Comments

Kamis, 16 Januari 2014

Cara Memelihara Pohon Pepaya

Seperti yang diinfokan terdahulu, kalau setiap orang yang ingin mendapatkan hasil yang baik dari pertanian, maka faktor utama yang penting diperhatikan adalah pemeliharaan. Sebab dengan pemeliharaan yang baik maka akan dapat pula memetik hasil yang memuaskan pula.

Cara-cara pemeliharaan pepaya yang baik adalah:

1. Mengurangi semai
Bibit pepaya yang disebarkan secara langsung setelah mencapai ketinggian 25 sampai 30 Cm, baiknya dipilih mana yang tersehat dan terbagus dalam tiga batang yang tumbuh itu. Maka biarkan saja ketiga bibit itu hidup dan tumbuh berdampingan selama 3 - 4 bulan.

Hingga dengan demikian maka pohon tersebut telah berbunga, dan kita akan melihat pohon-pohon itu berbunga apakah ? Bunga Elongata, Petandria atau betina. Setelah benar-benar tahu barulah tiba saatnya kita menebang yang dua dan tinggal sebatang saja.

Kalau saja yang kita pelihara khusus ini adalah pohon yang berbunga betina, maka untuk setiap 25 - 100 pohon betina kita sediakan pula sebatang pohon pepaya berbunga jantan. Sebab ini sebagai penghasil dari tepung sari.

2. Penentuan jenis kelamin
Untuk dapatnya kita menentukan jenis kelamin pohon pe­paya, maka pelaksanaannya dapat dilakukan setelah pohon tersebut berumur 4 sampai 5 bulan. Sebaiknya waktunya juga pada saat awal musim penghujan. Dari bunga pertamanya saja dapat segera ditentukan jenis kelamin pohon tersebut dan juga bentuk buahnya

Bunga pepaya yang berbentuk majemuk, ini menandakan bahwa bunga pepaya merupakan rangkaian lebih dari satu bunga dan bertangkai. Bunga paling ujung biasanya adalah yang terbesar dan akan menjadi buah.
  • Pada tanaman yang berbunga betina, kelihatan pada ujung tangkai betina besar, sedangkan bunga lainnya walau berkelamin betina bentuknya kecil dan tak akan jadi buah.
  • Apabila bunga pertamanya pada suatu tangkai jenis kelaminnya jantan dan kecil bentuknya, maka dapat diharapkan bunga besar yang keluar kelak akan berbentuk elongata. Kalau bunga kecil itu bentuknya petandria buahnya akan petandria.
  • Pohon pepaya yang akan menghasilkan bunga jantan saja, diawali dengan dibentuknya bunga majemuk, hingga pada tiap-tiap tangkai nampak beberapa bunga jantan. Penentuan sex setelah umur 4 sampai 5 bulan penanaman, selain ditentukan oleh saat penyebaran dan penanaman bibit dari persemaian, juga harus diimbangi dengan kesuburan tanah dalam lubang tanaman dan pengairan yang mantap. Sebab ka­lau tak menghiraukan faktor-faktor ini akan menyebabkan pohon pepaya jadi kurus, tumbuhnya memanjang dan akan mengalami keterlambatan dalam berbunga.
Pohon Pepaya


3. Penyiangan
Untuk menghindarkan pertumbuhan rumput-rumput disekitar pohon pepaya, maka penutupan tanah dengan bahan-bahan organik yang kering atau masih basah sangat perlu dilaksanakan. Atau kalau menurut istilah populernya yang diambil dari bahasa asing adalah MULCHING. Mulching sendiri ini, selain berfungsi untuk meniadakan pertumbuhan rumput, dapat pula menahan tanah menjadi tetap lembab.

Bila saja terpaksa tidak dapat memberi mulch yang cukup tebal, juga terpaksa rumput harus disiangi maka usahakanlah penyiangan ini jangan sampai merusak akar. Penyiangan juga harus ditujukan pula untuk menggemburkan tanah. Tanah bagian atas serta bawah. Penggemburan tanah ini berarti pula menahan penguapan air dan pemadatan tanah. Bertambah umur akan bertambah lebarlah tanah sekitar batang pepaya yang minta perhatian untuk dirumputi dan digemburkan.

4. Pemupukan
Karena sudah banyak kita bicarakan di depan maka sebaiknya untuk ini akan kita singkat saja, dan kita ambil bagian-bagian vang penting dari pemupukan. Dalam melaksanakan pemupukan dengan pupuk buatan memasukkan pupuk dalam tanah dengan penugalan lebih baik, dari pada hanya ditaburkan untuk kemudian dimasukkan dengan cangkul.

Sebab kalau kita memasukkannya dengan cangkul ataupun dengan solet akan bisa merusak akar dari pohon pepaya itu sendiri. Terutama akar mayang yang telah agak tebal. Pemupukan dengan pupuk kandang, dilakukan kalau pohon baru berumur kurang satu tahun, dapat dengan jalan membuat rorak dan memasukkannya ke dalam tanah yang melingkari pohon pepaya itu sendiri.

Namun kalau pohon pepaya itu sendiri telah tua, maka dapat dilakukan dengan jalan membuka tanah dibawah pohon akan tetapi jangan sampai merusak akar dari pohon tersebut. Setelah membuka tanahnya maka pupuk kita taburkan dan tanahnya kita tutup lagi.

Mulching yang terus menerus dilakukan dapat pula berguna meningkatkan kadar bahan organis dalam tanah dibawah mahkota pohon, tanpa penambahan pupuk kandang.

5. Pengairan
Pengairan ini dilakukan dalam musim kemarau. Pelaksanaannya memang dapat saja dilakukan dengan mengalirkan air dalam aluran / got-got yang telah tersedia di tengah-tengah larikan. Kemudian untuk mempercepat masuknya air ke dalam tanah, tanah di bawah mahkota pohon disiram hingga cukup basah. Tentang berapa kali pengairan harus dilaksanakan dalam musim kemarau ini, maka ini adalah tergantung sekali kepada jenis tanah dan teriknya musim. Sebaiknya memang pengairan ini dilaksanakan antara 10 sampai 15 hari sekali. Terlalu sering mengairi kebun pepaya juga tidak baik, sebab nanti akan membuat buahnya kurang manis serta bisa mengakibatkan pula akar menjadi busuk. Akan tetapi terlalu jarang mengairi juga tidak baik, karena selain kekeringan juga akan mengakibatkan tanah menjadi keras dan pecah-pecah.

6. Waktu memetik
Tanda-tanda buah telah masak dan sudah tiba saatnya untuk dipetik, akanlah kelihatan dari perubahan warna dan hijau ke kuning. Getahnya yang keluar dari buah yang sudah cukup tua selain mengurangi deras mengalirnya warna getahnyapun agak jernih. Kalau saja kita memetik buah pepaya yang telah berwarna kuning sedikit, maka akan dapat masak keseluruhannya setelah kita simpan selama 4 samapi 5 hari.
Kalau akan kita simpan agak lama, maka sebaiknya pemetikan dilakukan bila buah tersebut telah agak tua. Tandanya mengeluarkan getah yang jernih namun belum berubah warnanya.

Namun kalau saja kita memerlukan penyimpanan yang lebih dari 7 hari, ini harus dilakukan ditempat yang dinginnya rata- rata 10 derajad Celcius.

