Comments

Senin, 16 September 2013

BBM For Android Bocor, Namun Masih Belum Bisa Digunakan

BBM For Android Bocor, Namun Masih Belum Bisa Digunakan - Bagi anda pengguna perangkat Android yang ingin mencicipi aplikasi chatting populer yakni BlackBerry Messenger, sepertinya penantian anda akan segera berakhir. Beberapa bocoran tentang percobaan untuk aplikasi ini terhadap perangkat Android semakin banyak bermunculan.

BBM untuk Android
Yup, kemungkinan anda hanya perlu bersabar beberapa minggu (atau hari) lagi menjelang perilisan resminya di toko aplikasi Android yakni Google Play Store. Hal ini karena "akhir musim panas" (di Amerika Utara) sudah sangat dekat, dimana itu adalah saat yang dijanjikan oleh pihak BlackBerry untuk waktu perilisan aplikasi BBM untuk lintas platform ini. Selain bocoran soal screenshot ini, beberapa waktu lalu juga tersiar kabar bahwa aplikasi BBM sedang dalam proses review di toko aplikasi iPhone yakni App Store (BACA : BBM untuk iPhone sedang dalam proses review?) sehingga memperkuat perkiraan bahwa tanggal perilisannya sudah sangat dekat.

Perlu saya ingatkan bahwa aplikasi BBM untuk Android yang beredar saat ini adalah palsu karena yang asli belum dirilis. Maka sebaiknya anda bersabar dulu setidaknya untuk seminggu atau dua minggu kedepan untuk menanti kepastian rilis resmi dari aplikasi ini (untuk lintas platform).

Referensi artikel dan sumber gambar : Phandroid

Minggu, 15 September 2013

Perlukah Kita Menggunakan Aplikasi Penghemat Baterai Pada Android?

Perlukah Kita Menggunakan Aplikasi Penghemat Baterai Pada Android? - Pernahkan anda berpikir untuk menggunakan aplikasi penghemat baterai pada perangkat Android anda? Yap, saya yakin sebagian besar dari anda pasti pernah berpikir demikian mengingat perangkat dengan sistem operasi Android memang terkenal akan penggunaan baterainya yang boros (BACA : Kenapa baterai Android cepat habis). Saya pernah mendengar beberapa keluhan yang sebagian besar berbunyi "kenapa baterai Android tetap boros? Padahal sudah menggunakan aplikasi penghemat baterai?".

Gambar baterai
Mungkin sebagian dari anda juga pernah mengalami hal yang demikian. Nah berdasarkan pernyataan diatas, tentu akan menimbulkan sebuah pertanyaan baru, yakni perlukah kita menggunakan aplikasi penghemat baterai pada Android? Seperti janji saya pada posting sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang hal yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Lebih tepatnya "kapan kita akan membutuhkan apps penghemat baterai, dan kapan kita tidak membutuhkannya", karena aplikasi penghemat baterai hanya efektif pada keadaan tertentu saja. Oke, langsung saja kita bahas ke TKP :D

Kita memerlukan aplikasi penghemat baterai JIKA :


1. Kita bukanlah pengguna smartphone yang aktif

Jika anda adalah orang yang tidak terlalu sering menggunakan atau menyentuh perangkat smartphone yang anda miliki, maka ada baiknya ada menginstall aplikasi penghemat baterai. Hal Dalam keadaan jarang diaktifkan, aplikasi macam ini akan sangat efektif untuk membantu meningkatkan atau memperpanjag waktu standby baterai karena aplikasi macam ini akan menutup paksa aplikasi lain yang berjalan di background sehongga penggunaan baterai dapat diminimalisir dan akan berdampak pada bertambahnya waktu standby baterai pada perangkat.

2. Kita tidak membutuhkan fitur dari smartphone

Seperti yang kita ketahui, fungsi atau fitur utama dari sebuah smartphone adalah sebagai alat yang akan memberitahukan notifikasi pada beberapa akun online, sehingga pengguna dapat memperoleh info terkini tentangnya. Jika anda bukan termasuk orang yang aktif di dunia online, maka penggunaan aplikasi penghemat baterai akan sangat dianjurkan. Hal ini karena alikasi penghemat baterai sering kali mematikan fitur - fitur smartphone termasuk soal konektivitas (internet & WiFi) agar tidak cepat menguras daya baterai.

Dan biasanya mereka akan memastikan tidak ada aplikasi lain yang akan berjalan di background sehingga dapat memaksimalkan daya tahan atau waktu standby pada perangkat Android anda.

Kita TIDAK memerlukan aplikasi penghemat baterai JIKA :


1. Kita adalah smartphone addict

Yup, smartphone addict atau pecandu smartphone tidak akan memerlukan aplikasi macam ini. Ciri dari smartphone addict adalah mereka yang merasa tidak bisa lepas dari smartphone nya selama beberapa menit saja. Dengan demikian secara otomatis perangkat akan sering diaktifkan atau digunakan oleh sang pemilik. Sedangkan aplikasi penghemat baterai tidak akan efektif pada perangkat yang sering diaktifkan, bahkan cenderung membuat baterai lebih boros karena mereka terus berjalan di background. Sehingga tentu saja aplikasi semacam ini sangat tidak diperlukan.

2. Kita membutuhkan fitur penuh dari sebuah smartphone

Bagi kamu yang sengaja membeli perangkat smartphone untuk keperluan bisnismu atau mempermudah aktifitas social media mu, penggunaan aplikasi penghemat baterai sangat tidak dianjurkan. Mengapa? Karena aplikasi macam ini justru akan mengganggu dan mengurangi kenyamanan kita seperti yang sudah saya tulis pada posting efek samping penggunaan aplikasi penghemat baterai di Android, dimana ia akan mematikan konektivitas dan berbagai fitur lainnya di background sehingga akan menghambat pemberitahuan yang seharusnya kita dapatkan secara real time.

Jadi perlu atau tidaknya menggunakan aplikasi penghemat baterai tergantung dari kebutuhan kita sendiri karena di satu sisi ia akan memberikan waktu standby yang lebih pada baterai sehingga kita tidak harus sering - sering mencari outlet atau colokan listrik untuk charging, namun disisi lain ia akan mengurangi atau menghambat fitur - fitur pada smartphone itu sendiri yang akan membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Dan ingatlah, kita tetap dapat melakukan beberapa trik untuk memaksimalkan daya tahan baterai smartphone kita yang sudah saya bahas pada posting tips menghemat baterai smartphone Android. Nah mungkin itu saja yang bisa saya bagikan pada posting kali ini. Semoga bermanfaat :D

Efek Samping Penggunaan Aplikasi Penghemat Baterai Di Android

Efek Samping Penggunaan Aplikasi Penghemat Baterai Di Android - Keluhan tentang borosnya penggunaan baterai pada perangkat Android memang sudah menjadi hal yang lumrah, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan perangkat Android. Keluhan - keluhan itu disebabkan karena mereka belum mengetahui apa saja yang menyebabkan penggunaan baterai menjadi boros. Padahal hal itu sangatlah wajar, mengingat fungsi, fitur, dan aktifitas yang dilakukan oleh smartphone berbeda dengan handphone biasa (BACA : Kenapa baterai Android cepat habis).

Ilustrasi gambar baterai
Beberapa orang memilih untuk membiarkannya saja karena mereka sudah mengetahui bahwa hal ini memang wajar, namun beberapa orang yang lain akan menanggapi atau mencari cara untuk menghemat baterai pada perangkat Android yang dimilikinya, misalnya dengan menginstall aplikasi penghemat baterai. Tapi taukah anda apa efek samping dari penggunaan aplikasi penghemat baterai ini?

Beberapa dampak negatif akan dirasakan oleh pengguna jika menggunakan aplikasi macam ini, meskipun memang aplikasi - aplikasi tersebut efektif untuk menghemat baterai dalam keadaan tertentu. Nah pada posting kali ini, Dunia Gadget 558 akan sedikit membahas tentang efek samping penggunaan aplikasi penghemat baterai pada perangkat Android. Berikut adalah dua diantaranya :

Membatasi Aktifitas Smartphone

Pada dasarnya, hampir semua aplikasi penghemat baterai melakukan suatu proses yang bersifat "premanisme". Maksudnya, aplikasi akan terus aktif selama perangkat menyala sedangkan dia akan memaksa untuk mematikan aktifitas dari aplikasi - aplikasi atau fitur tertentu dengan "alasan" agar perangkat tidak melakukan "proses" yang dapat menguras baterai. Fitur yang dimaksud adalah konektivitas

Seperti yang kita tau, sebuah smartphone perlu beberapa konektivitas untuk tetap aktif (misalnya internet) agar dapat memberikan update terbaru tentang pemberitahuan yang ada untuk email, chat, socmed dan lainnya. Memang, konektifitas dan "proses" macam ini akan membuat perangkat membutuhkan daya yang cukup besar sehingga akan mempercepat habisnya daya baterai. Dan karena alasan itulah aplikasi penghemat baterai akan memaksa untuk mematikan aktifitas tersebut.

