dari bongkahan kotoran hewan dan sisa makanannya telah terurai menjadi tanah atau bila tumpukan pupuk kandang tersebut diraba dengan tangan tidak akan terasa panas.

Pupuk kandang sangat diperlukan untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur. Dosis pupuk kandang untuk pe­mupukan bagian bedengan tempat baris tanam adalah sebanyak 2 kg perbatang tanaman. Maka banyaknya pemberian pupuk kandang bergantung dari banyaknya batang tanaman pada areal penanaman. Se­bagai patokan, pada setiap 1000 meter persegi lahan penanaman dapat memuat sekitar 300 batang tanaman dengan pola tanam bedengan berbaris tanam ganda.

Jadi untuk sistem tersebut memerlukan pupuk kandang sebanyak 600 kg (300 btg x @ 2 kg) dengan cara pemupukan hanya disebarkan merata pada setiap sisi bedengan tempat baris tanam semangka, bukan seluruh areal penanamannya. Setelah pupuk ditaburkan secara merata, kemudian kita ratakan sekali lagi dengan menggunakan garpu tanah (cakruk) dan setelah itu pupuk buatan kita sebarkan di atasnya. Pada prinsipnya pupuk dasar terdiri atas:
  • Pupuk mahro.
  • Pupuk mikro.
Pupuk mikro yang kita gunakan untuk pupuk dasar adalah pupuk mikro berbentuk tepung ataupun kristal, bukan pupuk serupa yang berbentuk cairan.

Pupuk dasar yang terdiri dari pupuk makro dan mikro tersebut, kita campur dulu sedemikian rupa sehingga tiap batang tanaman akan sama rata mendapat jatah pupuk sebanyak 240 sampai 300 gram dan ditambah 1% obat anti hama penggerek batang. Cara penghitungan jumlah kebutuhan pupuk dengan menggunakan tabel tersebut adalah demikian:

Misalnya lahan yang akan ditanami seluas 1000 meter persegi dan terdapat sekitar 300 batang tanaman. Maka jika kita menggunakan standar jatah pupuk dasar 250 gr tiap batang tanaman, berarti untuk lahan seluas tersebut membutuhkan pupuk dasar sebanyak: 300 btg tanaman x 250 gr pupuk - 75 kg pupuk dasar.

Kemudian tanah tersebut kita aduk kembali sedemikian rupa sehingga pupuk tersebut terletak di bawah system perakaran tanaman. Dengan cara demikian pupuk dapat dengan mudah diserap oleh akar tanaman. Kemudian permukaan tanah kita ratakan kembali.

Setelah selesai perlakuan pemupukan dasar ini, tanah yang telah kita pupuk tidak boleh terinjak agar keadaan tanah tidak memadat kembali. Keadaan tanah yang padat akan menghambat pertumbuhan tanaman, sebab akar akan sukar berkembang dan menyerap unsur hara. Akibatnya tanaman akan tumbuh tersendat bahkan ada kemungkinan layu dan mati.

6. Tahap penyempurnaan bedengan
Untuk menghambat adanya penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar di sekitar bawah tanaman, maka bedengan tersebut perlu disiangi dan disiram secara rutin. Bedengan yang telah kita persiapkan, terutama sisi bedengan di mana baris tanam terletak, perlu diberi suatu lapisan pelindung yang mampu mengatasi dan menghambat pertumbuhan gulma dan penguapan air. Lapisan penutup yang lazim digunakan pada bedengan tanaman semangka adalah:

Jerami kering
Jerami kering ini dihamparkan secara merata pada seluruh bedengan setebal 2-3 cm. Jerami biasanya tidak mampu bertahan sampai buah siap dipetik, sebab jerami mudah menjadi lapuk, maka perlu dilakukan penambahan lapisan jerami baru. Penambahan jerami baru ini tidak perlu dilakukan secara merata. Sisi bedengan yang dulu kita tebar pupuk dasar biasanya rumput dan tanaman liar tumbuh dengan subur seperti halnya tanaman semangka yang kita budidayakan. Hal ini akan menimbulkan persaingan dalam penyerapan unsur dari dalam tanah. Oleh karena itu perlu disiangi secara rutin.