7. Hasil Pepaya
Hasil pepaya yang kita tanam ini banyak sedikitnya memang tergantung dari jenis apa yang kita tanam. Juga bagaimana pemeliharaan kita. Kalau hanya seenaknya saja maka jangan harap akan menghasilkan hasil seperti yang dipelihara secara intensif. Kalau yang dipelihara dengan baik biasanya satu pohon saja akan dapat menghasilkan 30 sampai 150 buah. Kalau buah itu kita timbang maka rata-rata adalah 0,75 Kg. Sedangkan kalau jenis pepaya yang berbuah kecil

Senin, 13 Januari 2014

Pemberian Pupuk pada Pohon Pepaya

Untuk di daerah Tropis, tanaman pepaya termasuk tanaman yang aneh. Aneh dalam arti karena sifat akarnya yang tidak mengayu ma­ka membutuhkan tanah yang dapat mengandung air cukup di dalam musim kemarau. Akan tetapi karena sifat akar itu sendiri tidak tahan terhadap genangan air, maka untuk musim penghujan harus mempunyai selokan atau got untuk pembuangan air supaya tidak menggenang dan mengakibatkan akar menjadi busuk kemudian tanaman itu sendiri menjadi mati.

Demikian juga tanah yang padat dan kekurangan hawa di dalamnya juga tidak cocok atau tidak disenangi oleh pohon pe­paya. Kekurangan hawa ini juga dapat disebabkan karena terlalu lamanya tanah tersebut tergenang air di dalam musim penghujan.

Bila hal ini terjadi maka akan kelihatan kepada pertumbuhan pohon pepaya itu sendiri. Pohon yang ditanam di daerah ta­nah tersebut maka akan kelihatan kurus ataupun daunnya keli­hatan menguning dan banyak kemungkinannya akan rontok sebelum waktunya.

Lalu pada musim kemarau kalau tanahnya kekurangan air, maka akan mengakibatkan pula kalau pohon pepaya itu keku­rangan getah dalam buahnya dan bila ini terjadi maka buah ter­sebut tidak akan dapat tumbuh banyak dan besar. Selain itu mutu buah pepaya ini sendiri akan merosot.

Buah yang kekurangan getah di masa mudanya ini, bila telah masak maka selain tidak manis dan kurang airnya juga terasa agak keras dan seperti mengayu.

Pemberian pupuk untuk pepaya


Zat Zat Yang Dibutuhkan :

1. Zat P (Zat Phospor)
Zat P ini sangat penting sekali buat pohon pepaya, sebab dibutuhkan untuk pembentukan bunga dan juga untuk mempercepat pemasakan buahnya. Kemudian menurut penyelidikan para ahli Botani, zat ini selain penting untuk pertumbuhan generatif juga penting sekali buat pertumbuhan dan penguatan akar pepaya. Sebab polion pepaya yang cukup mempunyai zat P ini akan lebih kuat dan tahan terhadap kekurangan air.
Zat P ini mempunyai sifat yang mudah diserap oleh tanah, hingga tidak mudah terserap oleh akar pohon pepaya. Oleh para ahli gejala ini sering disebut dengan nama *FIXASI ZAT FOSFAT'.

Dengan adanya gejala tersebut maka zat fosfat haruslah didekatkan pada akar, bahkan terutama sekali pada pucuk-pucuk akar. Akan tetapi jangan sampai disebarkan secara merata. Sebab penyebaran secara merata akan dapat menyebabkan zat fosfat lebih mudah difixir. Adapun cara pemupukan fosfat yang baik adalah dengan cara memasukkannya dalam lobang yang ditugalkan dalam tanah.

2. Zat N (Zat Nitrogen)
Karena diperlukan pertumbuhan vegetatif yang cepat maka pohon pepaya memerlukan zat N yang cukup banyak. Zat N ini dapatlah kita berikan melalui bahan organis atau dengan bahan anorganis dalam bentuk pupuk Zwavelzurc Amonia atau yang lebih terkenal dengan nama ZA, dan bisa juga de­ngan pupuk Urea.
Pohon pepaya yang kekurangan zat N ini akan kelihatan tanda-tandanya, yaitu daunnya cepat menguning dan juga per­tumbuhan dari pohon pepaya itu sendiri kurang bagus / subur.

Sedangkan untuk bahan organis yang dapat kita berikan adalah yang dalam bentuk kompos, rabuk kandang ataupun pupuk hijau dari hasil antar tanaman. Kalau kita akan memberikan pupuk kandang ataupun kom­pos, maka harus kita berikan sebelum mulai menanam. Atau dengan kata lain bahwa pupuk tersebut akan kita pakai sebagai pupuk dasar. Pupuk yang diperlukan untuk tiap hektar kebun pepaya tidak kurang dari 50 ton. Kemudian pupuk dengan bahan organis ini selanjutnya da­pat diberikan setahun sekali. Adapun penempatan pupuk organis ini dapat dilakukan dengan dua jalan, yaitu :
  • Di taruh diatas tanah dibawah mahkota pohon, sebagai penutup tanah atau mulching, untuk kemudian kita tutup dengan tanah.
  • Dalam rorakan yang digali melingkari batang pohon pepaya dengan jarak 1 sampai 1,5 Meter. Inipun harus disesuaikan dengan umur pohon pepaya itu sendiri.
3. Zat Kalium
Zat kalium dalam tanah ini mempunyai fungsi yang sangat luas, bahkan di dalam pemupukan pohon pepaya zat ini ti­dak boleh diabaikan sama sekali. Sebab zat Kalium ini mem­punyai peranan yang sangat besar sekali dalam pembentukkan zat karbohydrat atau gula buah, selain itu juga memberi daya tahan akan kekeringan pada pohon pepaya. Bahkan kelezatan/ kwalitas dari buahnya inipun tidak sedikit dipengaruhi oleh zat Kalium ini.

Kemudian dalam perabukan yang lengkap dalam arti kata yang seimbang, pupuk Kalium ini merupakan pelengkap agar zat-zat lainnya dapat terisap oleh akar dengan sebaik-baiknya.

Perlu pula diperhatikan, bahwa pohon pepaya yang kebanyakan diberi pupuk N dengan tidak diimbangi dengan pu­puk Kalium ini, maka pohon pepaya akan menjadi rimbun daunnya dan mengakibatkan buahnya mengurang. Kemudian tanaman yang kebanyakan zat N maka akan ti­dak kuat terhadap serangan penyakit, sebab pertumbuhan akarnya akan kurang baik dan juga akan kurang tahan menghadapi kekeringan.
Menurut Kartono, sumber dari Zat Pospat dan Kalium se­lain bahan organik adalah pupuk :
  • Dubbel Superfbsfat atau DS, atau Triplefosfat dengan kadarzatP46%
  • Superfosfat mengandung 18% zat P
  • Zwavelzure Kali atau ZK mengandung 50% K
  • Abu yang berasal dari beberapa jenis sampah atau sampah yang mengandung pula zat Kalium dengan kadar 2 sampai 5%
Kemudian bahan organik selain menjadi sumber zat NP dan K merupakan bahan dasar. pembentukan humus / bunga tanah dalam tanah yang dapat menjamin tanah tetap remah, cukup mengandung udara dan tetap lembab.

Jumlah Pupuk Yang Diperlukan
Kalau kita menilik atau mempelajari buku-buku tentang pepaya di negeri kita ini maka pemupukan tanaman pepaya di In­donesia ini belum ada yang lengkap. Bahkan dari hasil wawancara dengan para penanam dan pekerja langsung yang menangani kebun-kebun pepaya, di dapatkan keterangan bahwa selama ini pupuk yang diberikan tidak pernah lengkap. Bahkan para penanam rumahan (orang yang menanam di rumah-rumah) tidak pernah memberinya pupuk sama sekali.

Akan tetapi memang tak ada jeleknya kita kupas sedikit ten­tang perabukan yang dilakukan oleh para penanam pepaya di luar negeri.