Hal ini tentu sangat mengganggu dan bahkan mungkin merugikan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses dan pemberitahuan real time soal email. Maka tidak salah bukan jika saya menyebutya seperti "preman"? Ia akan mematikan proses dari aplikasi lain, namun ia sendiri akan terus aktif  seenak jidat untuk terus memantau aktifitas smartphone.

Mengurangi fungsi dari smartphone itu sendiri

Hal ini erat kaitannya dengan yang sudah saya tulis diatas. Pernah mengeluhkan soal WiFi yang mendadak mati saat layar dikunci atau dimatikan? Ya, bisa jadi itu adalah ulah dari aplikasi penghemat baterai yang memaksa untuk mematikannya dengan alasan penghematan baterai. Matinya konektifitas, dibatasinya fitur dan proses yang seharusnya berjalan akan mengurangi fungsi dari smartphone itu sendiri, khususnya ketika layar sedang dimatikan karena mereka akan bertindak agresif ketika layar dalam keadaan mati.

Yap, hal itu akan membuat smartphone kita akan terasa seperti sebuah handphone biasa yang "sunyi" karena tidak mampu lagi memberikan pemberitahuan secara real time pada beberapa akun online. 

Nah itulah dua efek negatif dari penggunaan aplikasi penghemat baterai, namun bukan berarti aplikasi macam ini sepenuhnya merugikan atau tidak berguna. Dan saya tidak melarang untuk menggunakan aplikasi macam ini. Pilihan untuk menggunakannya atau tidak ada di tangan anda sebagai pengguna. Dan jika anda masih ragu apakah harus menggunakan apps penghemat baterai atau tidak, mungkin artikel saya yang berjudul Perlukah kita menggunakan aplikasi penghemat baterai akan membantu anda untuk memutuskannya.

Dan jangan lupa, anda masih bisa memaksimalkan penggunaan baterai dengan menggunakan beberapa trik yang sudah saya posting pada halaman tips menghemat baterai smartphone Android. Semoga bermanfaat :D

Jumat, 13 September 2013

Cara Budidaya Jeruk Manis

Gak salah kalau orang-orang banyak yang mencari referensi bagaimana Cara Budidaya Jeruk Manis itu dapat dilakukan. Siapa coba yang gak suka sama yang namanya jeruk manis?? Jeruk manis sebagai tanaman buah-buahan makin terasa penting bagi pertanian dan masyarakat Indonesia. Buah jeruk manis rasanya enak dan banyak mengandung vitamin C. Secara ekonomi, pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha tani tanaman jeruk manis ini cukup memadai.
Jeruk Manis


A. Ciri-ciri dan Jenis-jenis Jeruk Manis
Jeruk manis (Citrus sinensis L) disebut juga jeruk peras. Pohonnya agak rindang, tingginya dapat mencapai 5 - 14 meter dan perakarannya terdiri atas akar tunggang, akar serabut dan akar rambut. Daunnya berbentuk bulat telur, panjangnya sekitar 6 - 14 cm, dan lebarnya 3 - 7 cm. Ujung daunnya runcing dan sedikit berlekuk. Bunganya tumbuh pada ketiak daun, tunggal atau berangkai. Mahkota bunga biasanya lima helai, berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, berbentuk bulat telur memanjang.

Jeruk manis termasuk tanaman tahunan. Tanaman yang berasal dari bibit okulasi mulai berbunga setelah ditanam kurang lebih 2 - 3 tahun, sedangkan yang berasal dari biji mulai berbunga setelah ditanam kurang lebih 6 - 8 tahun. Musim berbunga biasanya adalah awal mujim hujan.

Ada empat jenis tanaman jeruk manis antara lain:
  1. Jeruk biasa.
  2. Jeruk manis pusar.
  3. Jeruk manis merah darah.
  4. Jeruk manis tidak asam.

B. Tanah dan Iklim yang Cocok
Tanah yang subur dan gembur merupakan tempat tumbuh yang baik bagi tanaman jeruk manis. Pada tanah yang banyak mengandung humus pertumbuhan tanaman ini begitu cepat, untuk tanah yang banyak mengandung garam, tanaman ini pertumbuhannya lambat (kurus). Hasil yang baik diperoleh pada tanah dengan derajat keasaman (pH) 5 - 6.

Jeruk manis biasanya ditanam di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Ada juga jenis jeruk manis yang cocok ditanam pada ketinggian tanah 1000 m di atas permukaan laut.

Daerah kering merupakan tempat tumbuh yang baik bagi tanaman jeruk manis, curah hujan optimal 1000 - 2000 mm per tahun. Pada daerah basah biasanya buah jeruk berkulit tebal, kurang harum, dan daging buahnya berserat. Suhu optimal bagi pertumbuhan tanaman ini ± 25 - 30°C. Udara yang terlalu panas pada siang hari mengakibatkan buahnya seperti terbakar dan bunga yang tidak terlindung daun bisa rontok. Suhu yang terlalu tinggi pada malam hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman ini. Sinar matahari banyak dibutuhkan, oleh sebab itu daerah penanamannya harus terbuka. Tanaman jeruk membutuhkan tanaman penahan angin yang ditanam disekeliling pohon jeruk, maksudnya agar tanaman jeruk terhindar dari kerusakan akibat angin kencang.

C. Pengembangbiakan Bibit
Tanaman jeruk manis dapat dikembangbiakkan secara generatif, vegetatif, dan gabungan antara keduanya. Pengembangbiakkan secara generatif menggunakan biji untuk asal tanaman, dan pengembangbiakkan secara vegetatif, bibit berasal dari bagian tanaman jeruk seperti akar, batang, dan daun atau pucuk. Untuk lebih lengkapnya sobat bisa baca pada artikel Cara Mengembangbiakkan Tanaman Jeruk Manis.

D. Pengolahan Tanah dan Penanaman
Setelah dipilih lokasi yang baik, tanah tersebut dibersihkan dari rumput atau tumbuhan pengganggu. Sebelum dilakukan penanaman, lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul terlebih dahulu agar tanah gembur, kemudian dibuat saluran pembuangan air seperlunya. Untuk memudahkan dalam pengontrolan, sebaiknya ada jalan dalam kebun tersebut.

Pada tanah miring atau landai dibuat sengkedan (teras) agar tanah tidak longsor dan kesuburannya tetap terjaga. Di sisi sengkedan itu ditanami rumput dan pematang (galengan) ditanami lamtoro.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pada musim kemarau penanaman bisa juga dilakukan asal tanaman jeruk manis tersebut disirami setiap hari. Di tanah yang kering atau yang tinggi sebaiknya ditanam bibit okulasi, sebaliknya pada tanah yang basah (air tanah dangkal) ditanam bibit cangkokan.

Lubang tanam dipersiapkan lebih dahulu (2 - 4 minggu sebelum ditanam). Jarak tanam jeruk manis tergantung pada masing-masing varietas. Jeruk manis tergantung pada masing-masing varietas. Untuk jeruk manis pusar (Washington Nevel Orange) jarak tanamnya 6 x 6 m sampai dengan 6,5 x 6,5 m, sedangkan pada jeruk manis Valencia 6 x 6 m sampai dengan 8,5 x 8,5 m. Lubang tersebut digali dengan cangkul, tanah galian bagian atas dipisahkan dari tanah galian bagian bawah. Ukuran lubang sekitar 80 x 80 x 80 cm. Lebih luas makin baik, tetapi jangan terlalu dalam. Selama 1 - 2 minggu, lubang dibiarkan terbuka untuk menghilangkan dan mengurangi keasaman tanah serta penyakit.

Setelah itu tanah galian bagian bawah dimasukkan kembali ke bagian bawah, sedangkan tanah galian bagian atas, sebelum dimasukkan ke dalam lubang dicampur dengan pupuk kandang atau kompos ditambah pupuk fosfat. Beberapa hari kemudian, apabila tanah timbunan agak padat, baru bibit tanaman jeruk manis ditanam.
Bibit tanaman jeruk manis dimasukkan ke dalam lubang, dan diupayakan akar tunggang dan akar lainnya tetap lurus. Leher akar (batas batang dan akar) jangan sampai terbenam. Bila ada akar yang patah atau rusak, potonglah bagian-bagian tersebut dengan gunting atau pisau yang tajam. Bekas potongan itu ditutup dengan cat putih atau meni. Tanah disekeliling pohon ditutup dengan jerami atau alang-alang.