Plastik mulsa
Bahan ini berupa lembaran plastik yang dikemas pada suatu rol dalam keadaan terlipat. Lebar plastik biasanya antara 110-150 cm, tergantung spesifikasi pabrik pembuatnya. Bahan ini sering dipakai oleh para petani untuk mulsa. Mulsa dari bahan plastik lebih mampu menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar dibandingkan dengan bahan dari jerami. Bahan plastik juga mempunyai keunggulan tambahan, seperti :
  • Usia plastik lebih lama, hingga mampu bertahan digunakan selama 8-12 bulan pada areal terbuka (2-3 kali periode penanaman).
  • Sisi plastik, terlebih plastik yang bersisi warna perak, dapat memantulkan sinar matahari hingga secara tidak langsung membantu tanaman lebih banyak mendapat sinar matahari yang perlu untuk proses pertumbuhannya.
  • Penanaman semangka dapat menggunakan kedua bahan penutup tersebut. Plastik kita gunakan sebagai penutup pada bagian sisi be­dengan yang ditanami semangka dan jerami kering untuk menutupi permukaan bedengan yang belum bertutup oleh plastik sebagai penutup, jerami dapat pula dipegang oleh sulur pelekat tanaman hingga tanaman dapat berdiri kokoh dan tidak mudah diporak-porandakan oleh tiupan angin.
Cara pemasangan kedua bahan penutup tersebut adalah sebagai berikut:
  • Mula-mula plastik kita pasang sepanjang baris tanam pada sisi tepi bedengan.
  • Lipatan plastik kita buka, kemudian kita bentangkan pada sisi bedengan, menggantung kira-kira 10 cm dari permukaan saluran drainase/jalan perawatan supaya kelebihan air dapat merembes ke dalam saluran air menuju tengah bedeng­an.
  • Kemudian ujung-ujung plastik (tepinya) kita timbun dengan tanah, sampai kedudukannya tidak mudah berubah apabila tertiup angina (Waktu pemasangan plastik yang terbaik adalah sewaktu sinar matahari sedang terik-teriknya). Pada kondisi demikian plastik akan memuai hingga pemasangan yang kita lakukan dapat terjadi lebih rapi.
  • Untuk pemasangan plastik yang mempunyai dua sisi warna, maka sisi warna perak dari plastik tersebut diletakkan di bagian atas menghadap ke arah matahari.
  • Sisa bagian bedengan yang belum tertutup plastik kita hamparkan jerami kering setebal 2-3 cm merata.
Setelah plastik selesai dipasang pada sisi bedengan, perlu kita tunggu proses penguraian pupuk di dalam tanah selama 10-14 hari sebelum bibit kita tanam di sana. Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan bibit berkisar antara 10-15 hari juga, maka biasanya para petani mulai mempersiapkan benih untuk ditumbuhkan pada masa demikian ini sambil menunggu proses pemasakan pupuk tadi

Rabu, 01 Januari 2014

Persiapan Lahan Untuk Budidaya Semangka bag. Pertama

Areal penanaman yang telah kita tentukan harus kita persiapkan dengan baik. Bila areal tersebut berupa tanah kebun, tanaman terdahulu yang masih tumbuh perlu kita bersihkan dulu, terlebih bila areal tersebut bekas ditanami pepohonan yang berakar dan berbatang keras. Tanaman demikian perlu kita bongkar sampai benar-benar bersih dari tunggul tanaman yang mengganggu. Bila kita menggunakan lahan pada areal persawahan, tanah tersebut perlu dibiarkan kering dulu beberapa hari sampai tanah mudah dicangkul.