Rabuk organis dalam bentuk kompos ataupun rabuk kandang selain dipergunakan sebagai rabuk dasar dalam lubang ta­naman, juga ditimbun disekitar batang tanaman dan sekaligus berfungsi sebagai mulching.
Kemudian rabuk buatan biasanya diberikan menurut pengalaman dari para penanam itu sendiri. Jadi sifatnya masih sangat individu sekali. Akan tetapi Dr. A. Jakob. Cs. dalam Fer­tilizer Use. menganjurkan skema pemupukan sebagai berikut:
  • Untuk jarak tanaman 2,5 x 2,5 Meter
  • Banyaknya tanaman per Ha biasanya 1600 pohon
Keterangan tersebut ini memang masih merupakan landasan yang kasar dan harus disesuaikan dengan tanah maupun kondisi lain-lainnya. Hingga dengan demikian maka rumus perabukan ini dapat dipergunakan secara minimal ataupun optimal atau bahkan diantara kedua-duanya. Akan tetapi kalau kita telah punya niat untuk bercocok tanam, maka ada prinsip yang mengatakan lebih baik kita merabuk dari pada tidak sama sekali. Penggunaan Fupuk:

Pupuk Za dan ZK dapat kita berikan dua kali, dengan catatan bahwa setiap kali pemberian harus hanya separo dari jatah sebenarnya. Yaitu dibagi dalam menjelang musim penghujan dan sebagian lagi diberikan menjelang musim kemarau.

Kemudian pupuk ZA, DS dan ZK dapat diberikan dengan cara mencampurnya dan memasukkan ke dalam lobang yang telah ditugal, melingkari batang dibawah mahkota pohon.

Untuk lobang penugalan agar supaya perabukan dengan DS dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh akar pepaya hendaknya dibuat tidak kurang dari 10 Cm. Hingga dengan demikian maka akan menjadi dekat dengan ujung akarnya.

Pupuk organis diberikan menjelang musim penghujan dan mulching dapat diberikan menjelang musim kemarau atau bisa juga sewaktu-waktu kalau kita telah punya bahannya.

Mulching selain dapat menahan penguapan dalam musim kemarau, dapat pula berfungsi tidak memadatkan tanah dibawah mahkota pohon akibat banyaknya hujan yang turun, ataupun karena terinjak-injak.
Seperti kita ketahui kalau tanah banyak terinjak-injak maka akan dapat mengakibatkan kepadatan yang tanpa kita sadari. Sedangkan kita sendiri hampir setiap saat harus memeriksa kebun dan mendekati pohon-pohon pepaya yang kita tanam. Pemupukan lanjutan pada umur 1 sampai 2 tahun.

ZA : 336-448 Kg.
Urea(PenggantiZA) : 168-224 Kg.
DS : 392-476 Kg.
ZK : 165-220 Kg.
Pemupukan pohon Pepaya setelah umur 2 tahun keatas.
ZA : 448-560 Kg.
Urea (Pengganti ZA) : 224-280 Kg.
DS : 196-280 Kg.
ZK : 165-220 Kg

Manfaat Bagian-bagian Pepaya

Pepaya atau yang dalam bahasa Jermannya ini terkenal dengan nama Kates maupun Ketela gantung adalah merupakan sebuah tanaman yang seluruh organnya dapat dipergunakan baik untuk manusia maupun hewan.

Memang kalau di Indonesia kegunaan Pepaya ini belum begitu lengkap bila dibandingkan di luar negeri. Sebab di luar negeri semuanya dapat dipergunakan selain untuk makanan juga sebagai obat-obatan. Misalnya saja :

1. Akarnya
Van der Burg setelah mengadakan penyelidikan-penyelidikan ilmiahnya, maka menemukan manfaat dari akar Pe­paya. Akar pepaya ini dapat dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit ginjal, juga sangat mujarab untuk pengobatan kandungan kencing.

Van der Burg lebih lanjut mengatakan bahwa cara-cara mempergunakan akar pepaya untuk obat itu adalah sangat simpel sekali, yaitu dengan cara merendam akar pepaya tersebut di dalam air dingin. kemudian larutan dari rendaman akar tersebut diminum.

Selain Van der Burg, juga Kloppenburg Versteeg mengadakan penyelidikan yang menghasilkan penemuan bahwa akar pepaya yang direbus dapat dipakai sebagai obat pembasmi cacing kremi. Selain itu juga Kloppenburg Versteeg telah mencoba dan hasilnya sangat memuaskan, yaitu akar dari pepaya gandul direndam dalam arak dan kemudian dicampur dengan minyak kayu putih. Maka rendaman akar pe­paya ini dapat dipergunakan sebagai obat luar untuk menyembuhkan sendi-sendi tulang yang sakit.

2. Batangnya
Pada tahun 1903 ketika Yogyakarta di landa musim paceklik, batang pepaya ini dapat dimakan oleh manusia.

Memang makanan ini tidak begitu lezat akan tetapi cukup buat dipakai sebagai ganjal perut dan tidak membahayakan kesehatan manusia yang memakannya. Adapun caranya adalah batang pepaya itu diparut hingga halus dan diperas air serta getahnya, hingga tinggal ampasnya saja. Ampas parutan batang pepaya ini lalu dicampur dengan gula ataupun garam, tinggal selera kita saja. Mau manis atau asin, kemudian ampas yang telah kita campur de­ngan gula atau garam itu dapatlah kita makan. Makanan dari ampas batang pepaya ini, konon dapat juga dipakai sebagai obat untuk menghilangkan rasa mual diperut. Terutama sekali orang yang sakit kembung, dan akan mempermudah orang bisa kentut.

3. Daun Pepaya
Khusus untuk daun pepaya ini memang banyak sekali kegunaannya. Daun pepaya yang masih muda, setelah ditumbuk hingga halus dan diperas, maka air hasil perasan itu dapat diminum sebagai obat yang sangat mujarab buat orang yang berpenyakit malaria, panas ataupun kejang perut. Kemudian kalau untuk hewan, khususnya kuda. Apabila setiap minggu satu kali diberi minuman perasan daun pepaya muda akan dapat menghindarkan kuda tersebut dari penyakit keremi, mulas ataupun penggumpalan lendir. Kloppenburg pun mengatakan kalau perasan air daun pe­paya muda ini dapat dipergunakan sebagai obat perangsang makan untuk anak-anak kecil yang kurang punya nafsu makan.

Daun Pepaya


Kemudian Profesor Wichmann yang mengadakan penyelidikan di Indonesia Timur mengatakan bahwa daun pe­paya dapat pula dipakai sebagai obat penyakit beri-beri. Lebih lanjut Prof. Wichmann mengingatkan, memang di In­donesia tentang kegunaan daun pepaya sebagai obat-obatan telah membudaya, namun janganlah terlalu banyak dalam memberikannya sebab bukan tak mungkin bahwa pemberian yang over dosis ini justru akan membahayakan buat si peminum.

Pernyataan dari Prof. Wichmann ini didukung pula oleh Greshoff yang mengatakan bahwa daun pepaya ini banyak mengandung sejenis alkaloid yang sering disebut sebagai CARPAIN. Carpain ini sendiri mempunyai sifat dapat membuat urat-urat jantung menjadi kejang. Selain itu semua memang daun pepaya muda itu sendiri dapat dimakan sebagai campuran gado-gado ataupun pecel. Sedangkan untuk mengurangi rasa pahitnya, sebaiknya kalau merebus daun pepaya muda ini dicampur dengan daun ketela pohon.