Cara menanam jeruk manis
Penanaman Jeruk Manis

E. Pemupukan
Tanaman jeruk manis memerlukan pemupukan secara teratur dan terus-menerus terutama pada tanah yang kurang subur atau pun bahkan tidak subur sama sekali. Unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan, yaitu nitrogen, kalium dan fosfor. Unsur hara seperti kalsium, magnesium, sulfur, dan lain-lain juga dibutuhkan oleh tanaman jeruk, tetapi jumlahnya relatif kecil. Lebih lengkapnya silahkan baca postingan Pemberian Pupuk Tanaman Jeruk Manis.

F. Penyiangan dan Pengairan
Tanaman jeruk manis tidak kuat bersaing dengan rumput dan tumbuhan penggangu lainnya. Oleh karena itu tumbuhan penggangu yang berada di sekitar tanaman jeruk harus disingkirkan dengan koret atau cangkul.

Air sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk manis untuk pertumbuhannya. Kebutuhan ini meningkat pada saat tanaman jeruk berbunga dan berbuah. Namun demikian, tanaman jeruk manis tidak tahan terhadap air yang menggenanginya. Oleh karena itu, parit yang telah dibuat harus difungsikan dengan baik. Pada saat air berlebihan, alirkan (buang) air itu ke luar kebun melalui parit (saluran air) yang telah dibuat. Sebaliknya, apabila kekurangan air, masukkanlah air ke kebun melalui saluran air ini atau lakukan penyiraman.

G. Pemangkasan Batang Pohon
Pemangkasan batang pohon bertujuan untuk membentuk tajuk pohon yang simetris. Bentuk seperti ini akan lebih efisien dalam memanfaatkan sinar matahari.

Sejak tanaman jeruk masih kecil, sebaiknya mulai dilakukan pemangkasan. Potong batang pohon tanaman jeruk pada tinggi 60 cm di atas tanah. Beberapa tunas yang tumbuh dari bekas potongan batang pohon jeruk ini dipelihara dengan baik (3 - 4 tunas).

Pemangkasan batang pohon jeruk selanjutnya dilakukan setelah tanaman jeruk berumur setahun. Cabang-cabang primer yang sudah cukup panjang dipangkas, sehingga tinggal sekitar 20 cm panjangnya. Dari tiap-tiap cabang itu dibiarkan tumbuh 3 - 4 tunas yang akan menjadi cabang sekunder.

H. Pengendalian Hama dan Penyakit
Ada lumayan banyak jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk manis, Pak HaBe akan share pada postingan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk Manis.

I. Pemanenan
Tanaman jeruk manis biasanya telah berbuah pada umur tiga tahun, meskipun pada umur ini buahnya masih sedikit. Baru pada umur 4 - 5 tahun, buahnya lebih kurang 25 kg per pohon sedangkan pada umur 6 - 15 tahun, jumlah buah sekali panen mencapai puncaknya (75 kg per pohon).

Pemetikan buah dapat dilakukan hanya dengan tangan atau dapat pula dengan menggunakan gunting. Bila hanya menggunakan tangan buah jeruk diputar sedikit, kemudian ibu jari ditekan ke atas. Bila menggunakan gunting, guntinglah tangkai buah sekitar 2 mm dari buah. Usahakan buah tidak terluka. Gunakan tangga bila buah yang dipetik tinggi.
 

Itulah keseluruhan Cara Budidaya Jeruk Manis yang bisa Pak HaBe share ke sobat sekalian. Mudah-mudahan semua jelas ya. Kalau masih belum jelas dan merasa kebingungan sobat bisa browsing nyari artikel lain atau beli buku budidaya jeruk di toko buku daerah sobat.

Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jeruk Manis

Banyak sekali jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk manis. Namun sobat gak perlu menciut nyalinya untuk mewurungkan niat dalam budidaya jeruk manis cuma gara-gara mendengar hal ini. Di sini Pak HaBe selain akan bagi-bagi jenis-jenisnya, Pak Habe juga bakalan bagiin cara pengendalian hama penyakit yang menyerang tanaman jeruk manis.
Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jeruk Manis

Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jeruk manis diantaranya adalah:

1. Ulat Minerder (Phyllocnistis citrella)
Hama ini sering menyerang tanaman jeruk di daerah dataran rendah, terutama pada musim kering. Pada daun muda, ulat ini membuat terowongan yang melingkar-lingkar berwarna putih mengkilap, kehijau-hijauan atau kekuning-kuningan di bawah kulit daun. Ulat tersebut bersarang pada terowongan di tepi daun, sehingga tepi daun menggulung dan kadang-kadang berlipat.

Bila serangan berat ada kalanya daun muda kering dan rontok semuanya. Pemberantasan ulat minerder dapat dilakukan dengan cara:
  • Membinasakan ulat atau kepompong yang terdapat pada daun.
  • Bila serangannya ringan dapat dipencet dengan tangan.
  • Menyemprot dengan insektisida apabila serangannya mulai berat.

2. Kutu Pucuk Wereng (Aphist tavaresii)
Kutu ini menyerang pucuk dan daun yang masih muda. Akibatnya pucuk atau daun menjadi mengkerut dan tidak dapat tumbuh sempurna. Hama ini sering menyerang tanaman pada musim kering. Tubuhnya berwarna hitam dan kebanyakan tidak bersayap.

Pemberantasan kutu pucuk wereng dapat dilakukan dengan menyemprotkan Basuddin 60 EC, Dimecron 50 SCW atau Orthene 75 SP.

3. Ulat Penggerek Buah
Ada dua jenis ulat penggerek buah, yaitu:
a. Prays endocarpa
Buah jeruk yang diserang ulat ini tampak berbisul-bisul pada kulitnya dan pada puncak bisul itu kadang-kadang ada lubang kecil. Dari lubang tersebut biasanya keluar lendir atau getah yang kemudian menjadi kering seperti selapis damar tipis. Buah jeruk yang masih muda bila terserang ulat ini akan gugur, sedangkan yang sudah tua (besar) menimbulkan bisul-bisul, sehingga mengurangi mutu buah.

Ulat ini masuk ke dalam kulit jeruk, biasanya jenis jeruk yang berkulit tebal seperti jeruk manis. Ulat ini ketika masih kecil berwarna hijau muda, setelah dewasa warnanya bergores-gores merah melintang.
Untuk mengendalikan serangan hama ulat ini perlu dilakukan:
  • Bungkus buah jeruk dengan kertas minyak atau kantung plastik sewaktu buah masih kecil-kecil dan belum terserang hama atau penyakit.
  • Petik buah jeruk yang terserang hama atau penyakit, kemudian dibakar atau dikuburkan (tanamkan) jeruk itu ke dalam tanah.
  • Semprot dengan insektisida.
b. Citripestis sagittiferella
Dari kulit buah jeruk yang digerek ulat ini, keluar getah bergantungan. Akibatnya buah jeruk akan membusuk. Hampir seluruh buah jeruk dapat diserangnya, terutama yang berkulit tebal seperti jeruk manis. Ulat yang masih muda panjangnya sekitar 2 mm dan berwarna kuning, sedangkan ulat yang sudah dewasa warnanya berubah menjadi hijau dan panjangnya sekitar 16 mm. Setelah berkepompong warnanya menjadi merah sawo, kupu-kupunya berwarna keabu-abuan. Pengendalian serangan hama ulat ini sama dengan cara yang dilakukan pada ulat Prays endocarpa.

4. Ulat Bunga Jeruk (Prays citri Mill)
Ulat ini menyerang bunga tanaman jeruk manis. Bunga jeruk yang masih kuncup atau yang sudah terbuka juga dimakannya. Kadang-kadang bunga dipintal dengan lamat (jaring) dan ulat memakan bunga itu sampai habis. Selain memakan bunga, ulat ini juga memakan buah yang masih kecil atau tangkai bunga. Warna ulat ini putih kekuning-kuningan. Panjang ulat ini kurang lebih 5 mm. Ngengat kecil sama panjangnya dengan ulat ini, tetapi warna sayapnya berbeda. Sayap depan cokelat kemerah-merahan, abu-abu berbercak putih kotor. Sedangkan sayap belakang cokelat muda atau abu-abu, bagian tepinya berumbai-rumbai.