Selanjutnya kita lakukan beberapa pengujian terhadap tanah di areal penanaman. Caranya adalah sebagai berikut:
  • Ambil gumpalan-gumpalan tanah dari beberapa tempat.
  • Gumpalan tanah tersebut selanjutnya kita campur sampai rata.
    Lalu kita ambil segumpal campuran tanah tersebut dan dilarutkan (dicampur air) dalam suatu wadah yang mampu memuat 300 cc cairan. Dianjurkan untuk menggunakan wadah yang lembus pandang dan telah dicuci bersih untuk mempermudah pengamalan.
  • Air pelarutnya paling baik menggunakan air suling (aquadestilala), tetapi air ledeng pun dapat digunakan demikian juga dengan air sumur, asalkan air pelarut tadi bebas rasa dan tidak berbau supaya tidak mempengaruhi hasil pengamatan kita.
  • Tanah tadi diaduk merata dalam wadah berisi air suling, lalu biarkan selama beberapa menit sampai suspensi tanah mengendap sehingga di atas endapan air pelarut terlihat jernih kembali.
  • Selanjutnya pada air tersebut kita celupkan kertas lakmus ataupun batang pengukur pH meter, kemudian kita baca skala yang ditunjukkan oleh alat tersebut untuk mengetahui besarnya pH (derajad keasaman tanah). Hal ini perlu dilakukan karena erat kaitannya dengan penghitungan jumlah pupuk, terutama kapur yang harus kita pergunakan.
Sobat juga harus mengetahui bagaimana cara penggunaan pH meter, berikut caranya, cekidot:
  • Pastikan batere sumber daya alat masih stabil arusnya.
  • Pastikan alat masih bekerja normal dengan jalan menguji, misalnya: batang alat dicelupkan ke dalam larutan cuka dapur, amati apakah jarum meter masih menunjukkan perubahan. Seharusnya skala meter menunjukkan angka kecil (di bawah angka 7), karena cuka bersifat asam.
  • Setelah yakin bahwa alat masih bekerja, cucilah batang pengukur sampai bersih dari cuka.
  • Celupkan batang pengukur dari alat ke dalam larutan suspensi tanah yang kita buat tadi. Catatlah angka yang ditunjukkan oleh meter.
  • Untuk memastikan hasil pengujian kita, lakukan cara serupa terhadap beberapa larutan suspensi tanah. Kemudian kita buat suatu tabel untuk menemukan angka rata-rata yang terbaca pada
    skala alat.
Cara penggunaan kertas lakmus untuk maksud serupa adalah sebagai berikut:
  • Persiapkan kertas lakmus (kertas indikator pH). Kertas ini dapat dibeli di toko alat laboratorium ataupun apotik besar. Bentuknya berupa gulungan kertas ataupun potongan kertas seperti pita. Pada wadahnya terdapat diagram warna-warna berikut nomer-nomer inden.
  • Ambil kertas indikator tersebut dengan menggunakan tangan yang bersih dan kering, kira-kira 4 cm. Ujungnya kita celupkan ke dalam suspensi tanah yang telah kita persiapkan.
  • Tunggulah beberapa saat sampai tidak terjadi perubahan warna lagi pada kertas tersebut (proses demikian hanya berlangsung selama beberapa detik saja).
  • Kertas indikator yang telah berubah warna dicocokkan warnanya dengan diagram warna pada wadah kertas indikator tersebut. Lalu bacalah angka yang tertera pada diagram warna yang sesuai dengan kertas indikator tadi. Bilangan tersebut merupakan bilangan pH dari tanah yang kita larutkan tadi.
  • Agar lebih pasti, hasil pengujian tersebut sebaiknya dilakukan beberapa kali, seperti langkah yang diterapkan pada pengujian pH dengan alat listrik.
Tujuan pemakaian aquadestilata sebagai pelarut adalah untuk menjamin kepastian pengukuran pH tanah. Mengingat pH normal air suling adalah 7. Lain halnya bila kita menggunakan sembarang air. Bila air pelarut tersebut ternyata bersuasana alkalis (memiliki pH kurang atau lebih dari 7), maka hasil pengukuran akan menjadi kabur. Pada pH meter semi otomatis; pada keadaan non aktif, jarum skala berada pada angka 7. Hal ini ada kemungkinan meter jarumnya tidak bergerak, sewaktu kita operasikan.