4. Bunga Pepaya
Bunga pepaya gandul ini pun dapat pula dipakai sebagai obat perangsang makan buat para anak kecil. Untuk menghilangkan rasa getar dan pahitnya sebaiknya kalau akan merebus bunga pepaya ini dicampur dengan daun kuda-kudaan. Se­lain itu rebusan bunga pepaya ini juga dapat dipakai sebagai obat yang mujarab dan manjur sekali buat penyakit kuning, untuk hal ini telah dibuktikan dan diadakan percobaan-percobaan dilaboratorium. Sedangkan yang mengadakan penyelidikan adalah Kloppenburg Versteeg.

5. Buah Pepaya Muda
Buah pepaya yang masih muda ini umumnya selalu dipakai sebagai makanan. Bisa dipakai sebagai campuran rujak, ataupun dibuat sayur-mayur untuk teman makan nasi ataupun dibuat manisan dan lain sebagainya. Apabila buah pepaya muda ini kita godog dengan gula, maka akan dapat dipergunakan sebagai makanan selingan setelah makan siang ataupun makan malam sebagai pencuci mulut.

6. Buah Pepaya Yang Telah Masak
Buah pepaya yang telah masak inilah tujuan utama dari para penanam pepaya. Sebab buah yang telah masak ini banyak sekali faedahnya

Sebagai buah yang mempunyai daging iembik, ini sangat baik sekali buat orang-orang yang telah tak mempunyai gigi. Hingga dapat makan dengan tenang dan tak ada kesulitannya. Sedangkan untuk menjaga kesehatan, buah pepaya yang telah masak ini banyak mengandung vitamin A dan ju­ga sedikit vitamin C.
Selain sebagai makanan, daging pepaya yang telah masak kalau dipotong kecil-kecil dan kemudian diberi sirup dan es, maka akan dapat dipergunakan sebagai minuman yang sangat segar di siang hari yang panas. Singkatnya saja kalau kita pandang dari segi gizi, maka buah pepaya ini merupakan sebuah obyek yang penting untuk dimasukkan kedalam kurikulum perbaikan gizi anak-anak ataupun orang dewasa. Akan tetapi juga harus ingat, bahwa walaupun buah pepaya ini lembek dan enak rasanya, akan tetapi buat sebagian orang yang berpenyakit maag ataupun berpenyakit bengek jangan terlalu banyak makan buah ini. Sebab perut akan menjadi dingin dan dapat membuat penyakit-penyakit tersebut kambuh lagi.

7. Papaine
Adapun khasiat papaine ini adalah bisa membuat daging yang keras menjadi empuk. Misalkan saja kita akan mem­buat sate kambing ataupun gule kambing, sebaiknya sebelum daging yang keras itu dipotong-potong, terlebih dahulu dibungkus oleh daun pepaya selama 2 jam. Nanti kalau di­potong dan di makan akan terasa empuk sekali. Selain itu kalau di luar negeri, papaine ini merupakan se­buah bahan sampingan dari bahan-bahan lain untuk perusahaan penyamakan kulit. Juga berguna untuk menghilangkan getah yang masih melekat pada sutra alam.

8. Konserven Industri dan Pepaya
Karena buah pepaya yang mempunyai sifat lembek ini tidak dapat bertahan lama. Maka untuk mempertahankan buah yang lezat ini orang mulai memutar otak untuk mengawetkannya. Setelah ada kemajuan tehnik, buah pepaya yang lembek dan besar itu lalu dapat diawetkan dengan cara mengupas dan memotongnya kecil-kecil dengan bentuk kubus. Kemudian buah tersebut dicampur dengan air gula yang manis sekali dan dimasukkan kedalam kaleng yang telah disterilkan.

Dengan adanya usaha pengalengan inilah maka buah pepaya dapat bertahan sampai lama dan tetap digemari oleh para peminatnya.

9. Biji Pepaya
Biasanya orang Indonesia selalu membuang biji pepaya, atau bila ada yang mengumpulkan karena akan dipakai sebagai bibit. Namun tidak demikian bagi orang-orang yang terlahir di daerah Barat, karena biji pepaya ini banyak mengandung khasiat yang sangat ampuh dalam obat-obatan.

Menurut Kloppenburg Versteeg di dalam penyelidikannya, biji pepaya yang telah ditumbuk halus dan kemudian dicam­pur dengan cuka dengan larutan sedang. Ini adalah merupakan obat yang mujarab sekali buat orang yang terserang penyakit masuk angin. Sebab orang itu akan dapat mengeluarkan peluh dengan banyak dan aman.

Kemudian Van der Burg juga mengulas biji pepaya ini sebagai obat-obatan yang mujarab sekali. Yaitu orang yang ter­serang penyakit cacingan dapat diobati dengan jalan makan atau paling tidak menelan biji-biji pepaya. Pendapat Van der Burg ini pun dibenarkan oleh Kloppenburg Versteeg dan Ridley, akan tetapi Kloppenburg Versteeg ini juga memperingatkan agar orang yang sedang mengandung terutama se­kali buat mereka yang sedang mengandung muda jangan sekali-kali menelan biji-biji pepaya karena akan dapat mengakibatkan keguguran kandungan.

Orang yang keguguran akibat menelan atau memakan biji-biji pepaya ini biasanya akan sulit mengandung lagi. Karena adanya pengeringan rahim akibat dari masuknya papaine ke rahim.

Karena bahaya yang amat besar inilah maka Kloppenburg memperingatkan dengan keras kepada mereka yang mengandung muda, kalau akan makan pepaya hendaknya da­pat dengan teliti menghilangkan isi-isinya dulu

Minggu, 12 Januari 2014

Syarat Tumbuh Pohon Pepaya

Memang sebelum kita mulai menanam pepaya, terlebih dahulu kita harus mengetahui dimanakah yang paling cocok untuk menanam pepaya itu. Untuk keperluan tersebut maka mau tak mau kitapun harus mengetahui akan ekologi dari pohon pe­paya itu sendiri.

1. Ketinggian Tempat
Pohon pepaya dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga pada daerah yang mempunyai ketinggian 1000 M dari atas permukaan laut. Suatu hal yang perlu diperhatikan bagi para petanam / petani atau calon penanam pepaya, bahwa pohon pepaya yang ditanam di daerah yang makin tinggi maka buahnya akan berkurang juga manisnya. Sebab hal ini sangat ditentukan oleh intensitas sinar matahari dan kelembaban udara.

2. Tanah
Pohon pepaya akan dapat tumbuh dengan baik kalau ditanam di tanah-tanah yang agak berat atau yang sering disebut tanah Latosol, tanah laterit merah.

Kemudian yang perlu diperhatikan, karena yang penting buat tanaman pepaya ini adalah sistem pembuangan airnya. Sebab akar pohon pepaya ini tidak tahan terhadap air yang menggenang. Bila tanaman pepaya ini tergenang air selama 2 hari dua malam saja, maka akan berakibat fatal. Karena akarnya akan membusuk dan mengakibatkan kematian.

Kemudian tanah untuk pohon pepaya harus mengandung banyak bahan organis / humus yang dapat mengatur kelembaban tanah.

Tapi kekeringan dalam musim kemarau juga akan dapat mengakibatkan mengurangi baiknya pertumbuhan maupun hasilnya. Oleh karena itu keadaan air dalam tanah menentukan pula pertumbuhan pepaya.
Menurut TERRA, bahwa curah hujan dan ketinggian air dalam tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah sebagai berikut:

1. CURAH HUJAN : 12 bulan basah dengan air dalam tanah : 50 Cm hingga dalam.
2. CURAH HUJAN : 7 -10 bulan basah dengan air dalam tanah : 50-200 Cm.
3. CURAH HUJAN : 5 - 6 bulan basah dengan air dalam tanah : 50-150 Cm.
4. CURAH HUJAN : 2 - 4 bulan basah dengan air dalam tanah : kurang dari 50 - 150 Cm.