Untuk melindungi bunga jeruk dari serangan hama ini, tiap pagi cari telur atau ulat tersebut pada bagian bunganya, kemudian dimusnahkan, dan bisa juga disemprot dengan insektisida.

5. Penyakit Busuk Akar Armillaria
Bagian akar yang diserang, yaitu leher akar sehingga retak. Akar menjadi busuk, kulit akar menjadi lunak dan mudah lepas dari kayunya. Pada kayu akar ini terlihat cendawan putih.

Gejala yang terlihat di bagian atas tanaman jeruk, yaitu daun menjadi kuning atau merah tembaga, kemudian menjadi layu dan rontok. Kadang-kadang terbentuk bunga yang cukup banyak. Pada serangan yang sudah lanjut (lama) kelihatan ranting-rantingnya gundul mirip sapu lidi. Bila hal ini telah terjadi, tidak lama kemudian tanaman akan mati.

Upaya pengendalian penyakit ini antara lain :
  • Penjarangan tanaman jeruk, sehingga akar tanaman yang sehat tidak berhubungan dengan akar tanaman jeruk yang terserang penyakit.
  • Akar tanaman jeruk yang terserang penyakit segera dipotong, luka bekas potongan diolesi dengan fungisida atau ter tanaman.
  • Cabut tanaman jeruk yang terserang penyakit, dan kemudian tanaman jeruk ini dibakar dan lubangnya diperbesar agar banyak mendapat sinar matahari.
  • Difumigasi dengan carbon disulfida atau metil bromida. Sebelum itu tanah dikeringkan dan diolah dengan bajak atau alat lain.

6. Penyakit Busuk Phytophthora
Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Phytophthora parasitsca. Umumnya penyakit ini berjangkit di tempat yang selalu teduh dan lembap. Tanaman jeruk manis yang diserang biasanya sudah berumur lebih dari satu tahun.

Batang dekat tanah (pangkal batang) dan akar yang besar merupakan sasaran serangan cendawan ini. Mula-mula kulit batang yang terserang berwarna hitam kebasah-basahan, kemudian mengeluarkan getah (blendok) yang berwarna cokelat. Serangan ini bisa menjalar ke atas atau ke samping. Bagian tanaman jeruk yang terserang penyakit bila digosok akan memperlihatkan warna cokelat, sedangkan bagian yang sehat berwarna hijau.

Selanjutnya penyakit ini dapat masuk ke dalam kambium, kemudian ke dalam kayu. Kulit yang terserang penyakit menjadi mengerut, retak-retak dan akhirnya mati. Bila kulit yang terserang penyakit ini terkelupas akan terlihat kambium berwarna cokelat tua. Pada serangan yang sudah berat, semua akar membusuk dan kering. Daun-daun layu, mengering, dan bahkan seluruh batang bagian pohon pun mengering dan mati.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:
  • Usahakan kebun jeruk manis tidak terlalu lembap, bila perlu kurangi tanaman penahan angin dan lakukan pemangkasan batang pohon jeruk ini. Parit (saluran air) drainase dipelihara dengan baik.
  • Bila serangan ringan, kupaslah bagian kulit yang membusuk dengan pisau yang tajam dan bersih. Kemudian batang pohon diolesi dengan ter atau carbolineum parafine.
  • Kupas bagian kulit yang terserang penyakit, kemudian bagian kayu diolesi dengan fungisida yang mengandung tembaga seperti Cupro Oksi Chlorida atau dengan Dithane M-45.

7. Penyakit Embun Tepung
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Oidium tingitanium, yang sering timbul di daerah yang beriklim basah (lembap) dan dataran tinggi. Biasanya penyakit ini menyerang bagian daun dan ranting tanaman jeruk yang masih muda. Pada ranting dan daun tersebut sering kali terdapat tepung putih. Adanya tepung ini mengakibatkan daun muda menjadi keriput, kemudian kering. Bila serangan penyakit ini cukup berat maka akan menyebabkan daun tua akan rontok. Serangan penyakit ini dapat pula menghambat pembungaan bila terjadi pada saat tanaman jeruk akan berbunga.

Cara terbaik pengendalian penyakit ini, adalah dengan menggunakan fungisida yang mengandung belerang. Misalnya, penghembusan tepung belerang pada bagian tanaman jeruk yang terserang pada pagi hari (masih ada embun pagi). Penghembusan ini dilakukan terus-menerus seminggu sekali, sehingga tanaman jeruk sembuh. Selain itu dapat pula disemprot dengan Antracol 70 WP dengan selang waktu 5 - 7 hari sekali semprot.

8. Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)
Penyakit ini sangat merugikan bagi usaha tani jeruk di tanah air. Penyakit ini dapat menyerang tanaman jeruk sejak di pembibitan sampai tanaman jeruk dewasa. Penyebabnya sejenis Bakterium Like Organism yang ditularkan oleh serangga Diaphorina citri. Penularan dapat pula terjadi melalui tempelan okulasi (batang atas). Bila hal ini terjadi pada tanaman jeruk muda akan memperlihatkan gejala sakit sebelum berproduksi. Alat pemangkas tanaman juga bisa menjadi media penularan.

Adapun gejala yang terlihat dari tanaman jeruk yang terserang CVPD antara lain:
  • Daun berwarna kuning dan menjorok ke atas.
  • Ukuran daun lebih kecil dari ukuran normal dan bentuknya lancip.
  • Daun rontok sebelum waktunya.
  • Tanaman jeruk cenderung tumbuh tegak.
  • Ranting yang terserang bisa bertunas dan berbunga pada waktu yang berbeda dari ranting yang sehat.
Bila tanaman jeruk menunjukkan gejala-gejala tersebut di atas atau setidaknya empat gejala pertama, sanitasi perlu dilakukan.

Sanitasi dapat dilakukan dalam bentuk pemangkasan dan eradikasi (pembongkaran). Bila intensitas serangan penyakit rendah sampai sedang dilakukan pemangkasan ranting. Pemangkasan harus dilakukan pada bagian cabang yang sehat di bawah pangkal bagian tanaman jeruk yang terserang penyakit. Tindakan ini harus dilakukan sedini mungkin. Pada intensitas serangan lebih lanjut perlu dilakukan eradikasi (pembongkaran).

Tanaman jeruk yang terserang penyakit CVPD tidak segera mati, tetapi masih dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun. Sementara belum mati, hasil tanaman jeruk tersebut merosot, baik jumlah maupun mutunya. Tanaman jeruk yang terserang merupakan sumber penyakit bagi tanaman jeruk sekitarnya. Tindakan pengendalian selengkapnya terhadap penyakit CVPD adalah:
  • Gunakan bibit yang bebas CVPD.
  • Gunakan Terramycin 21,6 SP dengan dosis 1,5 gram dalam 1 liter larutan per pohon. Bakterisida ini disuntikkan atau diinfuskan ke dalam batang tanaman jeruk
  • Karantina atau pengawasan terhadap lalu lintas bibit dari daerah endemik (wabah penyakit) ke daerah bebas penyakit
  • Pemberantasan serangan vektor (Diaphorida citri) dengan Sevin 85 SP dan Perfektion.

Itulah keseluruhan jenis-jenis penyakit yang biasanya menyerang sobat. Sobat harus benar-benar memperhatikan cara Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jeruk Manis pada tiap-tiap penyakitnya agar sobat bisa mengatasinya dengan mudah nantinya. Sudah jelas ya?? oke berarti bisa dilanjutkan ke postingan selanjutnya nih ^_^

Pemberian Pupuk Tanaman Jeruk Manis

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di postingan Cara Budidaya Jeruk Manis kemarin, bahwa tanaman jeruk manis diharuskan untuk selalu dipupuk terus-menerus secara teratur apalagi untuk tanah yang kurang subur. Ada beberapa unsur-unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk yang memacu tumbuh kembangnya.

Nitrogen mempengaruhi pertumbuhan dahan, ranting, dan daun. Keadaan buah dipengaruhi pula oleh unsur ini. Kalau nitrogen kurang, rasa buahnya asam dan bila berlebihan memperlambat pematangan buah. Selain itu pemberian nitrogen secara berlebihan mengurangi daya tahan tanaman jeruk terhadap penyakit.

Fosfor memacu pertumbuhan akar yang baik dari benih dan tanaman jeruk manis muda. Oleh karena itu tanaman jeruk manis muda banyak memerlukan fosfor. Kebutuhan ini meningkat mengikuti pertambahan umur tanaman jeruk.