Sering terjadi pada penggunaan kertas lakmus, kertas indikator tidak mengalami perubahan warna, karena kebetulan warna yang ditunjukkan untuk bilangan tertentu sama dengan warna dasar kertas indikator. Angka pH dari tanah pada areal yang akan kila kerjakan, kita catat untuk penghitungan jumlah kapur yang kita butuhkan, yang akan dibicarakan pada bab selanjutnya.

PROSES PERSIAPAN LAHAN
Sebelum penanaman semangka kita mulai, lahan yang akan kita tanami harus kita persiapkan dengan baik. Tahap-tahap persiapan lahan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tahap pembalikan tanah
Maksud pembalikan tanah di sini adalah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan tanah. Untuk membentuk bongkahan tanah tersebut dapat menggunakan traktor tangan, dibajak dengan hewan penarik ataupun dibalik dengan cangkul.

Pembalikan tanah harus merata pada seluruh areal penanaman. Pada tahap ini, tunggul bekas batang ataupun jaringan perakaran tanaman terdahulu harus dibuang keluar dari areal penanaman. Demikian pula bebatuan yang mungkin ada harus dibuang.

2. Tahap pembentukan bedengan
Tanaman semangka mutlak membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah lebih mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang kita buat.

Jumlah bedengan bergantung pada jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh petani. Sedangkan bentuk-bentuk bedengan dapat mengikuti salah satu dari pola berikut ini:

a. Bedengan dengan baris tanaman ganda
Bedengan dengan garis tanam ganda

Panjang bedengan : Mengikuti panjangnya areal penanaman.
Letak bedengan : Melintang pada areal penanaman.
Lebar bedengan : 7-8 meter, tergantung tebal-tipisnya tinggi be­dengan.
Tinggi bedengan : Minimum 20 cm.
 
Keuntungan pola bentuk bedengan seperti ini adalah:
  • Pembentukan bedengan relatif cepat karena sekaligus dapat memuat dua baris tanaman
  • Perawatan tanaman saat penyemprotan obat ataupun pupuk daun dapat mencapai 2 baris tanaman sekaligus hingga waktu yang dipergunakan lebih efisien.
  • Tidak terlalu banyak areal yang tidak produktif.
Kerugian pola bentuk bedengan seperti ini adalah:
  • Pengerjaan pemangkasan sulur harus hati-hati, jangan sampai keliru memotong cabang lateral yang baru tumbuh pada baris tanaman di lain sisi, mengingat pada bedengan berbentuk demikian, ujung-ujung sulur tanaman sering bersilangan dan tumpang tindih.
  • Risiko kerusakan tanaman akibat terinjak sewaktu melakukan penyerbukan buatan lebih besar.
b. Bedengan dengan baris tanam tunggal
Bedengan dengan garis tanam tunggal

Panjang bedengan: Mengikuti panjangnya areal penanaman.
Letak bedengan : Melintang pada areal penanaman
Lebar bedengan : 3,5-4 meter tergantung tebal-tipisnya tinggi be­dengan.
Tinggi bedengan : Minimum 20 cm.
Keuntungan pola bentuk bedengan demikian adalah:
  • Risiko kerusakan tanaman akibat terinjak sewaktu melakukan penyerbukan buatan lebih kecil, karena tanaman tidak bersilangan dari dua arah.
  • Pemangkasan sulur dan cabang lateral lebih mudah dilakukan tanpa risiko salah potong.
Kerugian pola bentuk bedengan demikian adalah:
  • Waktu yang dibutuhkan untuk membentuk bedengan lebih lama, sebab lebih banyak saluran drainase pada setiap baris bedengan, yang berarti lebih banyak kerja pencangkulan yang harus di­lakukan.
  • Relatif lebih banyak bagian areal penanaman yang tidak produktit, tidak bisa ditanami, karena dijadikan saluran drainase (jalan perawatan tanaman).
  • Waktu yang dibutuhkan untuk menyemprot tanaman dengan larutan obal dan pupuk lebih lama, sebab pada tiap bedengan hanya ada satu baris tanam