Keadaan tanah pohon pepaya

3. Iklim
Kemudian kalau kita telah mulai membicarakan tentang iklim maka faktor iklim itu sendiri terdiri dari:
  • Curah hujan
  • Sinar Matahari
  • Suhu Udara
  • Angin
Kemudian kalau kita ingat bahwa pepaya dapat tumbuh di dataran rendah, juga dapat pula tumbuh di dataran tinggi, tidaklah banyak pengaruhnya terhadap pertumbuhan pepaya pada umumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang terpenting ialah bahwa bertambah tinggi tempatnya berarti bertambah tinggi pula suhu udara, dan karena kurangnya sinar matahari maka akan membuat rasa / kelezatan pepaya akan berkurang. Kalau ki­ta tanam di dataran rendah yang banyak sinar matahari ma­ka buah pepaya itu nanti akan menghasilkan hasil buah yang manis rasanya. Sedangkan kalau kita tanam di dataran tinggi yang kurang banyak mendapat sinar matahari maka akan membuat buah tersebut kurang manis.

4. Pengairan
Kalau di daerah dengan curah hujan 7 bulan basah atau kurang, bila air di dalam tanah dalam musim kemarau merosot dibawah ukuran tersebut di atas, maka memerlukan adanya pengairan yang cukup baik.
Kemudian untuk luas tanaman yang sederhana, terdiri dari hanya beberapa puluh pohon saja, bila tidak ada pengairan maka dapat ditolong dengan cara penyiraman secara indivi­dual.

Pembuangan air:
Seperti telah diterangkan diatas kalau akar pepaya ini ti­dak kuat terhadap air yang menggenang. Maka oleh karena itu got pembuangan air dalam kebun pepaya sangat perlu diadakan. Sebab fungsinya adalah :
  • Penyalur air dalam musim kemarau.
  • Pembuangan air dalam musim penghujan.
Aluran tersebut dapat pula mengurangi kebasahan dalam tanah bagian atas pada musim penghujan.

5. Penurunan Air Dalam Tanah
Kalau ditempat-tempat yang tanahnya berat dan air tanah sangat dangkal, dapat pula diusahakan penanaman pohon pepaya dengan menurunkan ketinggian air tanah.

Untuk keperluan seperti itu maka perlulah kita gali aluran selebar 1 meter dan dalamnya pun 1 meter pula dengan jarak alur 2 sampai 3 meter.

Kalau sudah terjadi demikian, maka sama saja kita telah membuat galian yang tingginya satu meter berarti kita pun telah meninggikan tanah yang akan ditanami pepaya itu dengan tinggi satu meter pula

Inikah Wujud Nokia Normandy?

Inikah Wujud Nokia Normandy? - Rumor tentang akan hadirnya perangkat Android dari Nokia makin berhembus kencang. Setelah sebelumnya muncul bocoran UI dan screenshot yang konon diambil dari perangkat Nokia dengan kode nama Normandy, kini bahkan ada seseorang di twitter yang memberikan sebuah foto yang diklaim sebagai prototype dari perangkat tersebut.
Bocoran foto nokia normandy

Pada foto tersebut nampak terdapat sebuah perangkat yang menampilkan logo Nokia pada layarnya. Yang membuatnya meyakinkan adalah sebuah tombol tunggal yang berada di bawah layar yang persis (atau mirip) dengan bocoran gambar Nokia Normandy yang sebelumnya beredar. Sayang kita tidak dapat melihat wujudnya dengan detail karena perangkat tersebut nampak dibalut dengan softcase.

Tidak ada kabar lebih lanjut dari foto yang diposting tersebut, namun tentunya ini akan semakin membuat banyak orang khususnya penggemar Nokia menjadi lebih penasaran.

Awal 2014: Jelly Bean Menguasai, Gingerbread Belum Ditinggalkan

Awal 2014: Jelly Bean Menguasai, Gingerbread Belum Ditinggalkan - Baru-baru ini Google telah merilis data untuk Android Device Share di awal tahun 2014 ini. Data ini menunjukkan tentang data perbandingan jumlah pengguna versi OS Android yang dirangkum berdasarkan perangkat yang menggunakan aplikasi Google Play Store versi terbaru yang kompatibel mulai dari Android versi 2.2 (Froyo) dan diatasnya.

Android device share Q1 2014
Pada grafik yang dirilis oleh Google tersebut menunjukkan bahwa sistem operasi Android Jelly Bean (versi 4.1 - 4.2 - 4.3) secara keseluruhan mendominasi dengan 59.1%. Ini artinya banyak dari pengguna Android yang mulai hijrah menggunakan perangkat dengan versi OS terbaru (atau setidaknya "mendekati baru"). Meski demikian, ternyata pengguna Android versi lama khususnya Gingerbread masih belum "habis", bahkan penggunanya masih terbilang sangat banyak dengan penguasaan 21.2%, peringkat kedua dibelakang Jelly Bean.

Ini menunjukkan bahwa masih banyak pengguna OS Android yang menggunakan perangkat low end, dimana kebanyakan dari perangkat tersebut masih menggunakan OS versi 2.3. Sementara untuk OS versi terbaru dengan kode nama KitKat mulai menunjukkan pertumbuhan dengan penguasaan 1.4% dimana OS versi 4.4 ini memang belum banyak diadopsi oleh para vendor smartphone selain pasukan Nexus ataupun Motorola yang merupakan perangkat Google.

Pada grafik tersebut kita tidak melihat keberadaan Android versi 2.1 kebawah, namun bukan berarti penggunanya sudah tidak ada karena tidak kompatibel dengan aplikasi Google Play Store terbaru.

Rabu, 08 Januari 2014

Pemetikan dan Penanganan Budidaya Semangka Setelah Panen

Tanaman semangka sudah menghasilkan buah setelah berumur 70 sampai 100 hari sejak ditanam di areal penanaman, tergantung dari kondisi cuaca dan jenis bibit yang ditanam. Tanaman yang berbuah serempak dapat dipanen sekaligus, tetapi tanaman yang berbuah tidak bersamaan biasanya dipetik dua kali. Pada pemetikan pertama dipilih buah yang sudah tua. Pada pemetikan kedua semua buah dipetik, sebab dedaunan tanaman sudah mengering dan buah sudah tidak bisa berkembang; dapat dipetik pula pada kesempatan ketiga, yakni beberapa hari kemudian, kalau memang memungkinkan.