Peranan lain unsur hara fosfor, yaitu mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, serta memperbanyak bunga yang menjadi buah. Kekurangan unsur hara ini menyebabkan buah kecil-kecil, kulit buah tebal, dan rasa buahnya asam. Selain itu daun lebih kecil dan kaku.

Kalium berguna untuk meningkatkan mutu buah jeruk. Bila tanaman jeruk manis ini kekurangan unsur kalium, maka rasa buah hambar, tetapi bila berlebihan buahnya asam.
Kalsium umumnya terdapat dalam jumlah yang memadai pada tanah di Indonesia. Bila jeruk manis kekurangan unsur ini, menyebabkan daun menguning (terutama tulang daun), lekas rontok, dan tunas muda yang tumbuh cepat mati.

Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik (misalnya pupuk kandang) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk kandang terutama diberikan pada saat tanam, sedangkan pada periode selanjutnya sering diberikan pupuk buatan (urea, TSP, dan KCL atau jenis lain).

Pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang dan pupuk fosfat dimasukkan lebih dahulu ke dalam lubang tanam bersama dengan tanah galian bagian atas. Untuk satu lubang bersama tanah galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang sekitar 10-15 kg dan 1,5 kg TSP. Pemupukan lanjutan sebaiknya dilakukan setelah tanaman jeruk manis berumur 4 tahun. Salah satu pedoman dalam kegiatan pemupukan dikemukakan skema pemupukan yang ditetapkan oleh Jawatan Pertanian Rakyat bagian perkebunan sebagai berikut:
Unsur Tanaman
Pupuk Kandang
ZA (gram)
DS (gram)
ZK (gram)
4 th
5 th
6 th
7 th
8 th
9 th
10 th
8
10
12
14
16
18
20
800 - 1200
1000 - 1500
1200 - 1800
1400 - 2100
1600 - 2400
1800 - 2700
2000 - 3000
200
250
300
350
400
450
500
600
750
800
900
1000
1000
1200
Dosis pupuk tanaman jeruk pada tanah latosol (untuk satu pohon)
Keterangan: Isi 1 kaleng sekitar 20 liter cairan atau sekitar 8,5 – 10 kg pupuk kandang

Jumlah takaran pada tabel di atas, diberikan secara bertahap dua kali dalam setahun. Pemberian pupuk dilakukan sebelum atau menjelang tanaman jeruk berbunga, yaitu menjelang musim hujan dan menjelang akhir musim hujan. Jangan melakukan pemupukan pada saat tanaman jeruk berbunga, sebab bunga bisa rontok (gugur).

Pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkari tajuk pohon. Kedalaman lubang pupuk 30 cm atau lebih sesuai dengan kedalaman akar tanaman jeruk. Bila tanaman jeruk sudah besar dan tajuk satu pohon dengan yang lainnya hampir bertaut, pupuk dapat diberikan pada sela-sela barisan tanaman atau antara tajuk pohon yang satu dengan yang lain.

Ada pula yang memberikan pupuk lanjutan sejak tanaman jeruk berumur satu tahun, sebagaimana cara pemberian pupuk di Brazilia seperti tabel berikut:

Waktu Pemupukan
Urea (gram/
pohon)
TSP (gram/
pohon)
KCL
(gram/
pohon)
Tahun Pertama
Tahun Kedua
Tahun Ketiga
Tahun Keempat
Tahun Kelima
Tahun Keenam
Tahun Ketujuh
Tahun Kedelapan
-
160
160
325
490
650
870
1085
300
110
150
220
300
450
450
450
100
80
130
165
330
500
600
700
Pemberian pupuk lanjutan untuk tanaman jeruk

Pemupukan dilakukan sebelum tanaman jeruk berbunga, setelah terbentuk tunas dan daun baru dan selama periode pertumbugan buah. Cara pemberian pupuk dalam lubang sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Kamis, 12 September 2013

Cara Budidaya Jeruk Nipis

Cara Budidaya Jeruk Nipis - Ada jeruk besar, ada jeruk manis dan ada satu lagi nih yang gak mau ketinggalan sobat, dia adalah si "Jeruk Nipis", hehe. Biar lebih jelasnya Pak HaBe kasih tau dulu ciri-ciri dan jenis-jenisnya yang ada pada umumnya sebelum masuk membahas tentang Cara Budidaya Jeruk Nipis.
Jeruk Nipis
Jeruk Nipis

Tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) berbentuk perdu, pohonnya setinggi 1,5 - 3,5 meter. Mempunyai dahan bulat yang bercabang banyak dan berduri. Kulit batang berwarna hijau tua, penuh bintil-bintil kecil yang berkelenjar. Helai daun berbentuk bulat telur, ujungnya agak tumpul dan kaki daun agak membulat. Permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua mengkilat dan permukaan bagian bawah berwarna hijau muda. Tangkai daun bersayap agak lebar dan berwarna persis seperti helai daun.

Buah jeruk nipis banyak mengandung air dan sangat asam, tetapi aromanya sedap. Bunga tanaman jeruk nipis keluar dari ketiak daun atau pada ujung tangkai. Bentuk bunga agak kecil, tangkainya sangat pendek, dan warna bunga kuning putih. Bakal buah berbentuk bulat seperti bola. Ketika masih muda kulit buah berwarna hijau, setelah tua dan masak warna kulit berubah menjadi kuning. Buah jeruk nipis yang telah tua biasanya berdiameter 3,5 - 5 cm. Daging buahnya berwarna kuning kehijauan dan bijinya banyak.

Jeruk nipis banyak manfaatnya bagi manusia, antara lain sebagai bumbu dapur, obat tradisional, kosmetika, bahan parfum, minyak atsiri, minuman dan kue serta bahan pembuatan jelly. Buah jeruk nipis banyak mengandung vitamin B dan C. OIeh karena itu tanaman jeruk nipis perlu dibudidayakan secara lebih baik.

Jenis atau varietas jeruk nipis yang terkenal ada tiga, yaitu Citrus aurantium subspes aurantifolia var Fusca, Citrus aurantium subspes aurantifolia var Umetta, dan Citrus aurantium subspes aurantifolia var Bergamia.

A. Tanah dan Iklim yang Cocok
Jeruk nipis dapat ditanam diberbagai jenis tanah seperti jenis tanah aluvial, podsolik, latosol, dan Iain-Iain. Disamping itu, tanaman ini dapat hidup di daerah yang berketinggian 10 - 1000 meter di atas permukaan laut. Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok sekitar 5 - 6.

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk. Karena itu area tanaman jeruk harus terbuka, bebas dari naungan. Jeruk nipis akan tumbuh dengan baik pada daerah yang beriklim agak kering dengan curah hujan tipe D (2-5 bulan musim basah dan 6-9 bulan musim kering).

B. Bibit Tanaman
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan secara generatif, vegetatif atau gabungan keduanya. Pengembangbiakkan secara vegetatif, seperti dengan cangkokan lebih sering dilakukan orang. Caranya sama dengan pencangkokan jeruk manis seperti yang telah diuraikan pada postingan Cara Mengembangbiakkan Tanaman Jeruk Manis.

Selain bibit hasil cangkokan, bibit jeruk nipis dapat pula dibuat dari bibit okulasi. Jeruk nipis dapat diokulasi dengan jeruk manis, jeruk sitrun, dan jeruk nipis sendiri. Penempelan pada jeruk nipis (sebagai batang bawah) setelah bibit berumur 16 bulan. Mata tunas okulasi (kulit tanaman jeruk) sebaiknya diambil dari dahan yang sudah berkayu, berumur I tahun dan tidak berduri. Caranya sama dengan pengokulasian jeruk manis seperti diuraikan pada bagian terdahulu. Kegiatan okulasi sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.
Okulasi tanaman Jeruk nipis
sumber gambar: http://purnomomade.blogspot.com/2013/01/tempel-okulasi.html


Pengembangbiakkan tanaman jeruk nipis dengan penyambungan dapat pula dilakukan. Caranya ya sama sobat dengan penyambungan tanaman jeruk manis yang sudah Pak HaBe posting kemarin (Cara Mengembangbiakkan Tanaman Jeruk Manis).

C. Pengolahan Tanah dan Penanaman
Setelah dipilih lokasi yang baik, tanah tersebut diolah atau dibersihkan dari rumput atau tumbuhan pengganggu lainnya. Pengolahan tanah dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan bibit tanaman jeruk nipis seperti halnya pengolahan tanah untuk penanaman jeruk manis.