PEMETIKAN HASIL
Buah yang sudah tua, ketika dipetik warna daging buahnya masih berwarna muda. Tetapi setelah dua hari, daging buah akan bertambah tua warnanya, tetapi berat buah akan sedikit mengalami penyusutan. Biasanya petani menjual langsung setelah buah dipetik kepada tengkulak di tempat panenan berlangsung. Buah ditimbang menggunakan timbangan gantung setelah di­pilih berdasarkan kelas buah, yang dibagi menjadi:
  • Kelas A
    Buah berukuran 4 kg ke atas, berbentuk sempurna menurut jenis bibitnya, tidak cacat ataupun keropos.
  • Kelas B
    Buah berukuran 2-4 kg berbentuk sempurna menurut jenis bibitnya, tidak cacat; buah berukuran 4 kg ke atas yang mengalami kelainan bentuk ataupun cacat yang masih dalam batas toleransi
  • Kelas C (Unyil)
    Buah berukuran di bawah 2 kg, buah cukup masak dan baik dikonsumsi.
  • Kelas D atau klas bekas sortiran (BS)
    Buah segala ukuran yang merupakan buah yang cacat di luar batas toleransi masing-masing kelas, tetapi masih laik dikonsumsi.
  • Kelas buah yang tidak baik dikonsumsi, karena busuk, mentah dan sebab-sebab lainnya.
Pemetikan buah dilakukan pada saat cuaca indah dan cerah, tidak berawan sampai buah terpetik dalam kondisi kering permukaan kulit buahnya, supaya tahan disimpan beberapa lama di tingkat pengecer. Pekerjaan pemetikan buah, perlu memperhatikan beberapa aspek, yakni:

1. Kematangan buah
Buah semangka yang sudah tua (matang) harus segera dipetik supaya tidak terjadi penyusutan berat dan mutu. Tanda-tanda buah siap dipetik adalah:
  • Tangkai buah mengecil, hingga terlihat tidak sesuai dengan ukuran buah tersebut. Tangkai seperti itu sudah tidak berbulu, dan biasanya cenderung bergaris-garis coklat yang dalam beberapa waktu makin dominan.
  • Warna buah mengkilat.
  • Sulur pada bagian pangkal buah kecil dan mengering.
  • Bagian buah yang terletak di atas landasan berubah warna dari putih menjadi kuning tua.
  • Bila ditepuk, buah yang telah tua cenderung mengeluarkan nada tinggi. Cara seperti ini harus dilakukan hati-hati, sebab pada semangka jenis tertentu mudah sekali retak kulit buahnya.
2. Cara pemetikan
Buah yang dipetik sekaligus dapat langsung dipotong dengan gunting pada tangkai buah sejarak 7 cm dari buah. Buah yang direncanakan dipetik bertahap dipilih yang benar-benar tua, kemudian dipetik seperti cara di atas

3. Cara pengangkutan
* Dari areal penanaman menuju ke tempat penimbangan
Apabila areal penanaman terletak di tengah-tengah lingkungan persawahan sehingga kendaraan pengangkut tidak bisa mencapai areal penanaman, buah diangkut dengan menggunakan bakul yang diberi alas jerami kering kemudian digendong ataupun dipikul menuju ke tempat penimbangan.

* Dari lokasi penanaman menuju ke tempat penampungan
Buah yang telah ditimbang disusun pada lantai kendaraan yang telah dilapisi jerami kering setebal 10-15 cm. Tinggi susunan maksimum 7 buah, dengan pelapisan jerami kering pada setiap buah. Posisi buah mendatar (horizontal).

4. Cara penyimpanan
* Di dalam ruangan berpengatur suhu
Buah diletakkan horizontal pada rak-rak di dalam ruangan pendingin; diatur sedemikian rupa sehingga buah yang lebih dulu masuk akan lebih dulu dijual. Kelembaban di dalam ruangan diatur pada angka kisaran 80%-85%, suhu ruangan (kamar pendingin) 4,4 °Celcius (sekitar40 derajat Fahrenheit).

* Di dalam ruangan tanpa pengatur suhu
Pada ruangan penyimpan demikian, jerami sebagai alas lantai harus benar-benar kering, supaya tidak menyebabkan kebusukan pada buah akibat kelembaban dari jerami basah. Sirkulasi udara (ventilasi) harus terjamin; tidak terkena sinar matahari dan bersih dari hama pengganggu. Buah yang akan disimpan masih segar, tidak berlubang hingga mengeluarkan cairan, kulit buah kering benar.

Buah disusun horizontal maksimum 3 buah, dengan lantai yang diberikan alas jerami kering setebal 10-15 cm dan sedikit jerami kering yang disisipkan pada setiap susunan buah.

* Perlakuan khusus
Buah yang tangkainya sudah terlihat membusuk karena terlambat dipetik karena cuaca yang tidak mendukung (sering hujan misal nya), dikelupas dengan menggunakan pisau tajam yang direndam dengan fungisida atau bakterisida sebelum digunakan.

Tangkai buah yang melekat pada buah dipotong sampai bersih, kemudian buah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering rambut (hair dryer) beberapa menit untuk mcncegah perambatan bakteri pembusuk yang mungkin akan menyebabkan busuknya buah.

B. PENANGANAN PASCAPANEN
Kebanyakan petani semangka produktif akan kembali mengolah lahan yang telah dipanen untuk ditanami kembali dengan tanaman yang sama. Ternyata hasil panenan kedua pun tidak kalah bagusnya dengan hasil panenan periode sebelumnya, malahan biaya yang dikeluarkan lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan pada penanaman periode sebelumnya. Hal tersebut dapat terjadi karena:
  • Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengujian lahan tidak perlu diadakan.
  • Biaya pembuatan bedengan dapat dihemat karena pada periode penanaman kedua, bedengan yang telah ada hanya sedikit dirombak. Biaya bahan-bahan penanaman dan obat dapat dihemat, karena
    ada kemungkinan bahwa obat dan bahan sisa dari penanaman periode I yang kurang bagus justru menjadi lebih bagus pada musim tanam tahun berikutnya.
  • Secara tidak langsung, waktu yang dibutuhkan untuk persiapan penanaman periode II lebih singkat, sehingga biaya sewa tanah dapat dihemat.
Sebelum memutuskan relokasi penanaman periode II, relokasi itu sendiri perlu kita pertimbangkan:
  • Apakah hasil panen periode I setelah dievaluasi ternyata memberikan keuntungan? Kalau mengalami kegagalan hingga rugi, maka perlu dicari penyebabnya. Bila kerugian terjadi karena faktor teknis yang sifatnya bukan karena kondisi lingkungan ataupun keadaan tanah pada areal tersebut, maka relokasi itu bias dilakukan untuk penanaman periode II
  • Apakah diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk penanaman sampai panen periode II masih cukup, artinya belum datang musim penghujan. Aspek ini boleh kita abaikan, sebab banyak petani yang tetap menanam tanaman semangka di musim hujan dan hasilnya bagus sehingga buah semangka tersedia di pasaran di sepanjang tahun.
Bila kedua aspek di atas telah kila teliti dan hasilnya ternyata menunjang relokasi tahap II, kita dapat mengupayakan relokasi ini. Tahap-tahap pengerjaan relokasi adalah sebagai berikut:

1. Bentuk bedengan dirombak untuk memindahkan baris tanam
Bedengan perlu diubah sedemikian rupa hingga baris tanam tetap berada di tepi bedengan, tetapi dengan tanah baru yang pada periode penanaman I belum mengalami tahap pemupukan dasar, sehingga dapat diharapkan kandungan unsur-unsur tanah "baru" ini masih lengkap.

Bedengan yang dapat dirombak untuk relokasi penanaman periode II ini hanya bedengan yang mengikuti pola bentuk:
* Bedengan tunggal dengan baris tanam ganda
Tata cara perombakan bedengan, ditunjukkan pada berikut ini:

Bentuk bedengan pola bedengan tunggal berbaris tanam ganda
Bentuk bedengan pola bedengan tunggal berbaris tanam ganda

Dari gambar di atas, tampak bagian tengah bedengan digali menjadi selokan drainase sekaligus jalan perawatan. Tanah bekas galian tersebut digunakan untuk menimbun saluran drainase lama hingga terbentuk bedengan baru dengan as tengah menempati bekas saluran drainase yang lama (periode tanam pertama).

* Bedengan dengan pola bentuk tunggal dan berbaris tanam tunggal
Pola bentuk bedengan demikian paling mudah dikerjakan kembali, karena tidak perlu dilakukan perombakan tetapi cukup dengan pembalikan arah pertumbuhan tanaman atau pemindahan baris tanam pada sisi bedengan.

Untuk jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut ini:

Bentuk bedengan pola bedengan tunggal berbaris tanam tunggal
Bentuk bedengan pola bedengan tunggal berbaris tanam tunggal
* Bedengan yang menggunakan turus dan rak buah
Sebaiknya jangan ditanami kembali setelah periode tanam I dipetik hasilnya, sebab kita tidak bisa memindahkan baris tanam pada daerah "baru" yang belum terjamah oleh akar tanaman pada periode penanaman sebelumnya. Bila diinginkan penanaman kembali, tanah harus diaduk sedemikian rupa seperti tahapan pengerjaan lahan pada periode tanam I.

Pemaksaan perombakan bedengan untuk relokasi tanam periode II mempunyai risiko kegagalan panen yang cukup besar. Untuk tujuan komersial, cara pengerjaan bedengan seperti ini tidak menguntungkan. Oleh sebab itu lebih baik mencari lokasi baru ataupun merombak total lahan tersebut seperti proses pembukaan lahan baru

Nokia A110 Adalah Smartphone Android Nokia Normandy?

Nokia A110 Adalah Smartphone Android Nokia Normandy? - Baru saja mimin memposting tentang bocoran UI Nokia Normandy, kali ini mimin kembali mendapat bocoran tentang nama tipe dari smartphone berbasis Android tersebut. Ya, @evleaks kembali memposting soal bocoran dari Nokia dengan sistem operasi Android tersebut, kali ini yang dipublikasikan adalah salah satu screenshot tentang device info ketika perangkat ini menggunakan aplikasi antutu benchmark.

Antutu benchmark Nokia A110 Normandy
Pada gambar screenshot tersebut dapat kita lihat perangkat ini memiliki nama tipe Nokia A110 yang berjalan menggunakan sistem operasi Android 4.4.1 (wow KitKat!) dan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon. Meskipun belum ada kejelasan lain soal spesifikasinya karena beberapa keterangan yang ada pada screenshot tersebut disensor, namun setidaknya disana juga nampak bahwa perangkat ini akan memiliki sensor kamera sebesar 5 Megapixel.

Yup, dan sepertinya rumor tentang kehadiran perangkat ini telah mendekati kebenaran meskipun tetap saja peluncuran perangkat ini bisa saja dibatalkan kapan saja kita Microsoft sebagai pemilik Nokia tidak merestui kehadirannya.

Bocoran UI Smartphone Android Nokia Normandy

Bocoran UI Smartphone Android Nokia Normandy - Rumor akan kehadiran smartphone dari Nokia dengan sistem operasi Android sepertinya hampir mendekati kebenaran. Setelah beberapa kali menampakkan diri dengan berbagai warna casing nya, kini bocoran lain kembali hadir di internet. Kali ini bocoran yang beredar adalah soal UI (User Interface) atau tampilan antarmuka dari perangkat ini yang kembali dibocorkan oleh @evleaks.

Seperti yang sudah kami kabarkan sebelumnya, selain memiliki warna casing yang beragam perangkat yang diberi kode nama Nokia Normandy ini akan memiliki UI yang dikostumasi sedemikian rupa sehinggnya menyajikan tampilan yang sangat jauh berbeda dengan UI asli khas Android.
Tampilan Nokia Normandy

Memang, kemungkinan untuk perangkat ini secara resmi diluncurkan adalah sangat kecil mengingat saat ini Nokia telah diakusisi oleh Microsoft, sang pembuat sistem operasi Windows Phone yang juga merupakan OS pesain Android. Namun bukan berarti peluncurannya tidak mungkin dilakukan jika melihat gambar bocoran diatas dimana sepertinya perangkat yang konon akan dibanderol dengan harga murah ini telah terintegrasi dengan aplikasi Skype yang juga merupakan milik Microsoft.

Bisa saja Microsoft memanfaatkan "kekuatan" dari Android untuk dapat "menjual" lebih banyak produk-produknya (termasuk produk perangkat Nokia dan Skype) pada para konsumen. Dan jika perangkat ini benar-benar diluncurkan apakah Nokia dapat kembali menjadi raja ponsel dunia? Entahlah, kita tunggu saja perkembangannya.

Sumber: @evleaks

Selasa, 07 Januari 2014

Perawatan Tanaman Semangka bag. Kedua

Batang yang bagian daunnya terlalu panjang juga dapat dipotong ujungnya, supaya tenaga internal yang ada digunakan untuk perkembangan buah, tanpa adanya kebutuhan tenaga serupa untuk pertumbuhan tunas ataupun pemanjangan batang yang tidak berguna.

Luka bekas potongan gunting dapat diolesi dengan fungisida atau herbisida untuk mencegah infeksi penyakit. Untuk memudahkan pengerjaan pengolesan obat, gunakanlah kuas kecil.

PENYERBUKAN BUATAN
Tanaman semangka tergolong tanaman yang berbunga tidak sempurna (tiap-tiap bunga hanya mempunyai satu alat reproduksi, putik atau tepungsari saja). Oleh karena itu untuk penyerbukan bunga membutuhkan bantuan serangga, angin dan dapat dibantu pula dengan penyerbukan buatan.

Pada semangka non biji, campur tangan manusia tidak begitu penting, karena dengan bantuan alam saja penyerbukan bunga sudah dapat berlangsung. Tetapi bila tujuan penanaman semangka tersebut komersial, kita dituntut untuk campur tangan dalam hal penyerbukan agar hasilnya benar-benar dapat diandalkan.

Tanaman semangka non biji memiliki bunga jantan yang tidak subur (mandul), hingga tidak dapat membuahi bunga betina. Jadi, penyerbukannya harus sobat bantu bunga jantan dari tanaman semangka berbiji. Bunga betina tanaman semangka mulai tampak setelah tanaman berusia kurang lebih 17 hari. Sobat boleh menyerbukkan semua bunga betina yang tersedia, kemudian sobat pilih buah yang paling baik.

Bunga dari tanaman semangka, baik yang berkelamin betina ataupun jantan biasanya berwarna kuning cerah. Bunga betina dapat dengan mudah dibedakan dari bunga jantan karena adanya calon buah yang terletak di bawahnya

Cara penyerbukan buatan
Inti bunga baik pada bunga jantan ataupun betina berbentuk seperti lingkaran yang terbagi menjadi 3 segmen. Bedanya segmen-segmen inti pada bunga jantan dipenuhi dengan deretan pial (seperti pial ayam jago) yang berisi serbuk sari. Sedangkan pada bunga betina segmen-segmen intinya berbentuk merata (flat) tanpa adanya kerutan-kerutan seperti pial.

Pada proses penyerbukan buatan, setiap segmen inti bunga betina harus terolesi tepung sari secukupnya. Apabila terjadi pengolesan yang tidak mengenai salah satu dari ketiga segmen, calon buah yang terjadi akan mengalami cacat bentuk, hingga kelak bentuk buahnya tidak proporsional.

Untuk menjamin keberhasilan penyerbukan buatan yang perlu diperhatikan adalah tepat waktu dan tepat guna

* Tepat waktu
Waktu yang paling tepat untuk penyerbukan buatan adalah pada saat bunga mekar untuk pertama kalinya dari masa kuncup, sebab pada saat itu kondisi bunga masih segar dan utuh, sehingga fertilitas reproduksi bunga masih terjamin.

Bunga yang akan mekar pada hari berikutnya dapat diamati dengan mudah pada sore harinya. Bunga tadi terlihat sudah berwarna kuning dan cukup besar ukurannya (bunga yang masih kuncup berwarna hijau). Untuk menjamin keberhasilan pembuahan, bunga yang esok hari akan mekar, kita beri pelindung sedemikian rupa hingga tidak terkena air embun atau air hujan. Bahan pelindung dapat menggunakan wadah anyaman bambu (besek bhs. Jawa), ukuran sekitar 10 x 10 cm; atau pelepah batang pisang, yang dibelah dan dipotong sepanjang 10 cm; atau topi kerucut yang dibuat dari daun yang cukup lebar. Bunga jantan ataupun betina harus diberi bahan penutup agar kondisinya benar-benar siap untuk penyerbukan.