Lubang penanaman dipersiapkan terlebih dahulu (2 - 4 minggu sebelum penanaman). Ukuran lubang sekitar 80 x 80 x 80 cm. Pada lubang ini dimasukkan pupuk kandang atau pupuk buatan yang telah dicampur dengan tanah galian bagian atasnya. Beberapa hari setelah pemasukkan pupuk dasar tersebut ke dalam lubang penanaman, bibit jeruk nipis sudah dapat ditanam. Jarak tanam jeruk ini sekitar 5 x 5 m sampai 6 x 6 m. Cara penanaman sama seperti penanaman jeruk besar dan jeruk manis, Pak HaBe gak mau nulis lagi caranya, sobat bisa langsung ke TeKaPe aja ya? haha.

D. Pemupukan
Tanaman jeruk termasuk jeruk nipis memerlukan pemupukan secara teratur dan kontinyu, apalagi pada tanah yang kurang subur. Pupuk yang diberikan pada tanaman jeruk nipis dapat berupa pupuk anorganik (pupuk buatan) dan pupuk organik (misalnya pupuk kandang). Pupuk kandang utamanya harus diberikan pada waktu penanaman, sedangkan pada tahap selanjutnya sering kali hanya diberikan pupuk buatan (misalnya Urea,TSP, dan KCL atau jenis lainnya).

Pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang dan pupuk fosfat dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lubang tanam bersama dengan tanah galian bagian atasnya. Digunakan untuk 1 lubang tanam bersama tanah galian pada bagian atas dicampur 6 sampai dengan 16 kg pupuk kandang dan kira-kira 1,5 kg TSP. Pemupukan lanjutan sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 4 tahun.

E. Penyiangan dan Pengairan
Agar tanaman jeruk nipis tumbuh dengan baik, rumput atau tumbuh-tumbuhan pengganggu lainnya di sekitarnya harus disingkirkan. Alat-alat yang sobat gunakan untuk pembersihan dapat berupa cangkul dan koret ataupun golok.

Selain penyiangan, kebutuhan air bagi tanaman jeruk nipis harus diperhatikan juga. Tanaman jeruk nipis memerlukan air yang cukup, terutama pada saat tanaman jeruk sedang berbunga dan berbuah. Tanaman jeruk nipis tidak tahan terhadap genangan air yang terlalu lama. Pada musim kering perlu diberikan air melalui saluran air yang telah dibuat. Setelah tanah mulai lembap, air tersebut dikeluarkan dari tempat penanaman jeruk nipis. Bila tanaman jeruk nipis masih kecil, perlu dilakukan penyiraman.

F. Pemangkasan Batang Pohon
Pemangkasan batang pohon bertujuan untuk membentuk tajuk pohon yang simetris. Bentuk seperti ini akan lebih menguntungkan dalam memanfaatan sinar matahari. Pemangkasan juga merupakan upaya pengendalian hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman.

Sejak tanaman jeruk nipis masih kecil, sebaiknya dilakukan pemangkasan. Caranya adalah potong batang tanaman jeruk nipis ini setinggi 60 cm dari atas tanah. Beberapa tunas (3 - 4 tunas) yang tumbuh dari bekas potongan batang ini dipelihara dengan baik.

Pemangkasan selanjutnya dilakukan setelah tanaman berumur setahun. Cabang-cabang primer yang sudah cukup panjang dipangkas, sehingga tinggal sekitar 20 cm panjangnya. Dari tiap-tiap cabang itu dibiarkan 3 – 4 tunas yang akan menjadi cabang sekunder.

G. Pemanenan
Tanaman jeruk nipis biasanya telah berbuah pada umur 3 tahun, meskipun pada umur ini buahnya masih sedikit. Pada umur muda (4 - 5 tahun) setiap pohon jeruk nipis rata-rata menghasilkan 20 kg buah. Tanaman jeruk nipis dewasa (6 - 15 tahun) rata-rata menghasilkan 50 kg buah per pohon. Tanaman jeruk nipis yang telah tua rata-rata menghasilkan 30 kg buah per pohon.

Biasanya buah jeruk nipis sudah bisa dipetik sekitar 7 - 8 bulan setelah berbunga. Tanda buah telah tua dan dapat dipetik antara lain: kulit buah berubah warna dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, buah jeruk tidak terlalu keras lagi dan bagian bawahnya sudah agak empuk.

Sobat bisa petik buah jeruk dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau tajam. Tangkai buah dipotong dengan alat tersebut, sehingga ada bagian tangkai yang tersisa pada buah. Buah jeruk yang sudah dipetik ditaruh dalam keranjang atau tempat lain yang telah dialasi dengan jerami atau daun pisang kering.

Setelah pemanenan selesai, sebaiknya buah jeruk nipis dicuci dengan air. Setelah bersih dikeringkan dengan kain lap yang halus. Dipisahkan buah jeruk yang besar dengan buah jeruh yang kecil, dan yang terserang penyakit dibuang (Untuk mengetahui ciri-cirinya bisa baca postingan Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Jeruk Nipis). Setelah itu dimasukkan ke dalam peti, kemudian langsung dijual atau disimpan untuk beberapa waktu.


Dan itulah sedikit pembahasan tentang Cara Budidaya Jeruk Nipis yang Pak HaBe bagi-bagiin buat sobat semua. Khusus untuk pembahasan tentang Pengendalian Hama dan Penyakit pada Jeruk Nipis akan Pak HaBe sendirikan pembahasannya, cekidot aja ya sobat :)

Cara Mengembangbiakkan Tanaman Jeruk Manis

Cara Mengembangbiakkan Tanaman Jeruk Manis secara vegetatif merupakan cara terbaik dan banyak dilakukan, karena dengan cepat dapat menghasilkan buah yang baik. Bibit yang ditanam berupa cangkokan dari batang pohon jeruk. Untuk mencangkok tanaman jeruk ini, harus dipilih pohon induk yang baik dan dewasa. Yang dicangkok adalah cabang atau ranting yang berumur 1-1, 5 tahun dan pertumbuhannya baik. Kemudian kulit cabang atau ranting itu dikelupas atau dikerat melingkar selebar 3 - 5 cm. Hati-hati agar bagian kayu tanaman jeruk tidak tersayat. Bagian kayu itu dibersihkan atau dikikis dengan pisau sampai lendirnya habis dan bersih. Lalu bagian ini ditutup dengan tanah yang subur atau tanah yang telah diberi pupuk. Setelah itu dibalut dengan sabut kelapa, plastik atau ijuk. Balutan itu diikat dengan tali.

Apabila dipakai sabut kelapa atau ijuk sebagai pembalut cangkokan, perlu dilakukan penyiraman di musim kemarau atau ketika tidak ada hujan. Oleh karena itu cara tersebut lebih tepat bila dilakukan pada musim hujan. Sebaliknya pembalutan cangkokan dengan plastik dapat dilakukan pada setiap musim dan tidak perlu disiram.

Setelah akar cangkokan tumbuh baik, pisahkan cangkokan tanaman jeruk ini dari tanaman induknya. Usahakan pemotongan dilakukan sebelum cabang dan ranting bertunas muda. Biasanya saat pemotongan yang tepat sekitar 2 bulan setelah pencangkokan. Gambar berikut ini memperlihatkan cara sederhana proses pencangkokan tanaman jeruk manis

Pencangkokan tanaman jeruk manis
Pencangkokan tanaman jeruk manis
Keterangan:
  1. Pisau
  2. Tanah subur atau tanah dicampur pupuk
  3. Tali rafia
  4. Sabut kelapa
  5. Ijuk

Cara lain untuk memperbanyak tanaman jeruk manis, yaitu dengan penyambungan dan okulasi. Memperbanyak dengan sambungan dan okulasi merupakan penyatuan dua verietas jeruk manis untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat unggul. Batang bawah diperoleh dari tanaman jeruk yang dikembangbiakkan dengan biji, sedangkan batang atas diperoleh dari tanaman jeruk dengan pembiakkan secara vegetatif.

Sebagai pasangan batang atas tanaman jeruk manis dapat digunakan batang bawah dari jenis jeruk sebagai berikut:
  • Rough lemon (Citrus jambhiri Lush).
  • Japanse citroen.
  • Troyer citrange.
  • Jeruk manis verietas lain.

Batang bawah (tanaman jeruk hasil pengembangbiakkan dengan biji) sudah dapat disambung apabila sudah sebesar pensil {umur 10 - 12 bulan) dan kulit batang sudah mudah dikelupas. Sedangkan batang atas dipakai yang berumur sedang, tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua serta sama ukuran dengan batang bawah.

Penyambungan dapat menggunakan berbagai teknik, antara lain teknik penyambungan belah (penyambungan celah, baji atau pasak). Caranya batang bawah dipotong setinggi 10 - 20 cm dari permukaan tanah, setelah itu dibelah dua membentuk celah sedalam 1,5 - 2 cm. Selanjutnya ambil potongan rant­ing sepanjang kurang lebih 5 cm dari tanaman jeruk manis yang diharapkan, misalnya jeruk manis Pacitan. Iris bagian pangkal potongan ranting itu, sehingga berbentuk pasak (baji) yang landai sesuai dengan dalam celah batang bawah. Setelah itu masukkan batang atas pada celah batang bawah, sehingga berhimpitan erat, kemudian diikat dengan tali hingga kuat. Sambungan tersebut kemudian ditutup dengan kantong plastik.
Penyambungan tanaman jeruk manis
Penyambungan tanaman jeruk manis


Bila tunas sambungan tersebut di atas telah besar dan memenuhi kantong plastik, bukalah kantong plastik tersebut. Sedikit berbeda dengan penyambungan, pada okulasi batang atas hanya digunakan sayatan kulit yang bermata tunas yang berasal dari cabang pohon jeruk manis yang dikehendaki.

Secara sederhana pelaksanaan okulasi (penempelan) adalah sebagai berikut:
Okulasi Tanaman Jeruk Manis
Okulasi tanaman Jeruk Manis
sumber gambar: http://purnomomade.blogspot.com/2013/01/tempel-okulasi.html


  1. Pilih batang bawah yang baik, misalnya Rough lemon, berukuran sebesar pensil setinggi 15 - 20 cm, dan sudah berumur 6 - 12 bulan. Batang jeruk ini dibersihkan terlebih dahulu.
  2. Pada kulit batang bawah dibuat sayatan atau irisan sepanjang 15 – 20 cm, dan lebar 6 - 12 mm, kulit diangkat sedikit saja, kemudian ditarik kebawah sepanjang 20 - 30 mm, sehingga mirip seperti lidah. Kemudian kulit sayatan ini dipotong dua, satu bagian dibuang.
  3. Diiris dan disayat kulit yang bermata tunas dari cabang pohon atas jeruk manis terpilih, misalnya Valencia Late Orange. Sayatan ini panjangnya 5 - 11 mm dan panjangnya 20 - 25 mm. Letakkan sayatan kulit bermata tunas tersebut pada bekas sayatan batang bawah. Setelah menempel, ikat erat-erat dengan tali rafia atau pita plastik mulai dari bawah ke atas seperti susunan atap genteng. Sebaiknya dijaga agar mata tunas tidak tertutup.
  4. Setelah dua minggu, tali pengikat boleh dibuka. Mata tunas yang hidup berwarna hijau dan sudah menempel. Setelah itu akan keluar daun-daun muda. Pada saat ini batang bawah bagian atas (10 cm di atas tunas okulasi) dikerat sedalam kurang lebih 1 cm, kemudian direbahkan. Dengan cara ini pertumbuhan tunas lebih cepat.
  5. Beri ajir (kayu penegak) untuk menegakkan pertumbuhan tunas okulasi. Biarkan tanaman jeruk ini tumbuh sampai I meter.
  6. Tunas yang tumbuh di bawah tempelan pada batang bawah dibuang, sehingga tunas dari mata tempel tidak tersaingi pertumbuhannya. Tunas dari tempelan ini dibiarkan lurus ke atas tidak bercabang setinggi lebih kurang 60 cm.
  7. Setelah tunas okulasi tumbuh kuat, batang bawah yang direbahkan tadi dipotong habis. Lukanya diratakan dan ditutup dengan parafin cair.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Jeruk Nipis

Sesuai janji Pak HaBe pada postingan sebelumnya bahwa akan bagiin artikel tentang pembahasan Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Jeruk Nipis. Jenis penyakit dan hamanya lumayan banyak sih sobat, tapi tenang aja asal bisa ngatasinnya pasti beres semua dah :)
Hama yang menyerang tanaman jeruk nipis


Hama yang menyerang tanaman jeruk nipis antara lain:

1. Rayap (Nsutistermes sp)
Hama ini merusak akar tanaman jeruk nipis, sehingga transportasi air dan unsur hara terganggu. Pada serangan yang berat tanaman jeruk nipis bisa mati. Rayap membuat sarang di dalam tanah sampai pada batang pohon jeruk yang ada dipermukaan tanah. Oleh karena itu pengendaliannya adalah dengan membongkar sarang rayap tersebut di dalam tanah dan memusnahkannya dengan insektisida. Tindakan selanjutnya, yaitu membersihkan kebun jeruk dari sisa-sisa ranting atau sampah.

2. Kupu-kupu Pastur (Papilio memnon)
Hama ini terutama menyerang daun tanaman jeruk yang masih kecil atau tanaman jeruk di persemaian. Daun tanaman jeruk ini akan habis dimakan kupu-kupu, sehingga pertumbuhan tanaman jeruk terganggu, bahkan bisa mati.

Setelah tanaman jeruk nipis dewasa, serangan hama ini tidak lagi membahayakan, karena daunnya telah lebat, sehingga sisa daun yang tidak termakan hama cukup banyak. Penyemprotan dengan insektisida yang bersifat sistemik atau racun dapat mengendalikan hama ini. Selain itu bisa juga dengan membunuh ulat, pupa, dan telurnya.

3. Kutu Tepung Jeruk (Pseudococcus citri)
Kutu ini menghisap cairan tanaman buah jeruk dan mengeluarkan kotoran manis. Kotoran itu akan ditumbuhi cendawan jelaga (Capnodium citri) yang mengakibatkan buah, daun, batang, dan ranting menjadi hitam, sehingga fotosintesis akan terganggu.

Tanaman jeruk nipis yang mendapat serangan berat, akan menjadi kerdil, produksinya menurun, dan buah jeruk yang masih kecil akan rontok. Pada buah terlihat pula benang putih kotoran kutu tepung jeruk. Kutu jantan panjangnya tidak lebih dari 1 mm, berwarna ungu sampai kekuningan. Kutu betina badannya tertutup dengan tepung lilin putih, ruas-ruas tubuh terlihat jelas, panjang badan 3 - 4 mm. Warna tubuh ada yang kuning, kemerah-merahan atau orange kecokelatan. Kutu betina bertelur banyak (50 - 600 butir).

Untuk pengendalian hama seperti ini dapat dilakukan dengan menggunakan predator (pemangsa) seperti Cryptolaemus motrouzieri atau menyemprot dengan insektisida seperti Diazinon dan Parathion.
 

Penyakit yang menyerang jeruk nipis antara lain:

1. Cendawan Jelaga (Capnodium citri)
Cendawan ini bersifat saprofit, memakan cairan yang dikeluarkan oleh kutu seperti kutu tepung jeruk. Cendawan ini merugikan, karena menghambat proses fotosintesis dan pengangkutan air serta zat makanan.
Tanda-tanda tanaman jeruk nipis yang terserang penyakit ini, yaitu pada daun sebelah atas terdapat lapisan hitam. Pengendalian penyakit ini berkaitan erat dengan pemberantasan kutu yang mengeluarkan cairan manis. Penyemprotan dengan insektisida seperti Diazinon dapat mencegah serangan penyakit cendawan jelaga.

2. Embun Tepung (Oidium tinggitaninum)
Gejala awal dari penyakit ini, yaitu ada lapisan tepung putih pada permukaan daun sebelah atas. Setelah itu daun muda menjadi kering dan keriput. Setelah itu daun akan terserang keseluruhannya, termasuk daun tua, sehingga dapat mengakibatkan kematian tanaman jeruk nipis ini. Selain menyerang daun, penyakit ini dapat pula menyerang tunas muda. Serangan penyakit ini terutama terjadi pada kebun yang lembap di dataran tinggi.

Pengendalian penyakit seperti ini dapat sobat atasi dengan cara mengurangi kelembapan di sekitar tanaman jeruk dengan cara mengatur jarak tanam dan drainase yang baik, membuang bagian tanaman jeruk yang terserang penyakit, memilih bibit yang baik, dan menyemprot dengan fungisida yang mengandung belerang.

3. Kangker Jeruk (Xanthomonas titri)
Penyakit ini menyerang daun, batang, tunas muda, dan buah jeruk. Akibat serangannya pada daun jeruk nipis ini akan timbul bercak berbentuk bundar, tembus cahaya dan berair. Selanjutnya, bercak tersebut menjadi kasar, berwarna kuning kecokelatan, bergabus, dan menyerupai lubang kepundan. Pada batang bercak tersebut tidak beraturan dan lebih menonjol.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan menggunakan bibit yang sehat, memangkas bagian tanaman jeruk yang terserang kemudian dibakar dan buah yang terserang penyakit dipetik dan dibakar. Selain itu dapat pula disemprot dengan fungisida seperti bubur Bordeaux, campuran Dithane, terusi (tembaga sulfat). dan antibiotika.

4. Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)
Penyakit ini sangat merugikan petani jeruk, karena penyakit ini dapat menyerang tanaman jeruk sejak di pembibitan sampai tanaman dewasa. Penyebabnya sejenis Bakterium Like Organism yang ditularkan oleh serangga Diaphorina citri. Penularan juga dapat terjadi melalui tempelan okulasi (batang atas). Bila hal ini terjadi tanaman muda memperlihatkan gejala sakit sebelum berproduksi.

Gejala yang terlihat pada tanaman jeruk nipis yang terserang CVPD antara lain:
  • Daun berwarna kuning dan menjorok ke atas.
  • Ukuran daun lebih kecil dari ukuran normal dan bentuknya lancip.
  • Daun rontok sebelum waktunya.
  • Tanaman jeruk cenderung tumbuh tegak.
  • Ranting yang terserang penyakit dapat bertunas dan berbunga pada waktu yang berbeda dengan ranting yang sehat.
  • Buah jeruk yang terbentuk tidak normal, sari buah agak pahit, dan ukuran biji lebih kecil.
Tindakan pengendalian penyakit CVPD antara lain adalah:
  • Memilih bibit yang sehat.
  • Pemangkasan ranting yang terserang penyakit ini sedini mungkin.
  • Tanaman jeruk harus diinfus denganTerramycin 21,6 SP berdosis 1,5 gram dalam 1 liter larutan per pohon. Cara penginfusan lebih jelas dapat dilihat pada uraian penyakit CVPD pada tanaman jeruk manis.
  • Tidak menggunakan bibit jeruk yang berasal dari daerah terserang CVPD.
  • Pemberantasan serangga vektor (Diaphorina citri) dengan Sevin 85 SP dan Perfektion.

Itu sobat, jadi sudah tau ya apa saja jenis-jenis serta cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Jeruk Nipis. Asal sobat mengerti ciri-ciri dan tau cara mengatasinya, pasti penyakit yang menyerang budidaya jeruk nipis yang sobat geluti bakalan pada ngacir, hehe.

Rabu, 11 September 2013

Jika BBM Hadir Di Platform Lain (Android & iOS)

Jika BBM Hadir Di Platform Lain (Android & iOS) - Kabar tentang akan hadirnya aplikasi chatting populer BlackBerry Messenger pada dua platform populer yakni iOS dan Android menuai banyak respon bagi para pengguna smartphone, khususnya untuk pengguna Android, iPhone dan BlackBerry sendiri. Banyak yang antusias menyambut kedatangannya, namun tidak sedikit pula yang tidak menyukainya karena menganggapnya sebagai hal negatif.
BBM untuk iPhone dan Android

Hari - hari menjelang peluncurannya pun semakin dekat dan sudah banyak yang tidak sabar untuk segera "mencicipi" nya. Disadari atau tidak, memang kehadiran aplikasi chatting ini menjadi sebuah kontroversi bahkan sebelum BlackBerry memutuskan untuk merilisnya untuk platform Android dan iOS. Dan apa yang akan terjadi jika sekiranya aplikasi ini benar - benar muncul di Android dan iOS? Berikut akan saya kemukakan pendapat saya tentang hal ini baik dari sisi positif maupun negatif :

Sisi positif


1. Tidak perlu membeli BlackBerry untuk menikmati fitur BBM

Ini menjadi hal pertama yang menurut saya positif. Mengapa? Fakta yang saya temui di lapangan adalah sebagian besar pengguna BlackBerry saat ini dengan "terpaksa" memiliki BB untuk keperluan pekerjaan atau kantor. Karena memang BBM masih menjadi aplikasi chatting favorit banyak orang.

Hadirnya BBM ke Android dan iOS akan "membebaskan" mereka dari "keterpaksaan" menggunakan perangkat BB karena mereka dengan leluasa dapat menikmatinya pada perangkat smartphone dengan OS Android (versi 4.0 ke atas) dan iOS (versi 6 keatas) mengingat perangkat BB juga tidak terlalu smart dan tidak cukup tangguh untuk mengerjakan hal - hal yang biasa di lakukan di perangkat iPhone atau Android.

2. Memperlancar komunikasi dengan teman pengguna BB

Selama ini saya sendiri agak terkendala untuk berkomunikasi dengan teman yang menggunakan perangkat BB. Memang rata - rata pengguna BB hanya memanfaatkan aplikasi chatting bawaannya itu untuk berkomunikasi karena berbagai alasan, salah satunya adalah mereka takut perangkatnya akan lebih lemot dari sebelumnya. Memang dengan memasang aplikasi chatting tambahan dengan dukungan lintas platform, perangkat BB akan semakin terasa "berat" sehingga mereka merasa enggan dan memilih untuk tidak menggunakannya.

3. Memperlancar komunikasi khususnya untuk bisnis (maybe?)

Seperti yang saya tulis pada point pertama, aplikasi ini begitu populer di masyarakat, dan memang memiliki nilai "gengsi" tersendiri bagi beberapa orang khususnya para remaja. Dan bagi sebagian orang yang sudah berpengalaman, BBM merupakan "ladang" untuk meraup keuntungan dengan bisnis online nya. Hadirnya apps ini pada perangkat populer ber-OS Android dan iOS akan memperluas pasar para pebisnis online yang memanfaatkan BBM.

Sisi Negatif


1. Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh

Pernahkah ketika anda mengobrol dengan teman, ia malah asyik BBM-an? Ya seperti itulah gambarannya kira - kira. Ini akan membuat sebagian orang (termasuk saya) merasa sangat risih jika lawan bicara tidak terfokus pada pembicaraan dan malah asik sendiri dengan "pembicaraan" online dengan orang yang sesungguhnya jauh. Dan semakin banyak orang yang merasa tidak dihargai kerena diperlakukan demikian.

2. Gangguan broadcast 4l4y

Ini sudah menjadi penyakit lama bagi para pengguna BBM. Berbagai macam broadcast bertebaran mulai dari yang penting hingga sama sekali tidak penting. Tidak jarang pula berbagai pesan HOAX bertebaran melalui broadcast ini. Sangat mengganggu sekali. Setidaknya mereka harus tau etika broadcast di aplikasi messenger sebelum memutuskan untuk menyebarkan pesan.

3. Semakin banyak ditemui orang yang berjalan sambil menunduk

Saya sering sekali menemui siswa yang berjalan sambil menunduk, memandangi perangkat BB nya untuk membaca dan membalas pesan BBM. Bahkan tidak jarang saya menemui orang yang mengendarai motor sambil memandangi ponselnya itu untuk chatting.

Hal ini bisa saja menular pada pengguna perangkat selain BB jika aplikasi BBM benar - benar dirilis untuk platform lain.

4. Akan semakin banyak orang yang menderita sakit kepala

Sebagian pengguna BB pasti pernah mengalami sakit di bagian belakang kepala dekat leher. Hal itu terjadi karena mereka terlalu lama menunduk dan berfokus pada ponselnya. Mengingat pengguna aplikasi BBM cenderung lebih banyak "mengoceh" dibandingkan dengan pengguna apps chatting lain sehingga "lawan bicara" di BBM akan dipaksa untuk terus berfokus pada pesannya. Karena tidak jarang pengguna akan menggunakan fitur PING!!! yang terkut*k itu jika pesannya tidak segera dibalas.

Tambahan, sisi negatif bagi perusahaan BlackBerry sendiri


Akan menghancurkan bisnis perangkat keras (ponsel) mereka

Kehadiran aplikasi BBM ke platform lain secara tidak langsung akan menurunkan minat masyarakat untuk membeli perangkat BlackBerry. Orang akan berpikir "untuk apa beli BlackBerry jika BBM ada di perangkat yang lebih canggih?" Toh memang alasan utama orang membeli perangkat BB agar bisa menikmati fitur BBM.

Meski demikian saya yakin ini justru adalah langkah untuk menyelamatkan perusahaan mereka mengingat perangkat andalan mereka dengan OS yang baru (BB10) tidak terlalu laku dipasaran. Bagaimana bisa mereka menyelamatkan perusahaan dengan cara ini? Hal tersebut sudah pernah saya bahas jauh sebelumnya pada posting BBM for Android & iOS, Gerakan untuk menyelamatkan BlackBerry.

Ada pendapat lain? Silahkan berkomentar.