* Tepat guna
Bahan tambahan sebagai alat bantu penyerbukan buatan perlu diusahakan agar calon buah dapat terbentuk sempurna. Bahan termaksud ialah:

1) Wadah bunga jantan
Wadah ini gunanya adalah untuk menampung bunga jantan yang dipetik menurut banyaknya kebutuhan. Wadah tersebut harus mampu memberikan suasana segar kepada bunga yang ditampung di dalamnya, sehingga bunga tidak layu sebelum digunakan.

2) Kantong kertas minyak
Kantong ini gunanya untuk menutupi bunga betina yang sudah diserbuk, sehingga bunga dapat menumbuhkan calon buah tanpa mengalami rontok ataupun basah terkena air. Selain itu, dengan adanya kantong ini, kita dengan mudah dapat membedakan bunga mana yang belum kita serbuk, hingga risiko adanya bunga yang belum kita serbuk menjadi lebih kecil. Ukuran kantong kertas cukup 8 x 10 cm saja. Dibuat berbentuk persegi panjang dari kertas minyak yang direkatkan dengan lem tahan air

Penyerbukan buatan tersebut dilakukan sebagai berikut:
  • Bunga jantan sebagai penyerbuk kita ambil tepung sarinya yang ada di tengah mahkota bunga dengan menggunakan kuas kecil yang bersih & kering.
  • Kuas yang sudah tertempeli tepungsari kita oleskan pada kepala putik bunga betina yang terlelak di tengah mahkota bunga sampai merata. Pengerjaan pengolesan harus dilakukan dengan hati-hati agar bunga tidak patah.
  • Bunga yang telah diolesi tepungsari kita tutup dengan kantong kertas yang sudah kita persiapkan.
  • Penyerbukan buatan dapat juga dilakukan tanpa dengan kuas, yakni bunga jantan langsung kila oleskan tepung sarinya ke kepala putik bunga betina. Namun cara demikian mengandung risiko kerusakan bunga betina yang cukup besar.
  • Setiap bunga jantan dapat digunakan untuk menyerbukan buah bunga betina, tergantung banyak sedikitnya tepungsari yang dimiliki oleh bunga jantan itu sendiri.
  • Kantong kertas minyak tidak perlu kita lepaskan, karena akan pecah dengan sendirinya beberapa hari kemudian setelah buah berkembang.
Perlu diperhatikan, pada waktu mengoleskan tepung sari, bulu-bulu halus calon buah pada bunga betina jangan sampai tersentuh tangan, agar tidak mengalami kegagalan penyerbukan.

Tanaman Semangka


PEMBALIKAN BUAH
Maksud pembalikan buah adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan buah yang menempel di atas tanah dan membuat warna kulit buah merata tanpa adanya bagian yang belang akibat tidak terkena sinar matahari. Namun pembalikan buah yang terlalu sering terkadang dapat menyebabkan buah macet perkembangannya. Sebaliknya, buah yang tidak dibalik sama sekali sering kali berlubang pada dasar buah yang menempel di atas tanah akibat digerogoti oleh binatang atau pun cendawan dan bakteri, terulama bila sering terkena air hujan.

Pembalikan buah hanya dianjurkan sekali pada setiap periode penanaman, yakni setelah buah berukuran sebesar bola volley atau beratnya sekitar 17 kg. Pada saat pembalikan buah sebaiknya atas jerami pada tempat buah ditambah dengan jerami baru. Ada baiknya juga bahwa pada permulaan penanaman, lebih tepatnya setelah bakal buah yang akan dipelihara terpilih dibawah calon buah tersebut diberi tambahan jerami kering. Dengan cara demikian walaupun tidak dilakukan pembalikan buah, buab tetap terjamin keadaannya.


PERAWATAN KHUSUS TANAMAN SEMANGKA YANG DITANAM MENGGUNAKAN TURUS

Pada saat pertumbuhan batang, tanaman harus diikat dengan tali plastik pada kaki turus.
  • Cabang utama yang kita pilih dirambatkan pada kaki turus, agar kelak buah dapat mencapai rak buah yang telah kita persiapkan. Kita juga dapat menumbuhkan satu cabang lateral, yang selanjutnya kita rambatkan pada permukaan bedengan.
  • Daun yang terlalu rimbun sebaiknya dipotong, agar tanaman yang merambat di bawah rak dapat terkena sinar malahari.
  • Pengikatan ataupun pemangkasan dapat kita lakukan dengan
    bantuan bangku yang cukup tinggi hingga dapat mencapai puncak turus dengan leluasa, tanpa merusakkan tanaman dan bedengan tanaman.

PENANGANAN KHUSUS PADA BEDENGAN YANG MENGGUNAKAN TURUS DAN RAK BUAH

1. Konstruksi turus dan rak buah
Konstruksi turus harus dibuat sedemikian rupa hingga dapat dicapai tangan (terutama alat penyemprot tanaman), kuat menahan beban buah dan tidak bergoyang. Rak buah sekaligus harus menjadi penguat konstruksi yang dibentuk.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan turus dan rak buah untuk setiap 1000 meter persegi areal penanaman adalah:
  • 150 batang bambu, panjang minimum 5 meter.
  • Kawat pengikat secukupnya; diameter kawat minimum 1 mm.
Alat-alat pengerjaan
  • Parang untuk membelah dan menghaluskan pecahan bambu. Gergaji untuk memotong bambu. Tang untuk mempererat ikatan kawat.
Tahap-tahap pengerjaan
  • Pilihlah bambu yang akan digunakan sebagai kaki-kaki turus, yang sekaligus sebagai penopang, dimulai dari bambu yang besar diameternya. Bambu dipotong sepanjang 230-240 centimeter, kemudian dibelah-belah selebar 5-7 cm untuk turus.
  • Ujung-ujung bambu yang kecil dibelah semampunya untuk dijadikan rak buah. Lebar belahan untuk rak minimal 2 cm.
  • Belahan bambu kemudian dihaluskan dengan parang agar tidak melukai tangan apabila dipegang.
  • Untuk memudahkan pemasangan, belahan bambu untuk turus diruncingkan salah satu ujungnya.
  • Belahan bambu dirakit menjadi suatu bentuk konstruksi.
  • Perakitan turus dan rak buah tersebut dilakukan setelah mulsa plastik selesai dipasang.
2. Pengikatan batang tanaman
Setelah tanaman mulai menjalar sampai pada kaki turus yang kita tanam, batang tanaman kita ikat dengan tali plastik agar batang tanaman dapat tegak melekat pada turus. Cara mengikat tidak boleh terlalu kencang supaya batang tanaman dapat membesar dengan leluasa, tidak terjepit tali plastik.

Pada sistem penggunaan turus, batang tanaman yang dipelihara hanya 2 cabang tanaman saja. Bisa dipilih antara batang utama dan satu atau dua cabang lateralnya yang dibiarkan tumbuh. Sedangkan batang utama kita potong setelah terlihat munculnya cabang-cabang lateral. Pemotongan batang tanaman dapat menggunakan pisau atau gunting. Luka bekas potongan kita olesi dengan fungisida atau bak terisida untuk mencegah infeksi bibit penyakit. Dua buah cabang yang telah kita pilih untuk dipelihara, diikatkan pada kaki turus.